Terbang Kemana?


Gak nyangka kalo kemarin adalah hari terakhir bekerja di kantor ijo. Tapi dimengerti kalo pakbos minta saya meninggalkan kantor di hari yang sama karena saya pergi ke kompetitor dengan departemen yang sama. Baru sign kontrak kerja saat jam makan siang, balik kantor untuk kasih tau pakbos … eh jam 4 udah harus bersihin meja. Dan mau gak mau jadi kirim farewell note saat itu juga (yg udah diijikan @sikiky untuk copas, saking gw males mikirnya).

It’s a shocking news for anyone.

Keluar dari ruangan pakbos, manggil partner kerja ke meeting room. Abis itu ngumpulin teman-teman 1 divisi di sebuah ruangan dan mengumumkannya.

Responnya lucu-lucu:

  1. “Ini bercanda kan, mbak? gak beneran?”
  2. “Gila lo mbak, tega banget ama kami sih. Tiap hari makan siang bareng, tapi elo gak pernah cerita”
  3. “Rapih banget lo mainnya. Ujug-ujug pergi ajah”
  4. “Mantab subject email dan ending sentence nya”
  5. “Gw nanya resep masakan ke siapa lagi nih? Gak ada yang ngajak sholat dhuha lagi deh”
  6. “Trus nanti anak gw gimana nih, mbak? Siapa tempat gw konsultasi parenting stuff dan tabungan pendidikan anak gw?”
  7. “Gw baru mo USG 4D sabtu besok, pokoknya elo harus nemenin gw ya mbak!”

Eh sampe ada yang nangis juga sementara saya cuma cengengesan. Labusyeet, itu anak siapa yak? Kok macam gw yang harus tanggung jawab. Hahahahaha

Tenaaangg, masih menerima curhatan dan konsultasi tentang life stuff kok. Cuma akan dikenakan biaya konsultasi 500rb per jam yaaa. Hihihihi

Pakbos membuat saya harus berjanji di ruangannya sebelum pergi:

  1. Not to wear any high heel shoes
  2. Not to bring one of his team member

Jadilah kemarin saya membagikan 6 pasang sepatu yang disambut seru oleh para wanita. Pada main tunjuk-tunjukan sepatu di cubicle kecil saya, untungnya gak sampe jambak-jambakan. Hahahaha. Gonna missed you all, girls!

Selanjutnya pertanyaan, elo terbang kemana lagi sik?

Ke tetangga sebelah doang kok. Masih ngurusin per-gadget-an juga.

Ini akan menjadi perusahaan ke 7 yang saya hinggapi dalam kurun waktu 16 tahun.

Sebagai tentara bayaran, saya akan maju terus membela yang bayar!

Teman-teman Masguh yang bertanya “kenapa sih istri lo masih harus kerja? Emang gak cukup?

Dijawab cerdas oleh beliau, “Biarin lah. Biar istri gw bisa beli beha ma lipstik sendiri

Kasian yaaa, kesannya murah bener. Etapi kalau tali beha saya bergelantungan berlian, kan seru juga untuk joget-joget di depan suami. Bling-bling gimanaaa gitu. Hahahaha kenapa jadi ngomongin undies yak.

That’s all what I can say for now.

Seperti biasa, saya tidak pernah mencampur-adukan blog pribadi dengan kehidupan profesional. Saya belum dan tidak akan pernah menulis secara detil tentang pekerjaan saya disini, apalagi sampai menyebut nama/brand/Merk. Dan saya tidak pernah menyebut blog ini, dikehidupan pekerjaan saya. Biarlah rekan kerja menilai saya dari kontribusi saya sebagai seorang pekerja, dan biarlah orang di dunia maya mengenal saya melalui tulisan atas keseharian hidup saya. Semoga melalui blog ini, saya juga bisa memberikan kontribusi paling tidak melalui sharing dan menyebarkan semangat ke pembaca *kek ada yang baca ajah*.

Kata-kata berikut diucapkan mantan dan calon bos-bos saya, yang begitu nempel di kepala dan membuat saya berani melangkahkan kaki lebih jauh:

Jangan katakan kalo kamu cuma seorang perempuan yang tidak mengejar karir. Saya melihat kamu potensial, dan saya akan bantu develop diri kamu untuk bisa lebih dari yang sekarang

What you have now is enough to make you success

I recruit you because your attitude. Keep it and be better! You are definitely a hard worker and a survivor. You never give up, even though I shout at you

Emang kenapa kalo elo anak STM, de? Tunjukin kalo elo bisa jadi bos dari anak lulusan UI dan ITB

Duh jadi burem-burem deh nulis beginian. Udah ah, mo liburan dulu seminggu sebelum mendarat di tempat baru. Menikmati waktu bersama anak-anak di rumah.

Spread your wings and fly away!

Eagle Fly, Chicken Stay


Dear Colleagues,

It’s less than 2 years I’m here and I had received so many farewell notes on my mailbox, today I’m afraid  I have to deliver mine to your inbox.

I’ll try to make this quick, since I’m not a drama person.  Today’s my last day here. I’d like to express my great gratitude for my entire supervisor both direct and indirect, colleagues and peers, especially in Device Management for all the knowledge, support and all wonderful friendship.

It’s a blessed.

Please accept my apologies as well, for any and all of my mistakes that may have offended you all with or without purpose on my side

If you’re brave to say “Goodbye”, life will reward you with a new “Hello”

Regards,

-de-

My job


Jujur ketika saya masuk ke dalam sarang penyamun berjudul STM, saya gak tau pasti apa yang akan saya lakukan dan pelajari disitu. Dan ketika sedang bermain layangan bersama kakak, ntah kenapa beliau tanya “kira-kira ntar lo belajar apaan yah disitu?” … jawaban saya sekenanya saja “belajar satelit kali. Namanya aja telekomunikasi

Yah itu jawaban anak umur 15 tahun, yang milih STM cuma karena “keknya GW BANGET aja“.

Begitu mulai belajar, saya pasrah ketika ada pelajaran bernama dibawah ini:

  • Teknik Digital
  • Sentral Telepon
  • Genset (catu daya)

Ternyata saya juga mempelajari cara membangun tiang telepon, kelandaian yang diperbolehkan untuk kabel telepon yang tergantung di pinggir jalan, sampai ke nomor kode area untuk telepon seluruh Indonesia. Itu semua saya dapatkan, diluar pelajaran standar seperti matematika, fisika, kimia, dll.

Setelah lulus, kami langsung diceburkan ke industri telekomunikasi. Selama 16 tahun bekerja di industri ini, banyak banget pelajaran hidup yang saya dapat. Selain gaji dan jabatan yang terus naik tentunya hehehe.

Ternyata pilihan anak culun 15 tahun dulu itu gak salah. Karena saya tumbuh menjadi orang yang suka dengan teknologi. Saya menikmati proses perkembangan alat-alat canggih. Dan saya bersyukur perjalanan karir membuat saya terdampar pada departemen yang bertanggung jawab atas perkembangan gadget.

What I love most about my job are:

  1. Free traveling
  2. Pekerjaan membawa saya merasakan berbagai jenis transportasi dan mengunjungi berbagai tempat yang mungkin kalaupun saya punya uang banyak, tidak akan berpikiran untuk jalan-jalan kesitu. Koleksi stempel di buku hijau saya menjadi beragam. Saya juga mendapatkan pengalaman menginap di berbagai macam kelas hotel. Dari hotel melati di sebuah kota kecil, sampai menginap di hotel bintang 3 – 4 – 5. Kalau bukan karena pekerjaan, gak mungkin saya merasakan kemewahan hotel ini. Dimana setiap hari saya selalu mendapatkan setangkai mawar dan sebatang cokelat di tempat tidur.

  3. Workshop
  4. Banyak orang yang tidak suka kalau diminta menghadiri workshop dari kantor. Kalau saya justru sangat menyukainya. Karena workshop yang saya maksud ini adalah: working in shopping place and shopping in working hours. Hehehehe

    Jangan ngiri yah, memang tugas saya mencari tau apa yang terjadi di pasar. Saya diminta meluangkan waktu untuk melihat trend, pertarungan harga, dan ketersediaan barang di toko-toko. Gak cuma itu, saya juga harus rajin mengunjungi pameran-pameran teknologi yang biasanya diselenggarakan rutin beberapa kali dalam setahun. Tidak hanya pameran di Jakarta, tapi pernah juga dikirim ke sebuah pameran terbesar di dunia. Saya pernah menulis apa saja yang saya temukan disana.

  5. Fun stuff
  6. Bagian dari pekerjaan saya yang paling menyenangkan adalah bebas membongkar alat telekomunikasi. Untuk mempelajari onderdil dalamnya, kami bisa menelanjangi hanya dengan sebuah obeng. Tapi bukan berarti boleh bongkar tinggal yaa.


    Kotak penyimpanan obat, kami gunakan untuk menyimpan SIMcard. Toples kue, kami gunakan untuk menyimpan berbagai baterai. Dinding workstation, kami cantolkan berbagai macam kabel data. Meja di dekat jendela, menjadi tempat pajangan berbagai kemasan atau dus. Orang dari departemen lain yang berkunjung ke sini, selalu bilang “macam di toko atau service center yah

  7. Crazy things
  8. Manusia itu sangat kreatif deh, hasil karya manusia sering membuat saya terheran-heran. Kadang membuat saya terpukau saking canggihnya. Kadang membuat saya mengernyitkan wajah saking anehnya. Itu karena saya melihat handphone belapis emas, bling-bling norak, sampai yang bentuknya imut seperti boneka.


    Apa yang tidak pernah kepikiran di otak saya, kadang tergeletak di depan mata saya. Setelah itu saya mikir, emang ada yang mau beli barang kaya gini?

  9. Lots of toys
  10. I love gadgets, just like kid loves toys!

    Lebih senang lagi karena saya tidak perlu BELI untuk bisa memainkannya. Berbagai jenis gadget wajib saya explore dan tersedia melimpah. Tinggal sebut deh: netbook, kindle, tablet PC, android phone, blackberry, modem, dll.

    Saya mulai oprek-oprek 6 bulan sebelum beredar di pasar Indonesia. Artinya saya sudah pakai, sebelum orang-orang ribut ketika barang sudah mulai tersedia dan mereka beli.

Dengan semua yang saya dapatkan itu, apa saya masih pantas menyebut ini semua pekerjaan?

NO WAY!

Ini namanya hobi yang dibayar. Hehehe

Jadi kalau ada orang tanya “kerja lo apa sekarang, de?

Saya bingung menjawabnya. Karena saya merasa seperti anak kecil di dalam taman bermain. Tidak ada beban. Tidak berani menyebut ini sebagai PEKERJAAN. Eh tapi saya dibayar. How can I not love it?

Kata orang “love your job, not your company because you never know when it stops loving you

Sejauh ini saya juga menjalankan pernyataan tersebut. Saya mencintai pekerjaan saya, di 6 perusahaan yang berbeda. Pokoknya maju terus bela yang bayar. Hihihihi

Tentunya bukan berarti perjalanan karir saya semulus wajah yah *woii ngaca sana, de*

Setiap saya berhadapan dengan masalah pekerjaan, saya akan memikirkan hal-hal menyenangkan tersebut diatas. Supaya saya kembali ingat perjuangan saya untuk mencapai posisi ini. Yang paling penting agar saya tak lupa bersyukur dengan apa yang sudah saya dapatkan. Alhamdulillah … alhamdulillah … alhamdulillah.

Jadi apa yang paling kalian suka dari pekerjaan kalian?