Flu Bebe


Diluar sana orang lagi meributkan tentang berjangkitnya penyakit baru yang disebut FLU BABI. Tapi saya malah terjangkit FLU BEBE alias blackberry.

Banyak yang memberikan komentar distatus FB saya:

kok baru sekarang de? orang lain pake bb udah dari kapan tau

Hahahaha ya maap kalo saya ketinggalan jaman.

Sebenarnya saya sudah mengenal BB sejak masguh mendapat jatah dari kantornya. Sampai berganti beberapa tipe, saya tetap tidak mau ikutan pakai. Kalau minjem aja sih sering, terutama kalau lagi diperjalanan. Dari pada iseng di mobil, mending browsing atau chatting. Tapi ketika ditawarkan masguh “kamu mau pakai juga gak ma? lagi ada program harga karyawan dikantor tuh” … jawaban saya masih konsisten “belum perlu ah“.

Ternyata saya tidak bisa berlama-lama kekeuh dengan jawaban itu, karena sebagai preman terminal saya diberikan tugas untuk membantu project BB dikantor. Mau tidak mau saya harus bersinggungan dan berurusan dengan barang ini. Sampai akhirnya saya terjangkit penyakit FLU BEBE ….. phieeewwwhhhh

Sejauh mata memandang … yang saya liat cuma BB. Di meja saya, jelas ada skian belas BB device dengan berbagai tipe. Saya harus melakukan setting dan testing dari keseluruhan barang itu. Di komputer saya, ada beberapa dokumen yang berhubungan dengan BB harus saya selesaikan. Ditelpon, saya harus menjawab pertanyaan beberapa orang yang kesulitan menggunakan BB *gaptek ama manja beda tipis … beneran gak bisa atau males cari tau, jadi paling gampang nelpon gw untuk nanya2. padahal udah dikirimin buku panduannya juga. nasibbb*

Diluar itu saya harus memberikan training bebrapa tahap, dari cuma sekedar ‘apa itu - gimana cara pakainya - apa aja service nya - sampai gimana kalo ada masalah’. Tambah keriting bibir ini setiap saat harus ngomongin BB muluw. Asal jangan sampai kena sariwebe (sariawan krn kebanyakan nyebut kata ‘BlackBerry’)

Belum lagi saya melihat orang-orang dimanapun menggunakan BB. Di rumah (suami), dikereta, dikantor, dikantin, di mall, juga ditempat umum lain. Apa saya sudah terjangkit rabun bebe juga yah?

Ada beberapa kejadian seputar BB juga:

Situasi 1 di mall Ambasador

Pembeli: “mbak, saya pilih BB yg tipe itu aja jadinya

Penjual: “ok, mbak mau skalian diaktifin Blackberry Service nya?”

Pembeli: “iya skalian deh mbak

Penjual: “mau tambahan aplikasi apa lagi mbak?”

Pembeli: “pokoknya saya mo bisa Facebook yah

Penjual: “ok…email nya apa mbak?”

Pembeli: “mosok FB doang harus pake email sih mbak!

Situasi 2 di walk in center sebuah operator

Pembeli: “mbak, saya mau pake Facebook di BB saya. Caranya gimana?

Penjual: “emailnya apa mbak?”

Pembeli: “owh dulu saya punya imel. tapi udah dijual. Gak bisa dong ya mbak?

Begitulah…fenomena pengguna BB didepan mata dan lingkungan kita. BB bukan lagi menjadi sebuah perangkat yang memang dibutuhkan karena fungsionalitasnya, tetapi masyarakat sekarang menjadikan BB sebagai bagian dari GAYA HIDUP. Kaya nya tuh gak keren aja kalo belum pakai BB, kaya yang paling gaptek aja kalo belum pakai BB, kaya yang gak mampu aja beli BB … dan banyak lagi berbagai asumsi yang terucap orang saat melihat kita belum pakai BB.

Pernah saya miting dengan bebrapa perwakilan dari distributor henpon, untuk menjajaki kerjasama penjualan BB. Sempat ada yang bilang “wah gimana saya mo jelasin ke ibu yah, ibu sendiri aja belum pakai BB” … nnnjjjjrrriiittt gak sopan tuh orang. Saat itu saya gak pakai BB karena memang saya gak mau menjadikan BB sebagai aksesoris yang harus saya bawa kemana-mana. Lagian ini kan mo bicara tentang bisnis model, gak ada hubungannya saya pakai BB pa enggak.

Akhirnya saya menggunakan BB dengan berbagai alasan:

  1. BB yang saya pakai ini adalah hadiah dari seseorang, untuk menghargai beliau maka saya gunakan. Jadi BB ini murni milik saya bukan properti kantor! *walo sama-sama gratis*
  2. Masguh melihat BB saya dianggurin didalam dusnya diatas lemari pakaian, langsung komentar “ma, itu BB pakai aja knapa sih? kamu harus terbiasa pakai BB sebelum kamu harus melakukan testing dan ngajar
  3. Pekerjaan saya menuntut saya untuk lihai dalam menggunakan BB
  4. Bisnis online saya bisa dimonitor melalui BB

Itu aja sih. Kalaupun sekarang saya jadi lebih aktif di FB, yah jelas karena BB kegiatan update FB menjadi lebih mudah hehehehe. Alhamdulillah saya gak sampai nyandu BB, yang kalau didepan orang lain sibuk sendiri dengan BB. Saya masih tetap bersosialisasi secara manual ketemu orang, lewat telpon, lewat email, dan sarana sosialisasi lainnya.

Saya cuma heran kalau melihat anak SMA atau pun kuliahan yang pada pake BB. Itu uang jajannya berapa yah? Harga BB aja diatas 4jt, BlackBerry Service nya aja sebulan 150rb, belum GPRS nya min 50rb/bln, ditambah lagi penggunaan voice call dan SMS (tidak termasuk dalam 150rb/bln tadi). Phieewwwhhh gak kebayang.

Lebih heran lagi ketika melihat orang beli BB dengan menggunakan kartu kredit dan dicicil 6-12 bulan. Lah BB nya aja ngutang … trus bayar bulanannya pake apa tuh? hihihihi

Saya bukan antipati terhadap mereka … just wondering … boleh dong. Kalau memang ada uang dan sanggup bayar bulanan sih gpp. Bukan berarti saya sombong udah pake BB berarti punya duit banyak. Tapi alangkah lebih baik kalau menggunakan BB memang karena kebutuhan, bukan cuma sekedar ‘kemauan’ untuk memenuhi gaya hidup. Takut dibilang gaptek, dibilang ketinggalan jaman, dibilang gak gaul … cuekin ajah. Emang yang ngomong gitu mau bayarin kita makan, kalo kita kelaperan atau ada kebutuhan hidup lain?

eh…eh…eh tanya dong. Kalian udah pakai BB? kasih tau dong alasannya….

Snow World - Genting Malaysia


Genting Theme Park dilengkapi dengan Snow World yang merupakan ‘winter wonderland’, arena bermain dengan suhu <5 derajat Celcius yang dihiasi berbagai patung binatang yang biasa hidup di negara dingin dan perosotan yang terbuat dari es batu. Sebenarnya Indonesia juga punya Ice World di Ancol - Jakarta, luas arenanya juga gak jauh beda.

Snow World dibuka pada jam-jam tertentu. Kita boleh beli tiket kapanpun, nanti dikasih tau jam brapa kita boleh masuknya. Setiap pengunjung dibatasi sekitar 75 menit per kunjungan (lupa deh tepatnya brapa, tapi lebih dari 1 jam). Jumlah pengunjung yang masuk dibatasi, karena itu saat beli tiket akan dikasih tau jam brapa kita baru boleh masuk ke dalamnya.

Untuk bisa menikmati permainan yang menantang (perosotan pakai ban renang besar), ada syarat yang harus dipenuhi yaitu umur diatas 3 tahun dan berat badan dibawah 65Kg. Saat itu kami membeli tiket masuk untuk keluarga seharga RM58 untuk 2 dewasa + 2 anak. Kita juga mendapat voucher untuk ditukarkan dengan susu atau yogurt gratis didalam arena.

Harga tiket sudah termasuk peminjaman jaket, sarung tangan dan sepatu khusus. Untuk pengunjung yang sudah menggunakan sepatu tertutup (sport shoes) bisa masuk tanpa menggunakan sepatu khusus. Karena status ‘dipinjamkan’ jangan harap dapat sepatu bagus, yang pasti sepatu-sepatu itu dalam kondisi lembab dan bayangkan sendiri aroma yang keluar dari sepatu lembab tsb. hehehe

Disebelah tempat peminjaman jaket, sarung tangan dan sepatu … ada barisan locker yang disewakan untuk menyimpan barang berharga. Kita tidak boleh membawa kamera masuk ke dalam arena, karena didalam disediakan layanan foto berbayar. Ada penjaga counter tempat penukaran koin yang akan digunakan untuk membuka pintu locker.

Perbedaan Snow World - Genting dengan Ice World - Ancol:

  • Lantai didalam arena Snow World dilapisi dengan butiran es, kalau di Ice World - Ancol hanya dilapisis karpet.
  • Tidak banyak patung es yang dipahat, kalau di Ice World patung es pahatan malah dihiasi lampu warna warni
  • Ada butiran es menyerupai salju yang turun dari langit-langit, kalau di Ice World tidak ada sama sekali
  • Ada gundukan salju yang bisa kita bentuk snow man, kalau di Ice world semua sudah dalam bentuk es balok yang dipahat. Anak-anak senang banget bisa merasakan ‘menyentuh’ salju dan bermain lempar-lemparan bola salju. “asyik kaya di film holywood ya ma“, komentar Rafa
  • Tidak boleh membawa kamera masuk ke dalam arena, kalau di Ice World bebas.

Tips untuk masuk ke Snow World:

  • Untuk yang berkeluarga sebaiknya membeli Family pack, karena lebih murah dari harga satuan. Untuk pemegang hand band (gelang tanda masuk Theme Park) all park, mendapat diskon khusus. Jadi harga family pack RM58 itu masih bisa kurang lagi, hanya dengan menunjukan ‘all park’ hand band.
  • Tidak disarankan menggunakan celana pendek atau sendal jepit karena suhu didalam <5 derajat celcius.
  • Simpan sebagian uang didalam kantong celana, karena pengalaman kami yang menitipkan seluruh bawaan ke dalam locker … ketika akan mengambil barang didalam locker, kami harus menukar koin lagi untuk membuka tutup locker sementara uang ada didalam tas semua.
  • Jangan lupa untuk menyimpan voucher susu/yourt gratis didalam kantong. Kami lupa mengantongi voucher tsb, didalam arena gigit jari gak bisa dapat susu/yogurt gratis. hihihi
  • Keluar dari arena, ada toilet untuk membasuh kaki yang sudah beraroma sepatu lembab. Mayan deh baunya kalo gak dicuci hahahaha

Genting Theme Park - Malaysia


Perhatian:

Postingan ini akan banyak menampilkan foto. Harap bersabar saat koneksi internet anda lambat membukanya

Genting Theme Park
Genting Theme Park berlokasi persis dibawah dan didalam First World Hotel, yang berada 2000 meter diatas permukaan laut. Lokasi Genting sendiri lumayan jauh dari Kuala Lumpur. Kalau anda menginap di KL, sebaiknya berangkat pagi-pagi sekali menuju Genting karena harus menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam dari KL. Tersedia bus khusus ke Genting dari beberapa terminal di Kuala Lumpur, yaitu Puduraya, KL Sentral, Terminal Putra, Pasarakyat. Di setiap loketĀ  terminal tersebut juga biasanya menyediakan paket untuk bermain ke Genting Theme Park selama 1 hari sudah termasuk tiket pulang pergi.

Genting Theme Park itu seperti Dunia Fantasi di Ancol. Bedanya permainan didalam Genting Theme Park lebih banyak dan terdiri dari OUTDOOR dan INDOOR. Permainan indoor lebih banyak untuk anak-anak, sedangkan arena permainan outdoor lebih ditujukan untuk orang dewasa. Harga tiket anak dan dewasa berbeda, selain itu juga ditawarkan tiket harian (ONE DAY) dan tahunan (ANNUAL PASSPORT) dimana harga untuk tiket OUTDOOR, INDOOR dan ALL PARK akan berbeda-beda.

Untuk yang pergi dengan keluarga, sebaiknya membeli tiket ALL PARK FAMILY PACKAGE (berlaku untuk 2 ornag dewasa + 2 orang anak). Karena harga yang ditawarkan lebih murah, dan kita sekeluarga bisa bebas ke lebih dari 40 arena permainan Indoor plus Outdoor seharian. Untuk permainan Outdoor dibuka dari jam 8 pagi sampai jam 7 malam tapi kalau hari libur bisa sampai jam 10 malam. Sedangkan permainan Indoor dibuka dari jam 8 pagi sampai jam 12 malam, khusus hari libur bisa sampai jam 1 atau bahkan 2 pagi. Seperti waktu kami pergi kesana kemarin, bertepatan dengan long weekend libur paskah/easter/good friday … jadilah kami puas menikmati permainan indoor yang dibuka sampai jam 2 pagi!

Sengaja hari itu saya ajak anak-anak sarapan pagi-pagi, berharap kami bisa sampai di taman bermain sebelum matahari terik. Mengingat banyaknya arena permainan disana, kami harus bisa membagi waktu supaya bisa menikmati semua permainan. Mendengar pesan dari supir taxi malam sebelumnya (Malaysia lagi sering hujan terutama sore hari), kami memilih untuk menghabiskan pagi sampai siang di arena permainan OUTDOOR. Jadi kalau sore hujan, kami akan masuk ke arena permainan INDOOR.

Walau sudah lebih dari jam 9 pagi, tetap saja masih terasa dingin. Andaikan Indonesia juga punya Dufan di daerah puncak, pasti asyik deh gak perlu panas-panas menikmati permainannya. Kebayang kan kalo musim liburan ke Dufan - Ancol…wuiiihhh antrian panjang di siang bolong bikin baju basah kuyup karena keringat.

Outdoor Park
Untuk menuju Outdoor Park, dari cafeteria tempat sarapan di lantai 3 kami naik eskalator menuju lantai 2. Dari sini Fayra udah langsung betah, karena suasana lantai 2 hotel ini seperti layaknya mall tetapi lebih heboh karena dilengkapi dengan banyaknya permainan. Walau Fayra meronta di stroller minta turun, saya terus mendorong stroller ke arah Outdoor Park. Nurutin dia mah bisa gak keluar-keluar nanti hihihihi.

Permainan di Outdoor Park memang lebih banyak ditujukan untuk orang dewasa. Jiwa petualang saya merasa tertantang, tapi Masguh terus mengingatkan kondisi badan saya yang sudah tidak seperti dulu. “Masa-masa kamu jadi jagoan udah lewat ma. Gak usah lah naik yang aneh-aneh dan bahaya. Inget anak tuh” huahahaha apa daya saya gak bisa membangkang daripada pulang dari sini tulang saya patah lagi.

Permainan yang disediakan disini ada Pirates Ship (perahu yang diayun sampai tingi), Roller Coaster, Spinner (seperti foto dibawah ini), Go kart yah gak jauh beda lah sama DUFAN - Ancol. Trus ada juga permainan air, sama juga seperti kolam renang di Ancol. Yang beda roaller coasternya, kalau di roller coaster Genting Theme Park posisi badan kita tengkurap seperti superman … disebut Flying Coaster. Ada juga Space Shot yang bentuknya seperti tower, kita duduk di kursi (total ada 12 kursi) yang nantinya ditarik keatas tower setinggi 57 meter dengan kecepatan 67KM/jam. Seru yah!

Saat melihat Spinner ini, Fayra ribut minta naik. Padahal udah jelas ini permainan untuk orang dewasa atau paling enggak tinggi badan minimal 125cm. Tapi dia ngotot bilang “aya tuda dude, aya bani naik ayun ayun itu” yang artinya “Fayra sudah gede, Fayra berani naik ayun-ayun itu” hahahaha seberapa gede sih kamu nduk… kalau masalah berani sih katanya nurun jiwa preman mama yah nak.

Ketika datang waktu makan siang, dengan mudahnya kami menemukan beberapa warung seperti foto diatas. Disitu jual nasi lemak (gak jauh beda ama 1 set nasi uduk ala Indonesia), spageti, burger, aneka gorengan (dari donut sampai sosis), juga aneka minuman. Ada juga buah potong dan popcorn.

Ada beberapa arena permainan yang sudah bisa Rafa masuki, tetapi belum boleh untuk Fayra. Jadi saya dan Fayra menunggu Rafa dan papanya ditaman bermain seperti foto diatas. Lantainya dilapisi karpet tebal yang empuk, jadi kalau anak jatuh pun kita gak khawatir dengkulnya lecet.

Saat mulai berkabut, kami menutup permainan dengan memasuki rumah cokelat. Serasa ada di film Chocolate Factory deh. Disini dijelaskan asal muasal coklat sampai ke pembuatannya. Tapi semuanya berbentuk alat peraga aja, contohnya pohon dan biji coklatnya yang bukan pohon dan biji coklat betulan. Kursinya dibentuk seperti coklat yang sudah dicetak. Didekat pintu keluar ada toko souvenir yang menjual berbagai macam cokelat dengan aneka bentuk dan kemasannya.

Indoor Park
Karena diluar sudah mulai berkabut dan makin dingin, kami beralih ke arena Indoor Park. Permainannya lebih banyak ditujukan untuk anak-anak. Untuk orang tua jangan khawatir bosan, karena disini dilengkapi juga dengan berbagai cafe, resto juga butik dari merek ternama. Sebut aja McD, KFC, Pizza Hut, Starbuck, Baskin-robin, Vinci, LV, Aigner, Nike, The Body Shop … wah pokoknya selengkap mall deh.
Walaupun permainan untuk anak, tetap saja mereka harus mengantri. Tapi antrian disini sangat tertib, karena anak-anak harus mengantri sendiri sementara orang tua berada diluar pagar antrian. Ada kejadian lucu saat Fayra melewati pintu putar (itu loh yang seperti di supermarket yang harus kita dorong gagangnya untuk lewat). Waktu Fayra lewat, anak dibelakangnya gak sabar dan mendorong gagang besi itu hingga punggung Fayra terdorong kencang. Dengan reflek Fayra langsung membalikan badannya dan memukul anak itu. Huahaha beneran jiwa preman mama kok ya nurun dikamu toh nduk. Kacaw inih. Untung orang tua anak itu gak marah ke mama, ibunya cuma menoleh ke saya sambil bilang “kids!” sambil tersenyum. Ya anak dia juga yang salah duluan, Fayra cuma bales toh. hihihihi

Permainan disini dibatasi tinggi dan berat badan. Kalau diperaturan tertulis tinggi badan anak maksimal 95cm … ya anak yang lebih tinggi dari itu gak bisa masuk. Walau ada seorang ibu yang ngotot anaknya cuma kelebihan 2cm tapi pingin ikut menikmati permainan, tetap aja dilarang masuk ama petugasnya. Salut sama petugas, karena bagaimanapun mainan-mainan itu kan sudah didesign untuk berat dan tinggi badan tertentu. Kalau melampaui yang telah ditentukan, pastinya bisa membahayakan keselamatan penikmat permainan itu sendiri.

Saat Rafa asyik nonton studio film 3 dimensi, Fayra asyik aja menikmati berbagai permainan yang kakaknya gak bisa ikutan. Jadi aman deh, semua kebagian ada porsinya masing-masing. Yang gempor ya orang tuanya ini. Padahal udah disepakati waktu sarapan, siang ini balik ke kamar hotel untuk tidur siang dulu … nanti setelah mandi sore balik kesini untuk main lagi. Tapi gak ada yang mau balik ke kamar, walau cuma naik lift beberapa lantai aja.

Bagaimanapun namanya liburan keluarga kan memang diperuntukan untuk menyenangkan anak-anak. Jadi ya kami sebagai orang tua cuma bisa mengantarkan anak-anak menikmati hari liburnya. Yang pasti seharian ini anak-anak puas banget menikmati semua permainan di Genting Theme Park. Dan kami puas bisa melihat sinar kebahagiaan dari wajah mereka.

Kami juga menyempatkan untuk masuk ke Snow World didalam Indoor Park. Ceritanya dipostingan selanjutnya yah. Karena nanti akan ada beberapa foto juga.

Coba liat aja wajah dan senyum Fayra disemua foto ini … kami kurang bahagia gimana lagi coba? Senyum anak-anak adalah segalanya untuk kami. Tapi karena gak tidur siang, jam 11 malam anak-anak udah tepar kecapekan. Dan kami pun balik ke kamar untuk istirahat. Besok pagi setelah sarapan kami harus melanjutkan perjalanan ke Kuala Lumpur dan menginap 1 malam disana.

Tips masuk ke dalam Theme Park - Malaysia:

  • Untuk yang berkeluarga disarankan untuk membeli tiket All Park - Family Package. Jelas lebih murah harganya.
  • Sebaiknya menginap di sekitar Genting Highland, supaya tidak makan waktu di jalan menuju Theme Park.
  • Paling bagus menginap di 1st World Hotel atau Theme Park Hotel. Kalau anak-anak capek, bisa tidur siang dulu ke kamar hotel. Abis mandi sore tinggal turun dan main lagi. Handband terbuat dari plastik, gak akan rusak kalau kena air.
  • Harus pintar bagi waktu supaya ratusan permainan bisa kita nikmati semua dalam 1 hari. Sebaiknya Outdoor Park dulu di pagi sampai siang, kemudian lanjut ke Indoor Park di sore sampai malam hari. Karena biasanya sore hari akan turun kabut atau hujan.
  • Gak perlu repot bawa makanan, karena didalam theme park banyak sekali penjual makanan. Harga juga terjangkau. Untuk restoran ternama ada di Indoor Park.