Untuk kamu

09 November 2004, Uncategorized

hey kamu…iya kamu!

de mohon maaf atas apa yang telah de lakukan. de mohon maaf jika kamu tidak berkenan.

kamu pikir de gak sedih? kamu pikir de gak kecewa?

de kecewa karena ternyata kamu tidak memanfaatkan waktu yang sudah dikasih. de sedih karena ternyata de gagal membina kamu.

de tau kalo hal ini pasti berat untuk kamu, calon istri kamu dan calon anak kamu. de mengerti karena de juga seorang istri dan juga sudah punya anak.

kamu pikir de melakukan nya tanpa pikir panjang? kamu salah!

de pikirin ini matang-matang. 60-40 lah. 60 persen de merasa harus. 40 persen de merasa kasihan. dan gak tau kenapa 40 persen ini yang memberatkan hati de untuk memutuskan.

de juga tidak asal memutuskan. de pikirin 2 minggu sebelum memutuskannya! dan de rasa 2 minggu itu waktu yang cukup lama untuk menentukan langkah yang harus de ambil. Kalaupun keputusan itu datang disaat yang tidak tepat, de mohon maaf.

melihat sikap kamu setelah kejadian itu, sedikit melegakan hati de. kamu bersikap biasa. dan de pun mencoba untuk tetap biasa. de datang ke pernikahan kamu. de ingin menunjukan bahwa yang apa yang telah terjadi tidak berarti memutuskan tali silaturahmi diantara kita semua. de pikir kamu bisa menerimanya secara dewasa.

tapi de salah! melihat isi SMS kamu kemarin, membuat de sedih. karena ternyata, masih ada seburat kebencian di hati kamu. mungkin kamu pikir itu bercanda, tapi de bisa merasakan kebencian itu dari bahasa tulisan kamu.

sekali lagi de mohon maaf dari lubuk hati de yang paling dalam. hal itu de lakukan atas nama profesionalisme. seperti titah juragan “jangan sampai rasa kasihan mengalahkan rasa profesionalisme kamu, de!“.

0 people were on discussion.

Everyone have their own opinion about anything. Let start the discussion, add yours.

Leave a Reply