Minum susu UHT

Om dan tante pernah khawatir gak sih sama berat badan anak yang gak naik-naik? Sama deh, mama Rafa juga gitu. Palagi liat struktur tulangnya Rafa yang gak jauh beda sama mama. Dengan tulang yang kecil gini…kalo berat badan Rafa turun 1 kg aja, pasti langsung keliatan kurusan. Tapi kalo naik 2kg, gak kliatan apa-apa. Tetap aja cungkring gitu. Sama persis tuh kaya mama.

Waktu Rafa umur 1-2thn, berat badan Rafa tuh gak gerak cuma 11kg ajah. Perasaan mama sih Rafa udah makan dan minum susu sesuai takaran untuk anak seumurnya. Gak tau kenapa beratnya stabil aja 11kg. Tapi sih sejauh Rafa gak sakit dan masih lincah, mama gak begitu khawatir. Cuma kadang kalo liat anak-anak lain agak gempal dan montox dikit, mama suka ngiri aja.

Baru-baru ini, mama baca tentang artikel susu UHT. Selama ini memang Rafa masih minum susu bubuk. Kadang kalau pergi, mama suka kasih Rafa susu UHT kemasan kecil. Tapi setelah membaca artikelnya, mama jadi tertarik untuk mengganti susu bubuk Rafa menjadi susu cair UHT aja. Ini sharing kegunaan susu UHT nya, tapi maaf kalo kepanjangan:

Susu pasteurisasi
Merupakan susu yang diberi perlakuan panas sekitar 63-72 derjat Celcius selama 15 detik yang bertujuan untuk membunuh bakteri patogen. Susu pasteurisasi harus disimpan pada suhu rendah (5-6 derajat Celcius) dan memiliki umur simpan hanya sekitar 14 hari.

Susu bubuk
Berasal susu segar baik dengan atau tanpa rekombinasi dengan zat lain seperti lemak atau protein yang kemudian dikeringkan. Umumnya pengeringan dilakukan dengan menggunakan spray dryer atau roller drayer. Umur simpan susu bubuk maksimal adalah 2 tahun dengan penanganan yang baik dan benar.

Susu bubuk dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu susu bubuk berlemak (full cream milk prowder), susu bubuk rendah lemak(partly skim milk powder) dan susu bubuk tanpa lemak (skim milk prowder)(SNI 01-2970-1999).

Susu UHT (ultra high temperature)
Merupakan susu yang diolah menggunakan pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang singkat (135-145 derjat Celcius) selama 2-5 detik (Amanatidis, 2002). Pemanasan dengan suhu tinggi bertujuan untuk membunuh seluruh mikroorganisme (baik pembusuk maupun patogen) dan spora. Waktu pemanasan yang singkat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan nilai gizi susu serta untuk mendapatkan warna, aroma dan rasa yang relatif tidak berubah seperti susu segarnya.

Susu UHT dikemas secara higienis dengan menggunakan kemasan aseptik multilapis berteknologi canggih, Kemasan multilapis ini kedap udara sehingga bakteri pun tak dapat masuk ke dalamnya. Karena bebas bakteri perusak minuman, maka susu UHT pun tetap segar dan aman untuk dikonsumsi. Selain itu kemasan multilapis susu UHT ini juga kedap cahaya sehingga cahaya ultra violet tak akan mampu menembusnya dengan terlindungnya dari sinar ultra violet maka kesegaran susu UHT pun akan tetap terjaga. Setiap kemasan aseptic multilapis susu UHT disterilisasi satu per satu secara otomatis sebelum diisi dengan susu. Proses tersebut secara otomatis dilakukan hampir tanpa adanya campur tangan manusia sehingga menjamin produk yang sangat higienis dan memenuhi standar kesehatan internasional.

Dengan demikian teknologi UHT dan kemasan aseptik multilapis menjamin susu UHT bebas bakteri dan tahan lama tidak membutuhkan bahan pengawet dan tak perlu disimpan di lemari pendingin hingga 10 bulan setelah diproduksi.

Keunggulan Susu UHT
Kelebihan-kelebihan susu UHT adalah bisa diberikan untuk anak usia lebih dari 1 thn dan umur simpannya yang sangat panjang pada suhu kamar yaitu mencapai 6-10 bulan tanpa bahan pengawet dan tidak perlu dimasukkan ke lemari pendingin. Jangka waktu ini lebih lama dari umur simpan produk susu cair lainnya seperti susu pasteurisasi.

Tip Penggunaan Susu UHT
Apabila kemasan susu UHT telah dibuka, maka susu tersebut harus disimpan pada refrigerator. Susu UHT harus dihindarkan dari penyimpanan pada suhu tinggi (di atas 50 derjat Celcius) karena dapat terjadi gelasi yaitu pembentukan gel akibat kerusakan protein.

Kerusakan susu UHT sangat mudah dideteksi secara visual, ciri utama yang umum terjadi adalah kemasan menggembung. Gembungnya kemasan terjadi akibat kebocoran kemasan yang memungkinkan mikroba-mikroba penbusuk tumbuh dan memfermentasi susu. Fermentasi susu oleh mikroba pembusuk menghasilkan gas CO2 yang menyebabkan gembung. Kerusakan juga ditandai oleh timbulnya bau dan rasa yang masam. Selain menghasilkan gas, aktivitas fermentasi oleh mikroba pembusuk juga menghasilkan alkohol dan asam-asam organik yang menyebabkan susu menjadi berflavor dan beraroma masam.

Menanggapi pertanyaan yang mana yg lebih bagus,kembali pada pola pemakaian dan subyektivitas selera masing-masing orang, ada orang yang menyukai susu yang rasanya “sangat susu” dan pola konsumsinya sangat cepat misalnya 1 liter susu dihabiskan dalam 2 hari saja, untuk orang dengan pola konsumsi seperti ini, mereka akan pilih pasteurized milk. Tapi ada juga yang pola konsumsinya lama, mungkin 1 liter akan habis dalam 1 minggu atau lebih, nah untuk orang yang pola konsumsinya seperti ini mereka lebih baik memilih susu UHT . Untuk kandungan gizi dan lainnya, kedua-duanya sama saja, tidak ada perbedaan yang mendasar.

Jika ingin minum produk susu itu dalam kondisi “hangat” disarankan
untuk tidak merebusnya secara langsung karena itu akan merusak kandungan gizi dari susu
dalam kemasan tersebut, apalagi jika memanaskannya sampai mendidih, karena tujuan dari pemanasan sebenarnya adalah untuk sterilisasi produk tersebut. Jika hanya untuk selera saja (suka minuman hangat) merendam susu (terlebih dulu dituang dalam gelas) dalam air panas akan lebih baik.

Kalo mo lebih lengkap bisa dilihat di dairy consultant

Pertama kali ngenalin UHT ke Rafa agak repot juga. Karena Rafa bilang susu UHT gak enak, gak ada rasanya. Walo sekarang banyak juga UHT rasa coklat, vanila dan rasa buah-buahan. Tapi mama bertekad mengenalkan Rafa ke susu yang plain supaya gak banyak gulanya. Trus hambatan lain tuh Rafa suka susu yang hangat. Kalo susu dengan suhu ruang atau dingin…dia pasti gak mau minum.

Setelah nyoba dicampur 1/2 nya dengan susu bubuk…trus kompisisinya dirubah banyakan susu UHT…sampe akhirnya murni susu UHT, butuh waktu 1 minggu. Sekarang Rafa udah doyan susu UHT yang plain tanpa dicampur atau dihangatkan dulu. Semua merek dicobain untuk Rafa. Dari Indo***K, U***A, dll. Maksudnya sih supaya Rafa gak tergantung dengan 1 merek aja. Biar mama gak repot belinya. Perubahan di Rafa juga mulai keliatan nih.

Dengan minum susu UHT, perut Rafa gak terasa kenyang banget. Jadi makan Rafa lebih banyak porsinya. Trus Rafa juga jadi doyan ngemil. Dalam sehari Rafa bisa menghabiskan 1 liter susu (5x minum). Makan sehari 3x. Ditambah ngemil cake, puding, donut atau roti tawar pake ceres/selai. Hasilnya? berat badan Rafa sekarang 20kg dengan tinggi 110cm (rata-rata berat teman di skolah Rafa skitar 15-18kg). Liat dipoto atau wujud aslinya sih emang masih cungkring aja. Tapi kalo mangku atau gendong dia baru berasa. Dan yang paling berasa nih…saat belanja bulanan, pengeluaran mama berkurang (kan UHT lebih murah dari susu bubuk). hehehe

Mama sih gak berharap banyak badan Rafa bisa sebesar zidan, mas dipta atau danial. Yang penting gizinya seimbang, Rafa sehat dan masih lincah aja udah cukup untuk mama.

ps:
mama udah ke sekolah Rafa untuk membicarakan sang preman cilik. Pihak sekolah akan membantu menyelesaikan masalah ini. Alhamdulillah…

3 thoughts on “Minum susu UHT

  1. TFS yah…
    saya juga pake susu UHT untuk anak saya. selama ini emang baru pake ultra si…kadang2 saya selang-seling ama susu sehat juga, kan tetep produk ultra juga.
    oiya, saya biasa beli ultra dr salesnya langsung, karena harganya lumayan ngefek kalo dibanding beli di luar. apalagi bisa delivery ke rumah, jadi gak repot kudu keluar beli susu..he..he..he..
    misal berminat infonya sales ultra jaya n price listnya, bisa kontak saya di ellaene@yahoo.com , just FYI yah..^_^

  2. mama rafa kenalkan saya bunda dari kenzie, saya ingin tanya susu UHT-nya merk apa ya….

    cuma ultra kok, kadang ganti-ganti sesuka nya Rafa aja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>