TBC tulang

03 September 2008, De, TBC tulang

Sejak de menceritakan penyakit yang de alami selama tahun 2003-2004 di blog ini, de menerima beberapa pertanyaan - email - sms - bahkan telpon yang ingin mendegar secara langsung bagaimana penyakit ini bisa disembuhkan. Supaya de gak bolak balik nulis email, menjawab SMS atau menceritakan ulang melalui telepon … de akan tulis semua informasi tentang TBC sejauh yang de tau.

De himbau untuk pembaca yang akan menulis komen atau bertanya, sebaiknya baca seluruh komen atau pertanyaan dibawah postingan ini. Karena sebagian besar pertanyaan sudah dijawab, tetapi kadang masih aja ada email, komen atau pertanyaan yang sama terus diajukan ke de.

Mohon maaf kalo mungkin bahasa yang de tuturkan disini bukan bahasa ilmiah kedokteran, karena memang de bukan dokter. Kalo pun de mendapatkan informasi tsb, de menemukan melalui GOOGLE, berdasarkan penjelasan dokter, juga pengalaman yang de rasakan. Maaf kalo postingannya panjang sekali.

TBC?

Tuberkulosis (TBC atau TB) adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa. Bakteri ini merupakan bakteri basil yang sangat kuat sehingga memerlukan waktu lama untuk mengobatinya. Bakteri ini lebih sering menginfeksi organ paru-paru dibandingkan bagian lain tubuh manusia. Info didapat dari sini

Bagaimana seorang anak bisa dicurigai TBC?

Seorang anak HARUS dicurigai TBC jika:

  • Mempunyai sejarah kontak erat (tinggal serumah) dengan penderita TBC positif
  • Terdapat reaksi kemerahan cepat setelah penyuntikan BCG (dalam 3-7 hari)
  • Terdapat gejala umum TBC

Gejala umum TBC?

  • Berat badan turun selama 3 bulan berturut-turut tanpa sebab yang jelas, dan tidak naik dalam 1 bulan meskipun sudah mendapatkan penanganan gizi yang baik –> de pernah turun 10kg dalam waktu 1 bulan
  • Nafsu makan tidak ada dan berat badan tidak naik
  • Demam lama/berulang tanpa sebab yang jelas (bukan tifus, malaria atau infeksi saluran nafas akut), dapat disertai keringat malam –> suhu badan de sampai 40,5 selama 2 minggu
  • Pembesaran kelenjar limfe superfisialis yang tidak sakit. Biasanya multipel, paling sering didaerah leher, ketiak dan lipatan paha (inguinal)
  • Gejala-gejala dari saluran nafas, misalnya batuk lama lebih dari 30 hari (setelah disingkirkan sebab lain dari batuk), tanda cairan di dada dan nyeri dada.
  • Gejala-gejala dari saluran cerna, misalnya diare berulang yang tidak sembuh dengan pengobatan diare, benjolan (massa) di abdomen, dan tanda-tanda cairan dalam abdomen.

Gejala spesifik TBC?

Gejala-gejala ini biasanya muncul tergantung dari bagian tubuh mana yang terserang, misalnya:

  • TBC kulit
  • TBC tulang dan sendi:
    1. tulang punggung (spondilitis): gibbus (bungkuk)
    2. tulang panggul (koksitis): pincang, pembengkakan di pinggul
    3. tulang lutut: pincang dan/atau bengkak
    4. tulang kaki dan tangan
  • TBC otak dan saraf:
    1. Meningitis: dengan gejala iritabel, kaku kuduk, muntah-muntah dan kesadaran menurun.
  • Dan lain lain

Informasi dari sini

Pengujian TBC?

Uji TBC, yang biasa disebut sebagai tes Mantoux, merupakan tes tuberkulin pada kulit dengan menggunakan 5 unit derifatif protein termurnikan (purified protein derivative, PPD). Kebanyakan penderita TBC tidak menunjukkan gejala apapun. Mereka dikatakan mengalami infeksi TBC jika memiliki hasil PPD yang positif, walaupun hasil foto rontgen-nya normal dan tidak memiliki tanda atau gejala TBC.

Sebagai tambahan dari tes tuberkulin pada kulit, penderita TBC juga harus menjalani tes tambahan dengan mengkultur bakteri TBC. Dengan demikian bisa ditentukan bakteri yang dikultur sensitif terhadap jenis obat apa. Karena TBC adalah bakteri yang lambat pertumbuhannya, kultur ini bisa mencapai 10 minggu untuk memperoleh hasilnya. (Biasanya penderita diminta untuk menyerahkan dahak pagi hari untuk dibawa ke lab selama 2 hari berturut-turut).

Info didapat dari sini

Bagaimana cara penularan TBC?

Ketika seseorang yang mengidap TBC itu batuk atau bersin, udara yang disemburkan mengandung titik air yang tercemar bakteri tersebut. Biasanya orang tertular TBC karena menghirup udara yang mengandung titik air terinfeksi ini. Info dari sini

Basil TBC terhisap melalui saluran pernapasan masuk kedalam paru, kemudian basil masuk lagi ke saluran limfe paru dan dari ini basil TBC menyebar ke berbagai organ di seluruh tubuh melalui aliran darah. Info dari sini

Daya penularan dari seorang penderita ditentukan oleh banyaknya kuman yang dikeluarkan dari parunya. Makin tinggi derajat positif hasil pemeriksaan dahak, makin menular penderita tersebut. Bila hasil pemeriksaan dahak negatif (tidak terlihat kuman), maka penderita tersebut dianggap tidak menular. Info dari sini

Dengan demikian yang dapat menularkan kuman TBC adalah penderita TBC paru. Sedangkan penderita TBC di organ lain (tulang, saraf, otak, kelenjar, dll) tidak menularkan kuman TBC.

Untuk kita yang sering mengunjungi tempat publik (terminal, stasiun, salon, restoran, dll) tentunya akan sulit mengetahui apakah orang yang batuk disekitar kita itu penderita TBC atau batuk lain. Apalagi untuk wanita yang sering creambath atau facial di salon, pada saat kita tiduran terlentang dan posisi petugas salon ada di hadapan kita … tentunya kita tidak dapat menghindar dari udara yang beredar disitu. Yang mungkin saja ada kuman TBC didalamnya.

Pada umumnya reaksi daya tahan tubuh dapat menghentikan perkembangan kuman TB. Meskipun demikian, ada beberapa kuman akan menetap sebagai kuman persister atau dormant (tidur). Kadang-kadang daya tahan tubuh tidak mampu mengehentikan perkembangan kuman, akibatnya dalam beberapa bulan, yang bersangkutan akan menjadi penderita Tuberkulosis. Masa inkubasi, yaitu waktu yang diperlukan mulai terinfeksi sampai menjadi sakit, diperkirakan sekitar 6 bulan.

Bagaimana cara pengobatan TBC?

Penderita TBC dapat melakukan rawat jalan dan pengobatan di rumah. Pengobatan TBC biasanya berupa pengobatan oral (obat minum). Pengobatan bertujuan untuk menyembuhkan ,mencegah kematian ,dan kekambuhan. Pada beberapa kasus, ada tiga atau empat jenis obat yang diresepkan.

Obat yang digunakan untuk TBC digolongkan atas dua kelompok yaitu :

  • Obat primer : INH (isoniazid), Rifampisin, Etambutol, Streptomisin, Pirazinamid.
    Memperlihatkan efektifitas yang tinggi dengan toksisitas yang masih dapat ditolerir, sebagian besar penderita dapat disembuhkan dengan obat-obat ini.
  • Obat sekunder : Exionamid, Paraaminosalisilat, Sikloserin, Amikasin, Kapreomisin dan Kanamisin.

Meskipun demikian, pengobatan TBC hampir selalu menggunakan tiga obat yaitu INH, rifampisin dan pirazinamid pada bulan pertama selama tidak ada resistensi terhadap satu atau lebih obat TBC primer ini.

Rangkaian pengobatan harus dijalani dengan lengkap agar TBC dapat disembuhkan, meskipun membutuhkan waktu beberapa bulan (TBC paru minum obat selama 6 bulan, TBC tulang minum obat sampai 18 bulan). Obat yang digunakan merupakan kombinasi antibiotik, tergantung dari resistensi bakteri terhadap obat uang umum digunakan.

Info dari sini dan situ

Fakta tentang TBC:

Micobacterium tuberculosis (TB) telah menginfeksi sepertiga penduduk dunia, menurut WHO sekitar 8 juta penduduk dunia diserang TB dengan kematian 3 juta orang per tahun (WHO, 1993).

Di negara berkembang kematian ini merupakan 25% dari kematian penyakit yang sebenarnya dapat diadakan pencegahan. Diperkirakan 95% penderita TB berada di negara-negara berkembang. Kematian wanita karena TB lebih banyak dari pada kematian karena kehamilan, persalinan serta nifas. Info dari sini

Dengan penduduk lebih dari 200 juta orang, Indonesia menempati urutan ketiga setelah India dan China dalam hal jumlah penderita di antara 22 negara dengan masalah TBC terbesar di dunia.

Hasil survei Kesehatan Rumah Tangga Depkes RI tahun 1992, menunjukkan bahwa Tuberkulosis / TBC merupakan penyakit kedua penyebab kematian, sedangkan pada tahun 1986 merupakan penyebab kematian keempat.

Jumlah penderita TBC paru dari tahun ke tahun di Indonesia terus meningkat. Saat ini setiap menit muncul satu penderita baru TBC paru, dan setiap dua menit muncul satu penderita baru TBC paru yang menular. Bahkan setiap empat menit sekali satu orang meninggal akibat TBC di Indonesia. Info dari sini

TBC TULANG VERSI DE:

Awal de divonis TBC tulang

Berawal dari jatuh ditangga kampus yang kebetulan letaknya berada diantara mushola dan kamar mandi, badan de jadi sering pegel-pegel. Bolak balik manggil tukang pijet kok ya gak sembuh2 juga. Akhirnya de ke dokter spesialis Rehabilitasi Medik, dilakukan fisio terapi selama 5 hari berturut-turut dengan metode ‘dipanasin’ (sebuah alat seperti lampu diletakan diatas punggung de yang setiap terapi cuma tengkurap aja di tempat tidur), tapi tidak ada perubahan berarti.

De diminta untuk melakukan xray, ternyata tulang lumbal 2 dan 3 patah dan kelihatan ada bayangan putih disekitar situ. Akhirnya de dirujuk ke dokter spesialis bedah tulang, kemudian dilakukan pengetesan TBC secara lengkap (mantoux dengan hasil buletan bengkak seukuran bola tenis, kultur darah dan nilai LED menunjukan TBC positif). Melihat kondisi 2 ruas tulang yang sudah hancur de diminta operasi secepatnya.

Foto xray nya nih:

Operasi pertama

Sebelum dilakukan operasi, de mencoba mencari 2nd opinion kemana-mana. Dari dokter bedah tulang lain yang bilang setelah operasi tubuh de akan di gips selama 6 bulan, pijet, jamu, sinse, dll. Tapi semua gak ada yang berhasil, dan de gak mau badan de di gips selama 6 bulan. Akhirnya de setuju dilakukan operasi oleh dokter yang menjelaskan langkah yang sama dengan dokter pertama.

Operasi pertama dilakukan bulan April 2003. Pen sepanjang 14cm dengan mur sebanyak 7 buah dipasang untuk menyangga tulang yang rusak. Tentunya abses TBC yang sudah membentuk 2 kantung dibersihkan alias dibuang.

Selesai operasi de menginap 1 malam di ICU, tapi de sudah latihan gerak miring ke kanan kiri malam itu juga.

Hari ke 2 de dipindahkan ke ruang rawat biasa, mulai belajar duduk.

Hari ke 3 de belajar berdiri di pinggir tempat tidur.

Hari ke 4 de belajar jalan, kateter dicopot.

Hari ke 5 de sudah boleh pulang.

Secepat itu de?

Iyah…semakin kita cepat berlatih untuk bergerak, maka semakin cepat kita boleh pulang.

Emang gak sakit?

Sakit banget hehehe. Tapi ini bagian dari perjuangan menuju kesembuhan!

Hasil operasinya:

Nah de berubah menjadi bionic woman deh. Hanya 3 bulan sejak operasi pemasangan pen ini, de mendapat tugas untuk mengikuti training SMSC (perangkat SMS) di Utrecht - Belanda. Security di Changi Airport sungguh menyebalkan. Sampe 3x bolak balik kluar masuk, alat itu masih bunyi juga. Untung de di ingatkan sama teman kalo ada besi yang de bawa dipunggung … hihihihi … payah badan sendiri malah lupa. Setelah de bilang “implant” baru boleh lewat. phhhiieeewwwhhh

Operasi kedua

Dasar de bandel dan kelewat cuek, obat TBC yang harusnya diminum terus menerus mulai de tinggalkan. Apalagi setiap minum itu de selalu muntah dan buang2 air besar. Merasa diri udah sehat, de stop obat itu tanpa bilang dokter. Ternyata TBC menyerang tulang de lebih ganas dari sebelumnya. Dokter menyarankan untuk melakukan rekontruksi ulang yaitu dibongkar lagi dengan operasi berikutnya. Kondisi de saat itu sangat memprihatinkan. Sudah nyaris lumpuh pinggang ke bawah. Daya tahan tubuh menurun drastis, begitu pun berat badan yang turun 10kg dalam waktu 1 bulan!.

Teman-teman dunia maya banyak yang mendukung de juga mendoakan ketika mereka membaca blog ini. Bahkan atta dan pey (Blogger dari bandung) juga ikut mengantar de sampai pintu kamar operasi. Gak nyangka sedemikian perhatian nya teman2 blogger. Terima kasih semuanya.

Operasi kedua dilakukan bulan April 2004. Pen dari titanium seharga 14jt itu pun diangkat dari tubuh de. Abses yang timbul akibat kuman TBC dibersikan. Tulang yang remuk ikut diangkat. Sebagai penyangga, diambil 2 ruas tulang rusuk plus tulang pinggul untuk mengganjal (katanya tulang rusuk de terlalu pipih).

Operasi dilakukan selama 7 jam. Alhamdulillah mami diperbolehkan menemani di dalam ruang operasi (masguh ditawarin, tapi gak tega katanya). Tidak banyak dokter yang mengijinkan hal ini, bahkan operasi sesar pun kadang suami gak boleh nemenin. Mami bilang ke dokter “saya mo liat penyakit apa yang ada di dalam tubuh anak saya. Kalo pun sampai umur dia tidak panjang, saya puas bisa melihat penyebabnya“. I love you even more, mom!!!!!!

Setelah operasi yang bikin resleting ditubuh nambah 3 biji, de juga harus pakai baju besi yang disebut jewet. Beratnya sekitar 600 gram. De hanya boleh nyopot kalo mandi dan tidur aja. De pakai selama 6 bulan. Bentuknya kaya gini:

Operasi ketiga

Busettt masih kurang de? hehehehe

2 minggu setelah operasi, suhu badan de masih juga diatas 39. Tadinya dikira ini hanya sementara, penyesuaian tubuh terhadap banyaknya sayatan yang ada ditubuh. Tapi setelah di USG, ternyata masih ada 1 kantong abses TBC yang terletak diantara lambung dan ginjal. Pantes aja de gampang mual kalo lambungnya keisi dikit. Untungnya de masih bobo di rumah sakit.

Akhirnya dilakukan operasi lagi untuk membuang cairan tsb, yang ternyata ada sekitar 600cc (1 botol aqua sedang gitu deh). Setelah itu dibuang, tubuh de berangsur-angsur pulih. De bisa latihan duduk, berdiri sampai jalan ditempat (masih pegangan pinggir tempat tidur). Total de nginep di RS selama 1 bulan aja. Biayanya? sekitar 75 jt.

Pengobatan lanjutan

Kapok dengan semua yang sudah de jalani, de putuskan untuk kembali ke jalan yang benar. hihihihi

De memakai jewet selama 6 bulan, dengan penampakan seperti ini:


tampak belakang


tampak depan

De minum obat TBC yang diberikan dokter secara teratur selama kurang lebih 18 bulan non-stop. Alhamdulillah tubuh de berangsur membaik, berat badan naik dengan perlahan sekitar 1kg per bulan (total 15kg dalam waktu 1 tahun). Memang tanda sembuh dari TBC itu salah satunya adalah berat badan naik. Yang tadinya cuma tetelan ma kulit doang, yah secara tulang ma daging gak ada kan ya boowww … akhirnya bisa gempal lagi.

Obat yang de minum dirubah-rubah kombinasinya sesuai dengan kondisi tubuh de antara obat suntik dan obat minum. De juga rutin cek darah dan xray, dari mulai sebulan sekali … lalu 3 bulan sekali .. sampai 1 tahun sekali. Sampai sekarang pun de masih harus rutin GCU (general check up) dan xray setiap tahun, yang de lakukan setiap ulang tahun. Kata dokter biar gampang ingetnya.

Alhamdulillah walo udah diancam untuk tidak HAMIL, de bisa menjalani kehamilan sampai melahirkan Fayra. Tapi kemarin waktu kontrol tahunan, dan de mengajukan pertanyaan apa boleh program anak ke 3 … dokter bilang “masih pingin lagi???? pake celana gih biar gak hamil” hahahaha pake celana mah tiap hari dok, kalo enggak nanti semriwing masuk angin.

Kesimpulan:

  • TBC bisa disembuhkan!
  • Minum obat secara teratur sesuai anjuran dokter.
  • Dukung penderita TBC disekitar anda untuk mencapai kesembuhannya.
  • Ingatkan penderita TBC untuk minum obat secara rutin (biasanya bulan ke 3 udah mulai males minum obat).

Kalo de yang nyaris lumpuh ini aja bisa sembuh dan gempal lagi seperti sekarang, percaya deh kalo penderita TBC lain juga bisa sembuh.

JANGAN MENYERAH sama penyakit. Allah SWT memberikan penyakit itu sebagai penggugur dosa-dosa kita di dunia. Kuncinya : bersyukur, tawakal dan selalu berusaha mencari jalan menuju kesembuhan.

ps:

  • untuk pasien dr.LG yang ketemu de waktu kontrol tahunan, jangan takut untuk dioperasi. Percaya deh kalo beliau punya PENGETAHUAN, PENGALAMAN dan PERALATAN yang tidak diragukan lagi.

  • untuk bu tina di Bandung, selamat menjalani rekontruksi. De tau gak gampang menjalani ini semua, tapi yakin aja bahwa ibu pasti BISA!

  • untuk 2 orang teman de yang menderita TBC otak dan telah pergi mendahului, selamat jalan yah. De tau kalian bukan menyerah karena penyakit, de tau perjuangan kalian sampai nafas terakhir dihembuskan. Ini pasti yang terbaik dariNYA untuk kalian. Rest in peace friends! Kalian gak akan merasakan sakit lagi sekarang.

Alhamdulillah PEN difoto atas telah de hibahkan ke BIBAH yang saat ini menderita TBC Tulang pada Lumbal 5. Semoga pen tsb cocok ditulang belakangnya dan berguna untuk badannya. Cerita lengkap bisa dibaca di sini

Sekarang secara tidak resmi de jadi penyuluh TBC tulang nih hehehe

127 people were on discussion.

Join the discussion, add yours.

1. travellous, 4 September 2008 at 12:04 am

Wuaaah lengkap bgt, serasa ngunjungin blog dokter :p

ikut ngedoain buat bu Tina, dan al fatihah buat yang telah pergi. semoga kita bisa mensyukuri nikmat jasmani yang sudah diberikan Allah SWT, AMiin! :)

2. rahyussalim, 4 September 2008 at 4:59 am

great….. cukup bagus untuk masyarakat awam…sangat informatif

makasih ya dok, ini nulis comot sana sini. takut ada yang salah, makanya manggil dokter kesini utk review

3. linda, 4 September 2008 at 8:38 am

mantab nih postingannya mbak, keknya bakal masuk majalah lagi neh :D

4. za, 4 September 2008 at 8:41 am

waaah, selama ini za pikir TBC itu ya batuk aja, ternyata ada TBC tulang juga…. ngeri jadinya. Tapi, untung segera tau, jadi bisa mencegah….

tetep semangad mbak De….!

5. Ina, 4 September 2008 at 9:59 am

Mo komen ah…

De, kamu memang hebat bat bat…..

Selamat berjuang ya, siap2 buka konsultasi khusus untuk sesama yang penyakitan, hehehe…

6. ei, 4 September 2008 at 10:35 am

nambahin de …
waktu ei ikutan seminar PESAT sesi TBC, katanya TBC tidak akan menular hanya dengan sekali interaksi dengan penderita TBC. Tapi minimal 2 minggu berturut2 setiap hari berinteraksi, baru bisa ketularan.

sekarang banyak dokter yg vonis pasien dengan istilah flek paru, berdasarkan hasil photo rontgen, tapi terapinya persis seperti terapi tbc paru dikasih obat selama 6 bulan.
kalo ada yang di vonis flek paru sama dokter trus dikasih terapi pengobatan 6 bulan, mendingan minta test mantoux dulu atau cari second opinion ke dokter lain
terapi pengobatan 6 bulan saat ini hanya untuk yang positif sakit tbc. Terinfeksi kuman TBC tidak selalu sakit TBC. Lengkapnya liat di sini : http://www.idai.or.id/hottopics/detil.asp?q=70

7. nunik, 4 September 2008 at 1:27 pm

wah ternyata panjang banget ya ‘pergulatan’ De dengan TBC.
Asli baru tahu klo TBC bisa menyerang tulang, kirain cuma menyerang ke paru2 doang.

Itu yang di bandara Changi…kok bisa lupa siy De…

nyimpang dikit dari topik:

layout nya balik ke yang lama ini ya?
tentang Rafa yg gak mau bangun sahur: wah jangan dibiarin De, harus sahur meskipun cuma dikiiit.
Ayo Rafa semangat puasa ya…

8. novita, 4 September 2008 at 2:06 pm

Mba..De..Top deh postingan dari mba. Sangat berguna bagi yg sudah menjalani ataupun yg belum tau kayak aku.
Pokoe..ALLAH maha sayang ya mba…Setiap sakit pasti ada obatnya. seperti mba de..yg selalu ikhtiar ini.

Buat Rafa..selamat puasa juga yahh..jangan takut kayla juga kurus he he. yg penting sehat dan bergizi.

9. triplet's mom, 5 September 2008 at 3:42 pm

postingan dengan informasi yang sangat bagus bermanfaat bagi banyak orang. Insya Allah membawa barokah,..
Alhamdulillah de saat ini telah sembuh dan sehat beraktifitas kembali,..
mengaminkan doa doa de atas teman-teman,..

11. tuteh, 7 September 2008 at 6:17 am

Tulisan2 mbak De terarah dan yang baca cepet ngerti walopun bahasa2 yang digunakan jaoh dari kehidupan sehari2 hehehe… Artikel kayak gini nih yang dibutuhkan oleh banyak orang…
Btw met wiken… met puasa… kalo mas guh di ostrali… oleh2 lebaran na banyaaaaaaaaak :D hehehe

12. danish, 8 September 2008 at 10:42 am

Tante saya divonis dokter kena TBC tulang, bahkan disuruh operasi… tapi beliau masih takut, mohon izin tulisannya mu di print untuk tante, supaya dapet pencerahan, makasih banyak infonya…

silahkan danish. Semoga bisa menambah semangat tantenya. Semoga diberikan kesembuhan yang sempurna. amin

13. Dini, 8 September 2008 at 1:00 pm

wah, gue baru tau tyt ada TBC tulang
gue pikir elu operasi tulang karena jatuh hihihi…

setelah gw jatuh itu baru tau kalo dalemnya ada TBC tulang din. Jatuh itu sebagai ‘jeweran’ untuk gw kek nya. kalo gak gitu gw gak sadar-sadar

14. sie, 8 September 2008 at 2:26 pm

salut gw ama lo..ternyata lo berjuang banget bt sembuh…sekarang ade gw lagi sakit. Katanya sich sakit TBC tapi ga tau sakit TBC Tulang ato bukan..tapi dia awal gejalanya, juga jatuh tp jatuh dari kasur. setelah itu tulang belakangnya sakit. ke tukang urut, diurut2in, ga sembuh-sembuh juga. trs kemaren discan ktnya sih TBC…ga jelas juga nich..tulangnya sampe sekarang msh sakit, kdg suka nyeri..moga-moga bkn TBC tulang..:d

sebaiknya bawa adik kamu untuk periksa lebih lengkap lagi deh. hasil scan menunjukan TBC, udah di mantoux dan tes darah belum?

periksa secepatnya, agar penanganan bisa maksimal. Sebelum sakitnya bertambah parah

15. Bunda Aulia, 9 September 2008 at 12:42 pm

Nggak nyangka ya.. ternyata mbak De punya pengalaman hidup yang penuh perjuangan! Hebad.. bisa menjalani semuanya dengan penuh semangat!

Baca postingan ini jadi ngerti banyak tentang TBC. Kirain TBC itu cuman paru doang :D.
Tunggu aja… bentar lagi nongol di Majalah Kesehatan :P

16. gustin, 11 September 2008 at 8:37 am

buat de boleh tau alamat emailna ga?
aqu juga ngidap penyakit itu… sekarang dah operasi yang ke 2 penna diambil..

cm mau sherring aja secara pribadi.

hai Gustin,
de udah email kamu yah. Tapi kalo belum diterima, kamu bisa email ke mama at rafayra dot com

17. uchie, 15 September 2008 at 1:50 pm

great….tulisan yg bgus pwt penyemangat ..

dibadanq jg ada pen nya tp krna kna skoliosis.. :-)..

wktu itu prnh posting di msi kn???

lam kenal mba’ de…

uchie

de udah baca blog kamu. PEN nya panjang juga yah

18. Cristian Novianto, 20 September 2008 at 9:27 pm

Ak juga sekarang kena penyakit TBc tulang. boleh minta alamat emailnya ga? atau FS?

email : mama at rafayra dot com

FS atau FB : dekretno at yahoo dot com

19. wisnudisini, 24 September 2008 at 12:26 am

mbak mbak mau tanya masa recov TBC itu harus 6 bulan ya??mungkin gak bisa di percepat atau justru malah jadi lama??faktor penyebabnya apa aja??kalo kena TB paru selain obat dokter punya anjuran kah buat mempercepat penyembuhan??maklum udah mulai k.o neh nelen obat dokternya hehehehe

masa pengobatan TBC itu minimal 6 bulan. Kalau TBC tulang lebih lama, butuh waktu 18 bulan. De sih gak nyaranin pengobatan lain selain ke dokter. Karena de juga udah nyoba yang lain, tetap aja balik ke dokter.

20. wisnudisini, 24 September 2008 at 12:28 am

sekalian mohon doanya ya mbak de supaya cepet sembuh,,terima kuaaasihhh buat blog nya,,menambah semangat nih hehehe,,cayoo cayooo

21. jodi, 28 September 2008 at 12:33 am

wah..lengkap benul…sip2..jd tambah pengetahuan lg neh..anyway thnx a lot…

22. septi, 5 October 2008 at 9:41 pm

wahhh…mbak ini TBC ato skoliosis??

ceritanya hampir sama kayak skolioisis

tengok2 blog saia yah…
http://www.hanum01.wordpress.com

de kena TBC tulang, skarang efeknya tulang de agak bengkok. Jaid skoliosis deh. hehehe

23. irda afriyani, 24 October 2008 at 12:46 pm

de…teman saya ada juga yg terkena penyakit TBC Tulang,kalau boleh saya tahu kemarin de operasinya dimana,mohon informasinya.Saya dengar-dengar biaya operasinya mahal sekali.sekali lagi mohon dibantu informasinya.sebelumnya terima kasih banyak.

Udah de jawab di komen sebelumnya.

Operasi pertama thn 2003 de lakukan di RS. Pondok Indah oleh dr. Ifran Saleh

Operasi kedua dan ketiga thn 2004 dilakukan di RS Mitra Kemayoran oleh dr. Lutfi Gatham

24. Lanny, 29 October 2008 at 10:28 am

Mau tanya dong, waktu itu pakai dr siapa n praktek di mana? Thx ya.

Operasi pertama di RS. Pondok Indah sama dokter Ifran Saleh
Operasi kedua dan ketiga di RS. Mitra Kemayoran sama dokter Lutfi Gatham

25. kelly amareta, 31 October 2008 at 12:16 am

Tulisannya bagus sekali. Lengkap, terinci, informatif dan menggunakan bahasa yang mudah dicerna. Terima kasih.

terima kasih udah berkunjung dan sempetin baca postingan yg panjang ini

26. bintoro, 1 November 2008 at 3:38 pm

Saya juga pernah kena penyakit tbc tulang punggung. Gejalanya awal tahun 2007 dan aku sempat opname 2 kali, meski sudah divonis oleh dokter tuk secepatnya operasi. Akhirnya awal juli aku lumpuh dari pinggang kebawah, terus aku dibawa ke surabaya. ke dr. Soetomo. Disana aku gak bisa apa2 selama 2 bulan. Cuma bs gerakan tangan dan kepala saja.

Awal agustus 2007 aku operasi pertama tuk membersihkan virus tbc. Karena virusnya sudah kering, maka tulang aku harus dikerok, sehingga aku harus di operasi lagi kedua kali tuk pasang pen.

Setelah operasi aku harus belajar tuk duduk, meski rasanya sakit tapi aku punya tekad tuk sembuh, dan aku harus minum obat selama hampir setahun. Aku juga harus pake baju yang dibuat dari fiber selama 6 bulan.

Tuk kembali seperti normal butuh perjuangan yang sangat berat dan panjang. Tanpa dukungan dari orang dekat dan dari semangat sendiri mustahil aku bisa jalan seperti ini. Dan juga aku membutuhkan mukjizat dari Allah, dan alhamdullilah aku mendapatkannya dengan izinya karena aku sudah pasrah atas kehendak-Nya. jika aku memang umur aku sudah gak panjang lagi aku siap diambil kapan saja.

Tepat setahun agustus pertengahan 2008 pen aku dicabut. dan sekarang aku dah bisa jalan lagi, bisa aktivitas seperti dulu.

Alhamdulillah, another success story. Berjuang melawan penyakit mematikan, memang tidak mudah. Tapi bukan tidak mungkin! semoga kita diberi kesembuhan yang sempurna. Amin

27. edo, 7 November 2008 at 6:07 pm

ibu q ckrng terserang TBC tulang kata dokter gak perlu d oprasi,ckp minum obat selama 1thn,kira2 nti setelah 1th bs sembuh kaya semula gak ya????????/
cz ckrng ia sulit untk berdiri…………….^_^
coment

Mungkin kondisi ibu kamu belum terlalu parah. Jadi belum diperlukan tindakan operasi. Yang pasti TBC bisa disembuhkan. Minum obat secara teratur aja, jangan sampai putus.

Tapi kalau sudah sampai sulit berdiri, dokter memutuskan belum perlu operasi…. mungkin kamu perlu ke dokter lain. Cari opini kedua atau bahkan ketiga. Untuk memastikan aja bahwa memang belum perlu dioperasi dan kondisi nya tidak terlalu parah.

28. may, 13 November 2008 at 9:37 am

hebattt…aq salut ma kegigihan mbak de.
jd inspirasi aq tuk jalani pengobatan lg …
smoga qt sll dpt perlindungan dan kekuatan dari Nya… amien

29. ade, 21 November 2008 at 10:29 am

hebat de….
salut gw ama elo de.

30. freza, 24 November 2008 at 4:01 pm

aku jg setahun yang lalu kena tb tulang.. udah minum obat teratur dan berat badan naik 20kg alhamdulillah.. sekarang masi minum rifam sama inh 1x perhari.. kata dokter masi satu tahun lagi minum obatnya..
yang aku takutkan istri apakah bisa tertular..?soalnya barusan dia mengeluh sakit pegal2 di kaki kirinya..
yang aku dapat dari berbagai info klo kita sudah minum obat at least 2 bulan. dia udah gak bisa menular lagi dan yang paling berbahaya menular adalah balita.. apakah benar demikian?
mohon sharing infonya mba de, dan teman2 lainnya.. dan apa saja pencegahan terbaiknya..
trims,,

Alhamdulillah udah bisa melalui setahun yang lumayan berat. Obatnya diminum terus yah, jangan sampai putus. Sayang loh kalau harus mengulang lagi.

Untuk TBC selain paru, tentu aja tidak menular. Kalaupun ada kerabat kita yang kena TBC setelah kita, pasti disebabkan oleh pasien TBC paru.

Coba istrinya dicek dulu yang lengkap ke dokter. Biar dapat jawaban yang lebih jelas aja. Apa pegal2nya itu krn TBC tulang atau ada penyebab lain. Atau mungkin cuma kecapekan aja.

Pencegahan terbaik tentu aja dari pola hidup. Bagaimana kita senantiasa menjaga tubuh kita tetap sehat. Makan dan olahraga secara teratur, itu yang paling utama. Dan kalo kita merasa ada sesuatu yang aneh dalam tubuh kita, secepatnya periksa ke dokter. Itu aja paling.

31. lydia, 14 December 2008 at 6:37 am

Waa lengkap bgt infonya,mba ade blh tanya ga dr.LG itu dimana? Soalnya temen saya jg kena TB tulang.terima kasih ya infonya

dr. LG ada di RS Bintaro, RS Pondok Indah, RS Mitra Kemayoran, RS Fatmawati

32. velov, 27 December 2008 at 11:55 am

salam kenal,

Apa ada yg pernah ngalamin tiap bangun pagi tulang punggung belakang area belakang lambing sakit luar biasa,

Apakah gejala awal tbc tulang bisa jg seperti skt punggung yg saya alami?

Salam,
Ve

33. ic team JAI, 8 January 2009 at 2:15 pm

Untuk Mbak Khojia yang sedang berjuang untuk penyakit ini smoga bisa mengatasinya n cepat sembuh aja.
Allah akan memberi kekuatan untuk kesembuhan Mbak.

Khojia? Siapa kah?

34. woony, 10 January 2009 at 4:59 pm

Mbak De, mau tanya dong…
kalau boleh tahu kenapa operasi 2&3 tidak dilanjutkan dengan dr. Ifran Saleh?
Thanks yah.

Dulu operasi pertama ke Dr. Ifran, karena Dr. Lutfi lagi ke US. Nah begitu harus operasi ke 2&3, balik lagi ke Dr. Lutfi. Memang knapa?

35. Woony, 12 January 2009 at 11:30 am

Oh begitu.. Saya lagi bingung pilih dokter untuk operasi mbak. Kebetulan mbak De pernah sama 2 dokter. Saya takut salah pilih mbak.
Thanks ya mbak.

2-2nya sangat berpengalaman kok. Lagian kan mereka punya pengalaman, pengetahuan, dan peralatan. Insya Allah percaya saja ama mereka. Kapan mau operasi?

36. Woony, 13 January 2009 at 6:25 am

Rabu pagi ini aku dioperasi ama dokter ifran mbak. Bantu2 doanya mbak. :)
Thanks.

Insya Allah, semoga diberikan kesembuhan yang sempurna yah. Kalo ada apa2 YM aja: dekretno

37. OjEg2000, 15 January 2009 at 11:05 am

Subhanallah….luar biasa..
Terimakasih banyak sharingnya ya..
Untung ketemu mb de baru setahun belakangan…kalo dulu2 ketemunya, ngeri kali ya melihatnya (abis adanya tulang+kulit doank)..skr nggak nyangka kalo mb de alumni sarang TBC tulang, orangnya lari2 & brisik melulu he he..kayak nggak pernah sakit…saya yakin info ini sangat bermanfaat bagi semua orang…tetap semangat ya mb e..wasslam

setidaknya sekarang badan de udah ada ‘tetelan’nya kan? gak brani bilang montok soalnya hahahaha.

38. lastri, 16 January 2009 at 2:01 pm

mbak saya punya kaka ipar juga pengidap penyakit TB baru ini masuk ke rumah sakit dinyatakan TB otak dan syaraf, sekarang kondisinya sudah dibawah sadar, mungkin anda sekalian ada yang tahu ttg TB yang satu ini saya tunggu jawabannya, adakah harapan sembuh untuk TB otak ini Thanks

39. wina, 23 January 2009 at 12:35 pm

informasinya bagus banget, lengkap, dan membuat optimis pembaca termasuk saya. Apakah boleh sharing lewat email? Ada satu hal penting yang ingin saya tanyakan, yaitu apakah orang yang pernah tbc masih bisa hamil secara normal, tanpa usaha inseminasi, misalnya? terima kasih banyak!

alhamdulillah…semoga berguna

silahkan mbak kalo mau email ke mama at rafayra dot com aja

40. asyi, 13 February 2009 at 2:16 pm

saya dari malaysia..
mahu tanya, macam mana nak cegah TB tulang..?
kena operate juga ke?
xdela teruk sangat..
cuma sakit2 belakang jer…

41. dani, 2 March 2009 at 1:15 pm

saya mo tanya, mungkin mbak sedikit banyak udah tahu, anak saya divonis kena TBC Otak, kira2 bisa sembuh, nggak?

pertanyaannya berat banget nih.
Jujur de gak bisa bilang apakah seseorang bisa sembuh dari TBC atau enggak (apapun TBCnya). Semua tergantung dari bagaimana pasien menyikapi penyakitnya aja. Kalau kita semangat untuk mencapai kesembuhan, maka insya Allah kita diberikan kemudahan melaluinya.

Support dari lingkungan terdekat pasien (keluarga, teman, dll) sangat dibutuhkan.

Lebih baik konsultasi ke dokter aja untuk tau lebih jelas kondisi penyakitnya dan bagaimana proses penyembuhan yang harus dilalui

42. rahma, 13 March 2009 at 12:23 pm

berawal dari jan awal sekitar tgl 5,aku demam2 bolak-balik dokter yang berbeda dengan obat berbeda hanya penghilang sakit dan dgn diagnosa yang berbeda-beda.sampai akhirnya rujuk ke Rs.Budhi asih,dan test2 semua sampai positive tbc tulang.karena ada benjolan yang terasa nyeri di leher.membuat badan pegel2 selalu stiap saat demam.

Trus gimana kondisi kamu sekarang? Sudah membaik kah?

43. Rama Aprilla Ekavitra, 14 March 2009 at 8:41 pm

wah.. mba ceritannya mengharukan banget.. baru baca aja udah langsung tersentuh..

ternyata TBC msh bs di sembuhkan ya mba?
bgini mba, ada tmn dket saya yang di diagnosa sm dokter mengidap TBC Tulang..

mdh2an aja deh g terjadi cz br diagnosa aja.. skarag c bru tahap X-ray, Periksa Dahak, sama sample darah..

mau nanya ni mba, dulu mba pas terserang pnyakit tsb di rumah sakit mana? menurut mba rmh skt mana yg bagus di jakarta ini buat penanganan penyakit ini?

mba saya msh pgn tanya lbih jauh lagi ni, maukah mba berbagai ilmu dgn saya? ini demi teman dekat saya jg mba.. makasih ya mba.. bolehkah kita sharing di email saja?

ni email saya rama_a_ekavitra@yahoo.co.id mohon jawab pertanyaan saya ini di email saya ya mba..
makasih byk lho mba atas informasinya.. karena informasi mba dpt menolong byk orang..

semoga sehat selalu..

Hai Rama,

Terima kasih ya udah baca blog de.

Saat divonis TBC tulang, kebetulan de berobat di RS Mitra Kemayoran. Setelah itu mencari kebenaran vonis dengan pindah2 dokter. Dari MMC-kuningan, RS. Siaga Raya, RS. Pondok Indah. Dan ternyata smua menyatakan penyakit yang sama.

Operasi pertama dilakukan di RS. Pondok Indah oleh Dr. Ifran Saleh

Operasi kedua dan ketiga dilakukan di RS. Mitra Kemayoran oleh Dr. Lutfi Gatham

Sebenarnya gak bisa bilang RS mana yg bagus untuk penanganan penyakit ini. Yang terbaik untuk proses penyembuhan adalah bagaimana pasien menyikapi penyakit yang dideritanya.

Kalau mau ngobrol lebih enak, kamu bisa SMS ke nomor yang de kasih via email. Nanti de yang telp kamu deh

44. diana widiastuti, 23 March 2009 at 9:45 am

Mbak saya juga pasang pen dipunggung sejak tanggal 13 November 2006 di RS. Panti Rapih Yogya dan dokternya Tedjo Rukmoyo. Dan sampai sekarang masih dipunggungku.

Tulangku yang rusak tulang lumbal 3 hancur karena kena virus tbc dan itu gara-garanya jatuh di tahun 1996 dan terasa baru tahun 2006. Karena memang dulu aku gemuk 74kg langsung jadi 57kg tetapi setelah operasi dan keluar dari rumah sakit dan minum obat tbcnya cuman 6 bulanan berat badanku naik jd 65kg, ttp ak skrg diit buat kurusin bdn ttp hrs sehat.

Mbak kalo hamil bgmn karena aku belum nikah jadi menurut mbak bahaya gak?

Insya Allah aku mau lepas pen dipunggung Juli 2009 doain berhasil ya….
Terima Kasih

hai Diana,
Kalo mo hamil gampang kok. Tapi cari suaminya dulu biar aman ada yang tanggung jawab. hehehehe

Sebaiknya kamu pikirin setelah lepas pen aja. Nanti konsultasi ke dokter aja prosedurnya gimana.

De udah operasi 3x berhasil hamil lagi tuh. Asal muasalnya bisa dibaca disini dan lengkapnya baca di situ

45. Rury, 27 March 2009 at 12:46 pm

Assalamualaikum…
Hai De…, ternyata kita punya pengalaman yang sama,boleh kan Ry berbagi cerita.

posisi tulang belakang Ry yang terkena serangan adalah posisi thorax IV - VI, sejajar lingkar dada,disanalah tempat plat platina itu ditanam, baru 1.5 tahun yang lalu, di RS Halmahera Siaga BDG .

Walaupun Ry cuma 1x operasi, tapi karena posisi tersebut pusat syaraf sensitif dan pusat keseimbangan tubuh, efek sampingnya setelah keluar ruang operasi Ry sempet lumpuh dari pinggang ke bawah, kaki ini betul2 gak bisa bergerak.

Wuuiiiihhhh….serasa runtuh dunia ini, knapa gini jadinya ? operasi yang diharapkan bisa menghilangkan penyakit malah menimbulkan masalah baru.

Tapi Alloh memang maha besar, Ry masih diberi kesempatan untuk sehat, lewat fisioterapi dan banyak berlatih, juga support dari orang2 terdekat, terutama mama, akhirnya fungsi kaki ry berangsur-angsur pulih, saat ini ry sudah bisa jalan lagi, walaupun belum normal seperti sebelumnya, terutama kaki kanan yang masih kaku dan agak susah digerakkan juga keseimbangan tubuh yang masih belum stabil, jd jalan nya msh goyang-goyang gitu deh.. kyk orang teler…he..he..

walau begitu Ry bersyukur banget, skrng udah bisa kerja lagi, ampe detik ini, ry msh minum obat dan terapi, mudah2an, bisa pulih 100%

thanks ya De udah mau berbagi cerita, ry jd gak ngerasa gak sndiri berjuang melawan penyakit ini.

semoga semua penderita TBC juga bisa sembuh total dan tetap semangat menjalani hidup.

Gak ada yang gak mungkin klo ALLOH berkehendak.

Thanks udah mau denger cerita Ry.

Hai Ry,
Terima kasih udah baca blog de.

Semangat ya Ry, kamu pasti bisa melalui ini semua. Kalo de aja bisa sehat lagi seperti skrg, de yakin yang lain juga bisa.

Kesembuhan hanyalah wujud dari kemauan! Kalo kita mau dan semangat untuk sembuh, maka kesembuhan pasti terwujud.

Semoga kita diberikan kesembuhan yang sempurna. Amin

46. hani, 31 March 2009 at 2:54 pm

De….
iparqu di diagnosis kena tbc tulang blum lama. Padahal,diagnosis awalnya karena osteoporosis di bagian pinggul.Osteoporosisnya tidak dioperasi melainkan di gips dan sudah menjalankan terapi.Tapi, karena tidak kunjung sembuh (masih sering sakit padahal sudha hampir 3 tahun lho) akhirnya coba tanya ke dokter spesialis lain dan di diagnosis kena tbc (3 dokter lho de…).Masalahnya de, iparqu ini takut di operasi.Sedangkan yang aku liat di blogmu operasinya panjang juga yach….Kira2 ada nda sepengetahuanmu alternatif lain untuk pengobatan tbc tulang selain di operasi.
Thank ya de….
PS: De, tolong reply ke emailqu juga yach…

Hai Hani,
De memang pernah mencoba beberapa alternatif untuk menghindari operasi. Dari mulai pijet, jamu, sinsei,dll. Tapi gak ada yang berhasil.

Jadi de gak menyarankan teman2 untuk mencoba hal itu juga. Lebih baik ke dokter aja deh

47. eva, 16 April 2009 at 4:11 pm

Hi Mba, pacarku juga belom lama ini habis operasi tbc tulang belakang.minggu kemaren sudah boleh pulang dari RS setelah sminggu sbelumnya dioperasi . sy bisa ngerasain gimana perjuangan mba waktu itu , wah hebat , smangat mba besar bgt.salut utk mba .

mba boleh berbagi pengalaman ga , gini setelah dioperasi apa pinggang mba jadi linu2?

soalnya sampe sekarang pacar sy ini pinggang nya masi sakit pasca operasi . dokter masi tetep suru pake korset utk bbrp bulan .tapi anehnya kadang bisa lbh sakit dari beberapa hari setelah operasi.
takutnya pinggangnya itu sakit karena tbc nya menyebar kepinggang atau ada saraf yg kejepit waktu berlatih jln .

apa mba juga dulu ngalamin yg sama setelah operasi ? mba bisa mulai hidup dgn normal lagi & berhenti bed rest berapa lama? sy boleh email ke email pribadi mba ga?atau sy ym ? makasi yach mba utk share nya .

hai eva,
setelah operasi, perasaan ngilu didalam tulang - perih dijahitan - kaku dibadan … itu smua pasti dirasakan ama de juga. Yah de kan manusia juga, bukan robot hehehe.

Apalagi 2 tulang pinggul dan 2 tulang rusuk diambil untuk dicangkok ke punggung. Jadi bekas potongan itu berasa banget ngilu nya. Jangan tanya gimana rasanya saat dokter pencabut benang jahitan sepanjang 30cm dipunggung yah … rasanya luar biasa ^_*

Malah krn tulang pinggul dikiri itu diambil, saat bisa jalan .. de agak pincang jalannya. Tapi dokter mengingatkan de utk tidak membiasakan jalan pincang, karena takut akan keterusan. Jadi de belajar jalan dengan posisi badan tegap. Untungnya dengan bantuan korset/jewet, badan de udah tegak dengan sendirinya. Malah teman2 bilang “lo itu abis dirumah sakit sebulan, atau akademi militer?” hahaha

Hidup normal lagi brapa lama?

wah de gak merasa hidup de gak normal, cuma de merasa jadi orang sakit doang yang kebetulan numpang nginep 30 hari di RS, 2 hari di ICU, 3x di kamar operasi

stelah itu dirumah saya tidak total bedrest. Cuma saya berhenti dari kerja kantoran aja. Pekerjaan dan kegiatan lain dirumah dilakukan normal aja. Korset/jewet tetap saya pakai selama 6 bulan.

48. Diatri, 26 April 2009 at 10:18 am

Assalamualaikum,
Boleh kenalan ya…
Nggak sengaja ketemu blog de pas cari ttg skoliosis
cerita yang luar biasa, kisah yang sama pernah saya alami sekitar th97-99
Tahun 97 saya mulai merasa sakit dengan gejala yang macam-macam dan tidak khas sampai dokter pun sulit menyimpulkan saya sakit apa, perut membesar tapi tidak hamil, mual, kembung, kejang perut, BAB sakit, ada pembesaran kelenjar di selangkangan , hernia, kaki terkadang sakit sekali sampai puncaknya haidz saya ikut berhenti. Anehnya hasil laboratorium semua baik( Salah kali ya) pemeriksaan penunjang seperti usg dan rontgen pun tak bisa membuat dokter mengambil keputusan. Akhirnya th 98 saya beranikan diri untuk menjalani operasi, sebelumnya saya sangat takut operasi, takut nggak bangun lagi, hehe.. konyol bener. Hasilnya rongga perut saya penuh dengan cairan abses kuman TB, lapisan perut saya koyak karena kuman tsb sehingga usus saya turun ke selangkangan, itu yang menyebabkan kalo BAB sakit luar biasa. Dari hasil PA saya menderita TBC perut dan kelenjar. Satu hal yang amat saya syukuri dari hasil PA tsb tidak nampak keganasan. Dari situ saya yakin akan sembuh jika saya tertib minum obat tb yang dianjurkan dokter, pengobatan direncanakan 12 bulan. Kondisi saya waktu itu sama dengan de tinggal tulang berbalut kulit, tinggal 33 kg sebelumnya 47-49 kg.
Cerita masih berlanjut.
Entah karena kuman sudah telanjur menyebar kemana-mana atau karena kondisi melemah karena kuman tb, 2 minggu setelah operasi, badan saya mulai kaku-kaku, sendi mulai sakit kalo digerakkan, dari berdiri,jalan, duduk tidak bisa saya lakukan. Akhirnya saya hanya berbaring,itupun saya sulit bergerak kekanan dan kekiri, bisa tapi sakit dan berat. Ketika dikonsulkan sama suami itu karena tb-nya, jika kuman melemah semua gejala itu akan hilang. Itu belum selesai, luka jahit di selangkangan yang semula kering, bengkak lagi. Dokter bilang kalo pecah jangan panik dibersihkan saja. Benar sesampai dirumah lansung pecah dan terus menerus mengeluarkan cairan, baru kering setelah enam bulan pengobatan. Syukur alhamdilillah, saya merasa telah dipanjangkan umur saya, sedikit demi sedikit kesembuhan itu nampak. Bln ke-4 saya sudah bisa ruku’, haidz saya datang lagi dan terus teratur sampai sekarang, kekuatan fisik saya pulih dan berat tubuh saya meningkat hingga sekarang sudah bulat dan bundar. Saya dinyatakan sembuh setelah pengobatan 12 bulan, dengan meninggalkan bekas bengkoknya tulang belakang ya skoliosis itu tadi. Sebenarnya tidak mengganggu.
Kalau tidak diingatkan Allah seperti tidak sengaja nemu blog ini sering lupa kalo pernah sakit. Jadi ingat untuk lebih syukur lagi.
Dulu ketika sakit saya pernah mencoba jalan ke kamar mandi dari kamar saya yang hanya 5m, butuh waktu 15 menit itupun dengan dituntun suami sambil nangis karena sakit, tahun kemarin Allah beri kesempatan untuk ibadah haji, kita jaln kaki dari tenda untuk melempar jumrah ke jamarat menempuh jarak 14 km pulang pergi tanpa berhenti. Subhanallah, saya menangis penuh syukur merasakan kemurahan dan kekuasaan Allah.
Untuk yang masih sakit, jangan pernah putus asa, Allah-lah yang akan menyembuhkan segala penyakit, amat mudah bagi Allah untuk angkat semua penderitaan kita.
Buat de, semoga Allah selalu menjadikan de menjadi orag yang selalu bersyukur dan diberi umur yang barokah
wassalam

49. lydia, 20 May 2009 at 10:10 am

Mba de,
saya mau tanya
saya kan baca tulang rusuk mba de kan diambil 2ruas, bs numbuh lagi ga mba tulang rusuk yg diambil.
thanks ya info nya

hai lydia,
tulang rusuk yang sudah diambil tidak bisa tumbuh lagi. Tapi kata dokter, manusia dengan 2 tulang rusuk aja masih bisa hidup kok. Sementara de dari 12 sisa 10…masih cukup lah. hehehe kaya barang apa aja yah.

tapi tulang pinggul yg diambil 2 ruas itu, katanya akan tumbuh sampai umur kita 40th. gak tau deh tumbuhnya akan sempurna seperti sebelum diambil atau enggak. De gak berani ngintip hihihihi

50. lydia, 20 May 2009 at 1:44 pm

Mba ade makasih bgt ya td udh jawab email saya.mba klu boleh saya mau tanya lagi? Ngilu yg tulang rusuk itu brp lama br ga brasa? Mesti minum obt anti sakit ga& klu perlu minum brp lama? Klu makan ada pantangan ga mba? Kata orang-orang habis dioperasi ga blh makan makanan dingin.terima kasih bnyk ya mba,.maaf ni jd bnyk pertanyaan,thanks ya infonya

Ngilu dirusuk brapa lama yah gak berasa…lupa tuh. Pokoknya kalau dijalankan dengan ikhlas dan terus bersyukur kita masih diberikan kesempatan utk hidup … insya Allah semua akan lebih ringan. De menghindari obat penghilang rasa sakit atau ‘pain killer’. Takut ketergantungan dan kebiasaan. Jadi sakit n ngilunya dinikmati ajah. Pantangan makanan gak ada. Pantangan kegiatan cuma:

  • no high heels / gak boleh pake sepatu dengan hak >3cm
  • no more car driving / boleh nyetir kalo mobilnya matic dan jalanan gak macet
  • gak boleh bawa beban lebih dari 3kg
  • gak boleh sering-sering naik turun tangga

Intinya sih gak boleh jadi orang susah kali ya hehehe

51. cebong, 3 June 2009 at 11:01 am

mw tanya mbak de…
klo blh tahu, operasi dilakukan dimana? oleh dokter siapa?
makasih

udah dijawab sebelumnya loh. coba scroll up-down

52. Bu Tina, 3 June 2009 at 8:23 pm

Mbak de,
saya ibu tina di Bdg.

trims atas doanya. skrg Alhamdulillah saya sudah sembuh dan sudah bekerja lagi 3 bulanan ini.

saya dulu dioperasi 2 kali, yaitu di RSHS dan di Fatmawati karena ada abses.

Saya dulu dpt info dari De ttg Dr.Lutfi dan saya dioperasi yg ke 2 oleh Dr Lutfi.

Sekali lagi terima kasih ya atas semangatnya. Ini saya pakai email anak saya rivan. Kalau boleh saya ingin tahu email atau no kontak ry yang TB tulang dari Bdg.

Bu Tina,
Alhamdulillah ibu sudah bisa bekerja dan sehat lagi seperti semula. Inti dari kesembuhan itu cuma KEMAUAN. Kalau kita mau untuk sembuh dan yakin bisa sembuh, maka kesembuhan akan terjadi. Semoga kita semua diberikan kesembuhan yang sempurna. Amin.

53. Anna, 3 June 2009 at 8:29 pm

Mba,
Saya Ana 29 thn.

Saya divonis dokter mengidap penyakit TBC tulang (L4-L5) disarankan operasi, tapi karena masalah biaya saya makan obat saja selama 18 bln. Setelah 5 bln kemudian tulang belakang saya semakin hari semakin m’bengkak. Dan badan saya makin m’bungkuk. Rencana saya mau operasi.

Yang mau saya tanyakan:
Bahayakah operasi itu dan apa saja resikonya?
Dan berapa kira2 biayanya?

Trimakasih ats bantuannya ya mba..

Ana,
Terima kasih sudah membaca blog ini. Saya agak sulit menjawab pertanyaan kamu karena kondisi setiap pasien itu tidak sama dan biaya operasi di setiap rumah sakit juga berbeda. Apalagi saya dioperasi tahun 2003 dan 2004. Inflasi kenaikan harga pasti ada. Tapi sebagai gambaran aja saya sebutkan disini:

1. Pada tubuh saya, resiko jika tidak dioperasi adalah LUMPUH PINGGANG KEBAWAH. Karena kondisi kantung nanah yang cukup besar (600ml) dan L2-L3 saya juga sudah rusak parah. Bahkan saat itu kantung nanah sudah menekan lambung dan ginjal. Saya gampang merasa kenyang walau hanya diisi sedikit makanan, hingga berat badan saya turun sampai 10kg/bln. Mungkin resikonya akan lebih gawat lagi jika kantung nanah ini pecah didalam tubuh saya.

Jika saya telat dioperasi, kemungkinan terburuk yang terjadi adalah kantung nanah itu pecah … organ tubuh saya akan dipenuhi nanah. Selain itu dengan turunnya berat badan saya yang drastis, dipastikan metabolisme tubuh saya juga akan terganggu. Saya tidak tau lagi apakah dengan kondisi seperti itu saya masih bisa bertahan hidup.

2. Setelah operasi dilakukan tentu saja ada proses yang harus dilalui. Minum obat non-stop selama 18 bulan, menggunakan jewet/korset/baju besi selama beberapa bulan sampai tulang saya kuat untuk beraktivitas normal, menghindari naik-turun tangga, menghindari peggunaan high-heels (sepatu hak tinggi >5cm), menghindari olahraga high-impact (aerobic, lari, dll). Selain itu harus rutin kontrol ke dokter untuk pengecekan darah, urine dan xray dengan periode dari 1 bulan sekali, 3 bulan sekali, 6 bulan sekali. Bahkan sampai saat ini pun saya masih rutin melakukan general check-up, yang dilakukan setiap saya ulang tahun (biar gampang inget nya… birthday sbg alarm)

3. Biaya operasi pertama thn 2003 = 50jt sekian. Biaya operasi kedua dan ketiga thn 2004 total = 70jt sekian. Itu pun saya ambil kamar kelas 2.

semoga ada gambaran yah. Selamat menjalani proses menuju kesembuhan, semoga diberikan kemudahan dan kelancaran. Semoga kita diberikan kesembuhan yang sempurna. Amin

54. Betra, 11 June 2009 at 5:11 pm

Assalamualaikum.. mbak saya betra 35 th,
1,5 tahun yang lalu tepatnya september 2007 saya kena tbc tulang tapi kenanya dileher C4 dan C5 yang mengakibatkan saya lumpuh sebelah kanan, karena takut operasi saya mencari pengobatan alternatif selama 1 bulan ,akibatnya bukan sembuh malah saya menjadi lumpuh dari leher kebawah. yang bisa digerakan hanya kepala .

Pada waktu itu saya dan keluarga mengambil keputusan berobat kejakarta tepatnya RS Fatmawati. Pada tanggal 2 Nopember 2007 saya dioperasi oleh dr.lutfi gatam ,dileher saya dipasang pen. Saya menjalani parawatan selama 3,5 bulan di RS. Keluar dari rs sudah bisa jalan pakai alat bantu.

Alhamdulillah sekarang sudah 1,5 tahun dan saya sudah bisa berjalan dengan normal kembali dan melakukan aktifitas rumah tangga seperti biasa.O ya pen dileher saya menurut dokter tidak usah dibuka.

Tapi ada sesuatu yg mau saya tanyakan sama mbak, apakah mbak de setelah 1.5 tahun selesai operasi masih merasa capek melakukan aktifitas terutama kalau banyak berdiri ?

Punggungnya masih terasa pegal\ngilu gak?

kemudian klu tdk salah mbak de kan ngak pakai pen yg jadi pertanyaan saya untuk menyambungkan tulang rusuk dengan tulang belakang pakai apa?

Makasih atas jawabannya…

Wa’alaikumsalam
Hai Betra,
makasih udah baca blog de.

Alhamdulillah another success story, senang deh bisa tau ada pasien TBC lain yang bisa sembuh. Supaya pasien lain ikut semangat melihat perjuangan kita menuju kesembuhan ini.

Setelah operasi tentu aja kondisi badan kita beda dengan sebelumnya. Sekarang walo udah 4 th berlalu, badan lebih gampang capek. Apa karena faktor umur yah? hahahaha penuaan dini

Serius nih, memang pastinya beda kok kondisi badan kita setelah operasi. Namanya juga udah diobok-obok dokter, dan badan kita udah gak sesempurna dulu (postur tulang sudah gak sempurna, kulit juga ada bekas sayatan operasi). Jadi wajar aja kalo sekarang lebih gampang capek. Kalo sudah capek pasti tulangnya ngilu. Itu semua de alamin juga kok. Yah de kan juga manusia, bukan robot … walo badan udah kaya frankenstein banyak bekas sayatan hihihihi.

Tapi semua itu tidak de sesali. Semua de nikmati. Bahkan sekarang de jadikan sebagai ALARM badan. Jadi kalo kecapekan … tulang mulai ngilu … kaki mulai bengkak, itu alarm biar de gak kelewat lincah lagi kaya bola bekel. Biar de mulai ngerem … take a break … istirahat.

Pengganti tulang belakang setelah pen dicopot kan sudah de tulis diatas: TULANG RUSUK 2 buah + TULANG PINGGUL 2 buah.

55. cyfa, 13 June 2009 at 11:54 am

aduwh informasinya komplit banget……..
mba,aq syfa di bdg usia saya 14 th
aq baru tau lho ada tbc tulang,,
hehehe,,,
aq juga ada pembekokan tulang punggung tapi aq belum tau aq apa penyakit aq ntah skoliosis tow tbc tulang…
kata dokter aq harus ke rs hasan sadikin untuk memastikan apa penyakit aq yang sebenarnya…
soo,,aq harus siap” untuk di diagnosa,,,
hehe
jadi degdegan nikh.,

56. Angga aditya, 17 June 2009 at 1:23 pm

Mba de..Saya angga mhsiswa 21th..
Sumpah jd pnyemangat bgt..
Angga jg skrg lg skt tbc tulang ud

57. nofry, 1 July 2009 at 1:45 am

mw tnya mbak de.
aq pnya oom skrng lg diRS arifin pekanbaru riau,dya divonis pnykt TBC tulang, udh diagnosa n trnyata hrs dioperasi secepatnya.yg aq tnya apa pnykt TBC tulang ini bs jg ya menular ke organ tbh lainnya??

58. rafidah, 1 July 2009 at 11:35 pm

Asw De..saya ida dari Malaysia sangat kagum dengan semangat juang & redha kamu kepada yang Maha Esa. Terima kasih kerana berkongsi pengalaman.

Ayah saya juga disyaki mengidap tb tulang tetapi masih lagi dalam proses penyiasatan.

59. deemz, 4 July 2009 at 6:41 pm

trma kasih bnyak mba.. Dngan membaca blog in ayah sya yang sekarang baru selesai operasi tb tulang nambah smangatnya untuk sembuh dan cepat pulih.. ayah saya sudah divonis tb bulang sejak maret 2008, tetapi sma seperti mba tidak mau operasi..
Memang mei 2008 sempat sembuh dan beraktivitas tetapi sejak maret 2009 kembali kambuh dan sampai lumpuh dari pusar ke bawah..akhirnya setelah 3 bulan baru ayah saya mau dioperasi…
Kalo ada info tentang terapi dan masa pasca operasi mohon dikabar2i…
Trima kasih banyak sekali lagi mudah2an kita semua selalu diberi nikam sehat,iman dan islam..amiin

60. wildan, 25 July 2009 at 10:02 am

luar biasa…

61. suryani, 28 July 2009 at 12:38 pm

de.. saudaraku baru ketahuan kena TBC Tulang. Apa memang solusinya cuma operasi. Ada cara lain ga… ???
Thx

Coba baca baik2 cerita de diatas. Solusi terbaik bisa ditanyakan langsung ke dokter. Karena kondisi pasien beda2, metode penyembuhannya juga beda2. Untuk kasus de, udah nyoba jalan selain operasi gak ada yang berhasil tuh

62. lia, 1 August 2009 at 9:12 pm

ikutan yah..

Saya pernah divonis kena tbc tulang

awalnya pada mei 2007, saya merasakan nyeri yang luar biasa pada punggung, letak nyerinya berpindah2, kadang2 di punggung sebelah kanan, kadang2 di sebelah kiri. Langsung aja saya manggil tukang pijet, punggung saya dipijet, ditekan kencang banget. Hasilnya hanya bertahan beberapa menit. Paginya saya kembali merasa nyeri. Kemudian saat itu saya mengikuti diklat yang kebetulan ruangannya dingin banget.. Kira2 2 minggu menjalani diklat, saya pernah hampir tidak bisa menggerakkan tangan kiri saya karena saking nyerinya.. Bahkan bergerak sedikit seperti berjalan aja, langsung terasa. Menurut dokter umum yang memeriksa saya, kemungkinan saya kena rematik. Diberi resep, ternyata nyeri saya hilang. Tapi kalau saya ga minum obatnya, nyerinya datang lagi bahkan terasa lebih sakit.. Saya di rontgen, hasilnya baik. Akhirnya saya tidak menjalani pengobatan apapun, hanya berusaha hidup sehat seperti tidak lagi mandi malam. Kemudian saya pindah ke kota lain yang kebetulan lebih dingin. Rasa nyeri saya masih terasa tiap hari, pernah saya bawa olahraga berat sekalian, hasilnya badan terasa lebih enteng, dan ini bertahan hanya 1 malam. Besoknya ya nyeri lagi..

Di tempat yang baru saya berobat ke dktr spesialis rematik yang katanya paling baik di kota tersebut, saya juga di rontgen, tapi hasil rontgen baik2 aja dan saya kembali mengalami kecanduan obat wlw jenisnya berbeda dng obat yang saya terima dari dktr umum. Nyeri saya hilang kalau saya minum obat aja.

Saya juga pergi ke berbagai pengobatan alternatif. Ada 1 pengobatan alternatif yang sangat memberi efek positif pada nyeri saya. Waktu itu saya sudah tidak bisa menggerakkan tubuh saya, karena saking nyerinya. Beberapa hari saya hanya tidur. Bahkan pada saat saya tidur, rasa nyeri itu mampu membangunkan saya, punggung dan diafragma saya juga tidak hanya nyeri melainnkan juga sakitnya seperti ditusuk dan terbakar/rasa panas yang menyebar. Saya hanya bisa menangis dan menunggu rasa sakit itu hilang dng sendirinya, karena saya toh tidak sedang salah salah gerak atau bergerak.
Namun setelah saya ke pengobatan alternatif ini, rasa nyeri yang datang tiba2 itu sudah tidak terasa lagi. Bahkan saya mampu berjalan dengan tidak merasakan nyeri sedikitpun ketika keluar dari tempat pengobatan tersebut. Berdasarkan informasi yang saya terima, orang yang mengobati saya adalah ahli tulang, sering mengobati orang2 yang kecelakaan, orang2 yang tulangnya patah.
Tapi ternyata pengobatan ini belum menyelesaikan masalah saya, saya kembali ketergantungan obat herbal dan ketergantungan terapi.

Akhirnya baru pada okt 2007 saya memutuskan mendatangi rumah sakit dan ingin menjalani pengobatan serius. Saya ke praktek umum, di rontgen, hasilnya, dokter mulai curiga karena foto 2 ruas tulang belakang saya tidak jelas. Kemudian saya scan. Hasilnya makin jelas, ada cairan putih yang menutupi tulang saya, n 2 ruas tulang saya juga rusak, walaupun belum sampai patah. Saya juga baru sadar, ada sedikit benjolan di punggung saya yang disebabkan karena tulang saya rusak dan bergeser dari tempatnya. Langsung saya di rujuk ke dokter internis, dokter tulang dan dokter syaraf, saya dilarang bangun dari tempat tidur, tidak boleh banyak bergerak. Kemudian para dokter yang merawat saya memutuskan bahwa saya belum perlu dioperasi, terutama dktr internis, beliau yang menyarankan sekali bahwa pengobatan cukup dengan obat. Setelah menjalani test untuk meyakinkan apa panyakit saya, akhirnya saya mulai menjalani pengobatan di rumah sakit tersebut. Saya di rawat selama 21 hari di rumah sakit ditambah full bed rest selama 1 bulan lbh di rumah. Awal 2008 baru saya masuk kantor, dan juga harus pakai korset/baju besi. Saya terus minum obat sampai awal juni 2008 dan ke dkter internis setiap bulan.

Pada awal juni 2008 saya melakukan test darah dan scan, hasilnya tanda2 tbc negatif. Dokter menyatakan saya sudah sembuh, dan selanjutnya boleh menghentikan minum obat, hanya dianjurkan minum vitamin tulang. Alhamdulillah sampai saat ini saya sehat wal afiat. Tapi karena membaca postingan mb de, saya berniat melakukan general check up atau test khusus untuk tbc.
makasih semuanya

Alhamdulillah another success story. Makasih udah ikutan sharing disini yah

63. arman, 6 August 2009 at 8:38 pm

saat ini saya menderita hernia masih berupa benjolan dislakangan belum ke scortum sejak 2 bulanan, kata dokter MESTI OPERASI!, apakah ada pengobatan hernia tanpa operasi dan sembuh, tolong dan trima kasih.

Pak Arman,
mohon maaf de kurang paham dengan penyakit Hernia

64. dyn, 13 August 2009 at 5:31 pm

kayanya TB tulang itu emang msH blm bnyK yg tau….berdasarkan pengalamaN, terkadang ciri2nya sM kaya osteophorosis ya…..jd klo mau rontgeN gT hrs bnr2 mendetail biaR ga salaH penafsiraN…….

65. Rya Rika, 15 August 2009 at 7:08 pm

De..aku tetanggamu di Nerada. Seorang temen kantor baru aja dioperasi. Tapi dia bilangnya karena virus. Aku langsung ‘teg’ gitu. Virus ? Kok nyerang tulang sih ? Aku langsung kepikiran kalo itu TBC Tulang. Mungkin temenku malu bilang dia menderita TBC.
Awalnya dia didiagnosis syaraf kejepit sampe terapi dan ganti dokter beberapa kali. Yg buat aku bingung dia tuh orang berada jd kena TBC nya di mana ? Kalo makanan kayaknya gak deh. Wong makannya di tempat mahal terus. Ya, mungkin itu dari salon seperti yg De share.
Aniway, thx informasinya. Blogmu mau aku print biar temenku baca, soalnya aku takut kalo dia gak disiplin minum obatnya.

Halo tetangga,
Ternyata ada juga orang Nerada yang baca blog ini. hiks jadi malu hehehe

Silahkan di print. Temannya suruh ngobrol ama de lsg juga gpp via email: mama at rafayra dot com

66. wienda, 18 August 2009 at 12:15 pm

De, boleh minta no tlp rumah or hp? Keponakan suamiku di vonnis TB tulang. kt dktr I tlg bonggol sdh mengkristal & sdh kena paru sdkt, dktr II blg, nti pakai pen aja. dijadwalkan operasi besok, tp hr ini didiagnosa levernya gak bgs ( mungkin kena obat2 yg diminum? ). aku berharap keponakanku itu bs komunikasi lgsg via tlp ke De. krn dia agak2 down… dgn semua diagnosa yg ada. Harapan ku De bs membesarkan hati dia. — tks ya

Wienda,
sudah de kirim lewat email yah nomor telp de. Silahkan telp n ngobrol. De akan dengan senang hati menerimanya.

67. satria, 21 August 2009 at 10:50 am

isatri saya difonis TBC tulang pi da 1 thn blm sembuh ni sama dr cma dksh terapi obat gmna cra pnymbhnya sya da hampr putus asa mohon sya dksh tau

Satria,
untuk Surabaya, kamu bisa konsultasi ke dr. Sarwani di RS. Karangmenjangan. Maaf de gak tau lagi beliau praktek dimana aja selain RS itu. Yang de tau beliau ‘jagoan’ nya spesialis bedah tulang belakang untuk wilayah Indonesia Timur.

68. satria, 21 August 2009 at 10:54 am

tlg krm tlp mbk krna sya da gak ada biaya lgi , mk bsa krm no tlp pean ke email aku apa sms ja keno hp aku ntk biar aku yang tlp ni no aku

Satria,
udah catat tadi no telp de kan yah? no telp yg tertulis disini de hapus utk menghindari hal2 yang tidak diinginkan.

69. herry wijaya, 23 August 2009 at 3:56 pm

mbak bisa minta no telp nya

udah de kirim via email yah, Her

70. ayu, 26 August 2009 at 5:32 pm

mba aq juga punya adek yg positif tb tulang, tapi adek aq ga seberuntung mba yg bisa sembuh, adek aq malah harus pergi untuk selamanya bahkan sampai saat ini kami sekeluarga masih bingung dengan vonis doker yg beda”, kami udah mengusahakan yg terbaik untuk dia, cek ke dokter tiap 2 kali dalm sebulan sampai terakhir dia di rawat dirumah sakit selama satu minggu, tapi dokter belum memberikan penjelasan yg bisa buat kami sekeluarga puas, setelah balik kerumah satu minggu kemudian dia menghembuskan nafas yg terakhir tanpa keluhan apapun, saya sangat menyayangkan sikap dokter yg tidak memberikan tentang kepastian penyakit adik saya

71. lia, 2 September 2009 at 10:27 am

suamiq saat ini terjangkit tbc tulang,umurnya sama denganq 24 tahun. saat ini dia dirawat di RSUD Dr.SOETOMO ruang bedah B. kondisinya semakin hari semkain menurun,awalnya bisa jalan lama-lama dia mengeluh kedua kakinya sulit untuk digerakkan terutama kaki sebelah kanan. kalau malam sering keringat dingin.dan kakinya kadang-kadang suka bergetar sendiri(refleks).kalau kakinya tertekuk dengan sendirinya gak bisa diluruskan lagi harus minta bantuan orang lain.sebelum suamiq mengidap tbc tulang dia pernah jatuh dari sepeda motor tahun 2002(biasalh ank muda wkt msh STM suka blapan speda biar kereen katanya…)dan akibatnya tulang blkangnya patah dan dipasang pen habis 14jt.pen tsb g dimbil slama 7tahun. insya allah kamis 3sept’09 rencananya akan dioperasi.katanya dokter dipasang pen lagi 8buah dan operasinya gratis krn pake jamkesmas.kata profesor bambang yang menangani operasinya 2kali bagian belakng dibedg untuk pasang pen dan depan dibedah juga untuk pengambilan nanah ditulang blakangnya.kata dokter suamiq bisa terancam lumpuh seumur hidup,apa iya???…kami baru 5bulan nikah…apa setelah operasi bisa jalan normal lagi??apa operasinya harus 2kali baru bisa normal lagi jalannya?

72. andy maylianto, 13 September 2009 at 1:08 am

de oktober 2008 sy mengalami jatuh dari tangga di rumah kost waktu itu menggendong anak usi 2,4th anak saya peluk sampai saya meluncur kebawah..dan saya tidak merasakan apa2x bulan november ada rasa nyeri sewaktu waktu dan ada benjolan tumbuh sebesar jempol saya abaikan sampai memebesar bola kasti saya masih bisa akfitivasi kerja dibulan febuari 2009 bejolan pecah mengeluarkan cairan sebanyak 1 glas besar sampi bulan september 2009 pinggang bgian kiri saya mengalami lubang sebesar uang logam 100 dan terus menerus mengeluarkan cairan setiap hari saya pake perban uk menutupi lubang kalu basah ganti yang baru..apakah saya mengalami Tbc Tulang saya ingin sembuh operasi tapi biaya dari mana hidup saya hanya pas uk hidup trimakasih mohon dijawab penyakit say sama dengan de

halo mas Andy,
makasih udah baca blog de. Jujur de gak bisa nentukan apakah benjolan tsb spondilitis (kumpulan cairan /nanah TBC) atau bukan. Sebaiknya diperiksa ke dokter dengan seksama deh mas, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau memang hasilnya positif TBC, harus diobati sampai tuntas. karena TBC tanpa obat bisa beredar lebih ganas di tubuh kita. Pengalaman de 3 hari berhenti minum obat, sudah ada 1 kantong nanah baru dilambung.

De bukan ingin menakuti, tapi sebaiknya dilakukan pemeriksaan secara detil. Supaya jelas tindakan apa yang harus dilakukan, drpd didiamkan bisa memperparah keadaan.

73. rizcha, 15 September 2009 at 2:52 pm

assalamualaikum,
mb’de, dari smua info yg aku dah baca diblognya mba’ hampir smua yg mengidap tb tulang awlnya jatuh dari tangga,apakah itu salah 1 penyebab terjangkitnya tbc tulang slaen virus yg menyerang kita? mohon jawabannya,
thx b4

Wa’alaikumsalam,
Sebenarnya jatuh dari tangga bukan penyebab TBC Tulang. Justru karena tanda fisik tidak kasat mata (tidak terlihat secara langsung oleh mata kita), makanya butuh ‘jatuh’ dulu baru ngeh kalo ada TBC di dalam tulang kita.

Tanda-tanda TBC yang bisa terlihat jelas cuma:
- berat badan turun (kurusan secara berkala)
- metabolisme badan turun (gampang capek)

Mungkin karena cuma sgitu tanda2nya, jadi sama Tuhan musti dijewer dengan jatuh di tangga dulu. Karena efeknya lebih berasa kalau udah jatuh. Pegal-pegalnya, ngilunya, sakitnya lebih berasa setelah jatuh. Baru deh kita periksa dengan seksama dan ternyata ketauan ada TBC tulang nya. hehehe

74. ela nurmala, 2 October 2009 at 8:20 am

Mba de salam kenal…………
saya ela, mau tanya kalo test mantoux itu disuntik atau tes darah????
mohon di jelaskan, soalnya anak saya sabtu besok harus test mantoux.

terima kasih

Hi Ela,
test mantoux itu adalah memasukan cairan dilapisan bawah kulit kita dengan alat suntik. Jadi berbeda dengan tes darah

75. yaya, 19 October 2009 at 10:08 am

Pembantu saya kena firus TBC tulang dipanggul, menurut dokter I harus operasi untuk dikikir firusnya, karena pembantu saya takut dia tdk mau. Kalau ditanya sekarang dia tdk mengalami sakit atau nyeri kecuali terasa pegal kalau berjalan terlalu lama dan yang terlihat sekarang dia sulit duduk dan sulit sujud kalau sholat.

setelah hampir 2 thn dia baru siap untuk dioperasi, kita bawa dia ke dokter lain, dokter ke II ini blg untuk melakukan operasi percuma begitu pun minum obat jd disukuri karena masih bs jalan, dapat dioperasi tapi masih dalam jangka waktu yg lama. Apa masih ada cara lain untuk pengobatannya.

Hi Yaya,
Walaupun kondisi pasien terlihat sehat dan masih bisa berjalan, kita tidak tau bagaimana kondisi tulang didalam tubuhnya. Sebaiknya diperiksa secara mendetil dengan melakukan tes darah dan Xray. Jangan tunda untuk melakukan operasi. Karena resiko yang dihadapi akan semakin besar. Saya tidak menyarankan pengobatan lain selain medis. Karena saya sudah mencoba semua pengobatan alternatif dan tidak ada hasilnya.

76. yuli list, 21 October 2009 at 1:32 pm

wuah….hebat perjuangannya mbak.

Saya punya adik yg terkena tbc paru2 sejak 2 th yg lalu tapi baru ketauan sekarang. sebetulnya dokter menyarankan unt operasi karena ada tulang belakang yg rusak 4 biji. dan di perut sebelah kanan sudah ada kantong nanah tapi adik saya bersikeras tdk mau operasi tapi dia berusaha sembuh dgn minum obat dr dokter.

bagaimana menurut mbak, apakah dengan minum obat dia akan sembuh?

saya juga kurang jelas bagaimana dgn nasib tulang belakangnya kalau tdk di operasi. saat ini dia slalu memakai korset di perutnya dan adik saya ini masih berumur 29 tahun.

apakah betul teh rosella ,susu kambing organik bisa membantu penyembuhannya?

tolong mbak kasih saran selain obat apa yang bisa membantu dia untuk cepat sembuh saat ini dia baru minum obat sekitar 5 hari. terima kasih atas bantuannya

Hi Yuli,
Terima kasih udah baca blog de. Sejauh yang de tau, kalau TBC sudah membentuk kantung nanah yang disebut spondilitis … sebaiknya dibersihkan nanahnya (operasi). Setelah nanah dibersihkan, baru tulang yang rusak di rekondisi (dipasang pen).

Korset hanya membantu membatasi gerak sehingga rasa sakit bisa diminimalis. Tetapi korset tidak menyembuhkan penyakit TBC.

Teh rosella dan susu kambing hanya membantu memperkuat daya tahan tubuh, tidak bisa membersihkan nanah dalam tulang dan tidak bisa memperbaiki kondisi tulang yang rusak.

Obat TBC harus terus diminum min 6 bulan untuk pasien TB Paru dan min 9 bulan utk pasien TB tulang

77. denmas, 29 October 2009 at 9:44 am

Ass.wr.wb.
mbak De, Alhamdulillah saya telah bolak-balik baca story mbak beberapa waktu sebelum ini, sehingga seakan saya siap mental jika pada suatu saat harus menghadapi cobaan seperti itu, karena saya melihat tanda-tanda penyakit yang mirip pada anak perempuan balita saya.

Baru kemarin saya berkemampuan pergi ke dokter, dan anak saya dinyatakan positif TBC tulang belakang. saya disalahkan dokter karena terlalu lambat periksa, padahal katanya ada yang murah bahkan gratis … dst.

Allah Maha Pengasih dan Penyayang, lagi Maha bekehendak.

Disaat saya sedang sulit sekarang ini, seakan masih diberikan lagi peringatan/cobaan tambahan. Saya PNS rendahan dengan 3 anak sekolah, istri masih dalam perawatan kesehatannya setelah hampir setahun ini, sementara untuk kebutuhan hari-hari yang harus sana-sini. Mungkin ada Askes, selama ini ketika istri sakit tetangga dan kawan kerja menaruh kepedulian yang tinggi dan keluarga kami banyak sekali bantuannya. Kali ini saya seakan pasrah jika harus lagi mengoperasikan 2 tulang belakang anak saya, walau saya akan tetap berusaha sekuat daya dan upaya. Semoga Allah pula memberikan petunjuk dan jalan keluarnya.

Saran mbak De, saya harus bagaimana ? Adakah RS askes, yang mungkin terjangkau untuk seperti kami ini ? atau Dokter/perorangan/lembaga yang peduli, yang mungkin bisa dijangkau masyarakat awam untuk mendapatkan pertolongan, seperti untuk anak saya ini ?

Terima kasih mbak De berkenan. Terima kasih juga jika perlu ke email saya. Semoga Allah membalaskan amal ibadah mbak De.
Wassalam

Walaikumsalam,
Saran saya sebaiknya segera dibawa ke RS Fatmawati yang merupakan RS Negeri dan menerima ASKES. Disana ada Dokter Lutfi Gatham juga rekan sejawatnya yang sudah ahli dengan masalah TBC tulang. Disana juga sudah dibangun gedung khusus untuk menangani Orthopedi (Gd. Prof Sularto).

Boleh minta nomor telp nya? silahkan email ke mama at rafayra dot com

Terima kasih

78. hermanto, 5 November 2009 at 4:31 pm

ass.wr.wb
mb de ni kondisiq juga kena tb tulang..q udah menjalani operasi th 2007..tetapi kondisiq sekarang masih lumpuh dr pinggang k bawah dg reflek yg masih tinggi,q udah menjalani terapi obat selama 30 bulan..dan hasilnya masih positif…

dulu ketika sebelum operasi q masih bisa jalan,tetapi setelah operasi kondisiq lumpuh..kata dokter itu karena terkenanya saraf d tulang belakang akibat operasi dan akan sembuh dengan sendirinya kurang lebih 12bulan,tp udah 30 bulan q masih lumpuh..

mb q mau tanya tentang solusi pengobatannya selain terapi obat..sebab dokterq bilang d suruh hanya menunggu..apkah mb punya saran???

Mas,
saran saya: coba cari 2nd opinion deh. Coba ke dokter tulang (orthopedi) lain. Mungkin mereka punya pendapat yang beda.

MENUNGGU bukan tindakan yang tepat untuk menuju kesembuhan!

Terus minum obat secara kontinyu, terapi untuk melatih gerakan sampai bisa berjalan … itu yang harus dilakukan.

saya tidak menyarankan pengobatan lain selain medis. karena saya sudah pernah mecoba dan itu semua tidak ada yang berhasil

79. eli, 6 November 2009 at 11:10 pm

Wah terima kasih atas catatan nya de……
cukup membantu bagi kita yang awam…

alhamdulillah, semoga berguna

80. Agung, 24 November 2009 at 8:24 pm

Mbak,,,kakakku divonis terkena tbc tulang belakang dan harus dioperasi. Namun kk ku masih takut untuk itu. Salah satu dokter mengatakan bahwa tulang dia harus di pain seumur hidup. Itulah yang membuat dia down dan berputus asa, bahkan selalu menangis jika teringat pernyataan dari dokter tersebut. saya dan keluarga sejujurnya sangat kesal dengan dokter tersebut karena dia sangat tidak kooperatif, saran2 dia sgt tdk memotivasi shg kakak saya slalu tambah berputus asa. akhirnya kami mencari dokter lain yg lebih baik. yang menjadi pertanyaan:
1. sebenarnya pemasangan pain pada tulang bersifat sementara atu permanent??
2. mba, saya boleh minta no telp mba tidak supaya kami bs menghubungi anda dan kk saya bs share dan mendapat motivasi langsung dari mba?? terima kasih

81. Lutvi, 3 December 2009 at 8:01 pm

Ass mbak, sy 27th br aj divonis tb tulang pd C7 n skrg msh terbaring di rs.panti rapih jogja menunggu lampu hijau dr dr. Paru (dr.iswanto) br dr.Tedjo berani operasi, sy bingung kmren dr.tedjo menyarankan sktr 1mg lg br berani operasi tp dr.iswanto bilang utk menghilangkan bakteri tb sktr 3mg, sy sdh 2mg ijin dr krjaan sy di banjarmasin, apakah bnr utk menghiangkan bakteri prlu wktu 3mg? Krn sy jg kepala keluarga yg hrs bekerja jg. Yg sy rasakan adalah tangan kiri sy kesemutan n sering kram yg luar biasa yg sering bangunkan sy wktu tdr, sdh 2mg ini sy rebahan aj krn klo berdiri atau duduk nyeri yg luar biasa pd tangan kiri, skrg jari manis n kelingking pd tangan kanan sy sdh kesemutan trs, sy takut akan lumpuh… Mbak sy mau tnya operasi dileher (C7) seberapa besar resikonya krn sy merasa leher tptnya banyak syaraf… Sy bnr2 takut. Mksh mbak mau membaca unek2 sy. Sy skrg msh terbaring di.RS.menunggu hari tiba utk operasi.
Wsslm.

Lutvi,
boleh minta nomor telponya? Kaya nya ngobrol langsung di telpon lebih enak yah. Tolong di email aja ke mama at rafayra dot com

saya tunggu yah

82. lina, 4 December 2009 at 7:26 pm

saya sudah 6bulan lamanya tidak bisa berjalan karena bagian pantat terasa berat untuk diangkat,kalau untuk digerakan bisa .menurut hasil ronsen pada tulang punggung bagian thorax PA terdapat collaps corpus VTh 8,dimana bagian punggung saya ada sedikit benjolan pada bagian atas dan pada bagian bawah (diatas pantat),selain itu saya juga punya masalah pada bagian lambung suka kenyang walaupun makan baru diisi sedikit saja ..dan perut saya jika dipegang kadang-kadang suka keras….terapi urut sudah saya lakukan tapi tidak ada kemajuan….saya berumur 24tahun…tolong bantu saya pak terimaksih atas bantuannya…apa sebenarnya penyakit yang saya derita dan bagaiman pengobatan /terapi yang tepat

Mbak Lina,
udah coba konsultasi ke dokter spesialis bedah tulang khususnya tukang belakang?

Coba dibawa semua rekam medisnya, hasil lab (darah/urine) - xray - MRI kalau ada ke dokter orthopedi tsb. Supaya ada penjelasan lebih lanjut ttg terapi yang harus dilakukan dan obat yang harus diminum

83. ummi, 9 December 2009 at 6:44 pm

Perjuangan hidup ya mbak.. Gak disangka waktu pertama kali kita ketemu (tepatnya mbak de jenguk aq di RS mitra, inget gak ya ?? ), kirain waktu itu penyebab sakit tulangnya karna kesalahan dokter waktu proses kelahiran yg mas rafa. Great story, sangat berguna dan pengingat bagi kita semua, sekecil apapun penyakit jangan dianggap remeh. Penyakit seberat apapun InsyaAllah ada obatnya, dan semangat utk sembuh… chayo !!!

84. karmin, 14 December 2009 at 11:23 am

Nice info, mama saya sedang terbaring di RS karena mama terkena TBC Tulang dan besok akan di operasi.

Hi Karmin,
makasih udah baca blog de. Mama operasi di RS mana?

Salam untuk mama yah, smoga diberikan kesembuhan yang sempurna. Amin

85. Abdul wahib, 26 January 2010 at 10:56 am

Blog ini sebenernya cow apa cew yang punya?
Kebetulan saya juga penderita TB tulang yang pernah operasi setahun yang lalu, ya belum selesai minum obatnya, belum diangkat juga PEn-nya.

Salam kenal bu, barangkali kita bisa share pengalaman, pengalaman menghadapi TB sekalian pengalaman di dunia telkom.

Halo pak!
seperti foto pada postingan ini, keliatan jelas gak gender saya apa? hehehe

86. shirley, 28 January 2010 at 9:54 am

boleh ikutan ya mbak….
sktr tahun 2005 saya jg pernah divonis tb, tp bukan tulang… tb abdomen.
saya sama sekali tidak mengalami gejala2 seperti yang disebutkan diatas. kejadiannya begitu tiba2. Suatu hari perut saya kembung dan sakit sekali sampai2 tangan & kaki saya kram dan serti cacing yang kena garam badan saya seperti mengkerut. saya langsung dilarikan ke rumah sakit. waktu di rontgen dan di usg tidak ada apa2. Tapi dalam abdomen terdapat banyak cairan. memang selama ini ada sedikit keputihan, saya kira itu hal biasa. Ternyata setelah diperiksa, cairan itu mengandung virus tb. Setelah pengobatan lebih dr 12 bulan, saya dinbyatakan sembuh. Tapi saya masih penasaran. Saya ingin mengetahui lebih banyak lagi tentang tb abdomen tapi saya tidak tahu harus mencari dimana karena informasi tentang tb abdomen sangat sedikit. kalau mbak bisa memberi saya informasi saya sangat berterimakasih sekali

salam,
Shirley

87. shirley, 28 January 2010 at 9:59 am

tambahan:
oh ya mbak, waktu itu saya juga di operasi karena usus saya sudah rusak, jadi harus dibuang sebagian.

88. ayip, 3 February 2010 at 12:34 pm

hai mbak. boleh minta alamat email mbak? ada beberapa hal yang mau saya tanyakan mengenai tbc tulang. karena saya juga divonis terkena tbc tulang.

Hi Ayip,
Sudah de email yah. Coba cek gmail nya

89. lia, 7 February 2010 at 11:17 am

assalam…
mb de yg di rahmati Allah, Q mau tanya.. ibuQ kan mengalami pembengkakan di bagian kemiri kaki. di kira hanya keseleo. tapi ternyata tidak. Lalu ibu periksa ke puskesmas, terus di tes asam urat, kolesterol, n darahnya, dan ternyata ga terjadi pa2 juga. semua normal, tapi kata dokternya menduga kalo ibu kena TBC tulang dan di suruh untuk memeriksakan lagi ke rumah skit. Sayangnya ibu Q malah takut… yang Q tanyakan:
1. Apakah TBC tulang bisa terjadi di sekitar kemiri?
2. Apa pantangan(makanan) yang tidak boleh, dan yang dianjurkan?
tolong di balas via email saya ya!!! saya butuh keterangan itu…sekalian di add juga fb saya dengan alamat email yang sama… terima kasih

Wa’alaikumsalam
terima kasih sebelumnya karena udah baca tulisan de. Berikut jawaban yg bisa de berikan:

  • Kemiri itu sebelah mana yah? de gak mengerti dengan kosa kata ‘kemiri kaki’. Kalau TBC tulang bisa terjadi dibagian tulang manapun.
  • Tidak ada pantangan makan untuk pasien TBC tulang, malah harus banyak makan untuk meningkatkan stamina tubuh. Salah satu tanda TBC sembuh adalah dengan naiknya berat badan
  • 90. sari, 8 February 2010 at 3:53 pm

    Assalamualaikum, sy sekarang lagi pengobatan tb tulang belakang. kata dokter yang pertama harus operasi setelah mencari 2nd opinion kata doketer yang kedua belum perlu untuk operasi. sekarang kaki masih sakit kalau dipake jalan. Mo nanya ? waktu divonis dokter harus harus diopersi bagaimana gejalanya ke kaki ? saya takut juga dioperasi tapi mudah-mudahan tidak dioperasi.

    Wa’alaikumsalam.
    Mau tanya dulu nih mbak Sari, saat dibilang dojter kedua katanya belum perlu operasi … apakah tetap disuruh mengkonsumsi obat TBC? kalau masih sakit berarti TBC nya belum sembuh. Coba cari dokter ke 3 deh mbak. Yang spesialis bedah tulang utk dapat informasi lebih akurat.

    91. rida, 9 February 2010 at 8:54 pm

    mba,
    selamat udah bs jalanin smuanya dg baek dan tabah.

    saya punya kakak yang divonis dokter di Jambi (tempat kami tinggal) sakit TBC paru berdasarkan hasil xray. kakak saya itu ga tanya 2nd opinion dari dokter lain dan langsung minum resep dokter tsb selama 2 minggu. selma itu kakak saya kayanya kehilangan gairah hidupnya, lemas, dan setiap jam 3 pagi terbangun batuk2.

    2 mgg setelah minum itu obat, dia check up lagi ke dokter tersebut. ternyata hasil check up selama 2 mgg itu menunjukkan kalau hati kakak saya ga kuat mencerna obat2 TBC tsb. Itu dokter ga bilang what to do next… ga ada solusi dari dia.. payah

    mba tau ga obat alternatif yg tdk berbahaya utk hati?

    please help me. i don’t want to lose her. she is my only sister. we just lost our mom because of sirosis hati :(:(..

    thanks

    Hi Rida,
    Obat TBC itu sebenarnya ada macam2. Kalau obat yang dikasih dokter itu gak cocok dibadan kita (dengan fungsi hati terganggu). Minta obat alternatif dari dokter. Kita sbg pasien punya hak minta solusi dari dokter.

    92. Deni hamdani, 15 February 2010 at 1:23 am

    Assalamualaikum mba De,mo tanya nih…Pen yg di pasang di tulang blakang itu berapa lama y bertahannya,sy udah 4 thn pakai pen pasca operasi tbc tulang blakang,makasih mba.

    Hi Deni,
    Pen bisa bertahan brapa lama tergantung orangnya. Karena tiap badan kondisinya beda-beda. Selama tidak mengganggu badan kita, bisa selama nya kok. Walaupun ada dokter yang menyarankan jika sudah lebih dr 4thn boleh dicopot pennya. Tapi apa rela di operasi lagi untuk angkat pen? hehe

    93. Tawan, 26 February 2010 at 1:07 am

    Maaf ba’ sy mau nanya,sy punya adik,di fonis tb tulang oleh dr,tp tdk di sarankan untuk operasi,kira2 kenapa ya. Tks atas jawabannya

    Mungkin kondisinya belum terlalu parah?

    atau mungkin dokter tsb tidak punya pengalaman untuk operasi tbc tulang?

    coba ke dokter lain, cari opini kedua. sebelum terlambat dan virus TBCnya menyerang yang lain

    94. fea, 1 March 2010 at 7:18 pm

    de….,boleh gk sy minta no hp kamu????sy mo tny langsung soal TBC tulang,krn sy sering nangis merasakan sakit di tulang belakang.

    notelp udah de email yah. coba dicek emailnya

    95. heni nurhayati, 11 March 2010 at 12:36 pm

    mba de ,aku sdh bc semuanya tapi boleh tanya lg ga?aku dinyatakan +TB tulang.tapi dokter bingung krn Alkaline Fosfatase baik=164 normal dibawah 258.belum dikasih obat apapun dan dirujuj ke dokter yg lain.rencana sabtu besok mba,dan keluhanku pinggang kiri sakit ngilu,dan setelah MRI terdapat tanda spondyloarthrosis dan degenerasi discus pd segmen l4-l5.

    disertai dengan protusi diskus ke intraspinal dan prostusi lebih berat pd l5,dgn kemungkinan iritasi terutama radices l5 kiri.mnrt mb de aku pasti op ya mba kl liat tanda2nya seperti ini.

    makasih semuanya,semoga bs dijawab ya mba…(aku konsul di rs siaga)

    Mbak Heni,
    Makasih sebelumnya udah baca blog de yah.

    De sarankan secepatnya ke dokter lain deh untuk cari opini kedua. Untuk lebih memastikan kondisi TBCnya juga langkah pengobatan yang harus secepatnya dilakukan. Jangan buang-buang waktu dan diam dengan keadaan. Jangan sampai terlambat penanganan TBCnya. Semakin dini, pengobatan yang dilakukan akan semakin mudah.

    Coba ke dr. Lutfi Gatham di RS. Fatmawati atau RS Pdk Indah atau RS Bintaro atau RS Mitra Kemayoran. Silahkan gugling jadwal prakteknya. Beliau sangat berpengalaman dibidang ini.

    96. joelendy, 12 March 2010 at 2:24 pm

    mbak de aku dah baca tulisan mba dan yg mbak alami sama persis dengan penyakit ku yg terletak di L2-L3 dan aku baru aja di operasi karena terkena penyakit yg sama seperti mba de “spondilitis TB” (TB tulang) sekitar 3 minggu.

    Mbak aku mau tanya pasca operasi apa mbak de mengalami rasa ngilu yg amat sangat di daerah tulang belakang?
    –> sekarang ngilu kalo capek aja. kalo gak capek, rasanya ‘normal’

    soalna sudah beberapa hari ini aku susah tidur karena didaerah tulang belakang ku sakit sekali.
    oh ya aku juga mengalami 2x operasi yg di lakukan dalam waktu tidak lebih dari seminggu.
    –> ayoo coba balik kontrol ke dokter. Sampaikan semua keluhannya. Biar dicek lagi perkembangan setelah operasinya.

    operasi ke 1 tanggal 18 februari 2010 yg ke 2 tanggal 22 februari 2010

    di operasi 1 kantung nanah bagian belakang diambil dan tulang yg terinfeksi di bersihkan serta di pasang pen.

    di operasi yang ke 2 di lakukan pencangkokan tulang dan pembersihan kantung nanah bagian depan, tulang yg diambil tulang betis dan tulang pinggul.

    alhamdulillah aku sekarang sudah bisa jalan dengan lancar. kata dokter yg menangani aku, pen yg di pasang di tulang belakang ku ini untuk seumur hidup

    apakah pen yg di pasang seumur hidup itu tidak menimbulkan masalah nantinya?
    –> selama kita gak merasa masalah dengan pennya, gpp kok seumur hidup dibadan. Daripada harus operasi lagi cuma untuk buang pen. Emang mau di’bongkar’ lagi badannya? Kalo de terpaksa dibongkar dan dibuang pennya, karena tulangnya bermasalah.

    minum obat na juga lumayan lama, 1 tahun kurang lebih
    –> Obat kalo bisa 1,5 tahun yah. Emang capek dan bosan sih, tapi WAJIB gak boleh putus. Untuk mastiin badan kita beneran bersih dari TBC

    tadi na aku pikir cuma aku doang yg ngalamin penyakit separah ini ternyata ada temen na juga toh.
    –> banyak banget kok temannya. Mau de kenalin sama pasien TBC lainnya?

    doakan saya yah semoga bisa kembali normal secepatnya.
    –> Semoga kita diberikan kesembuhan yang sempurna. Amin

    oh iya mba boleh minta YMnya?
    –> udah de add yah sesuai dengan email yang kamu tulis disini

    97. kiky, 17 March 2010 at 10:13 am

    aku jg mo ty2 ya mbak..aku punya anak putri yg skrg usianya 3 thn, wkt umur 1 thn dia pernah divonis kena flek paru dan diharuskan minum obat selama 18 bln dan stlah minum obat dgn rutin selama 18 bln itu anakku dinyatakan sembuh oleh dokter..tp yang aku khawatirkan skrg koq badannya ga mo gemuk2 dan aku melihat ada tonjolan tulang belakang di tubuhnya apakah TBC itu masih ada…kalau hrs ke dokter apakah aku hrs lgsg ke dokter tulang ato dokter anak aja…tlg kasih masukan ya…makasih byk…

    Hi Mbak Kiky,
    Flek paru itu biasanya digunakan dokter utk mengganti kata TBC paru. Minum obat biasanya cuma 6 bulan. Kalau TBC tulang diminta minum obat lebih lama (1-1.5thn) untuk menghindari kuman datang lagi dan memastikan bahwa kuman tbc nya benar2 tidak ada lagi.

    Sebaiknya cek ke dokter tulang untuk benjolannya, disertai rekam medik yang menyatakan flek paru. Kalo bisa disebutin nama obat yang pernah dikonsumsi supaya dokter bisa menganalisa secara menyeluruh. Biasanya akan diminta untuk xray, untuk melihat benjolan itu apakah spondilitis (kantung nanah TBC tulang) atau yang lain.

    Jangan ragu mencari pendapat dokter lain. Kita sebagai pasien berhak mencari opini kedua, ketiga dan seterusnya.

    98. yuni agustine, 17 March 2010 at 11:55 am

    mba de, sy mau shar dong, mau tanya nih, ibu sy usia 75 thn, kmrn baru ketauan bhw dia ada tbc tulang, sy mau tanya kalu itu ada pengobatan alternatif ga ya? makasih

    Mbak Yuni,
    De tidak menyarankan pengobatan alternatif yah. Karena de udah mencoba semua, ternyata gak ada yang efek tuh. Sebaiknya ke dokter tulang untuk lebih jelas pengobatan apa yg harus ditempuh.

    De udah email notelp de, kalo mau ngobrol langsung. Atau mungkin ibunya juga bisa ngobrol langsung ama de.

    99. susi, 24 March 2010 at 10:52 pm

    cerita yg membere semangat.. mba blh minta no hp nya kah? Aku mau ngobrol n konsultasi. Tks.. Oya add aku di fb ya mba, brgkali ada ptanyaan lain aku mau nge-inbox aj. tks again..

    Susi,
    De kirim email berisi notelp de, juga alamat email utk add FB. cek inbox yahoo yah

    100. heni nurhayati, 26 March 2010 at 7:45 pm

    Asalamualaikum mba de,
    aku sudah temui 3 dokter:
    1 dokter nyaranin aku op.
    2 dokter menyarankan tidak dan bs dgn obat tapi lama.

    aku tbc tulang positif spondiloarthrosis di l4 dan l5.jalan masih normal tapi ngilu di pinggang sebelah kiri.
    setelah minum obat tbc ngilunya byk berkurang.tapi apakah betul dgn obat saja bs sembuh,mengingat tulangku katanya sdh abses tapi tulangnya msh bagus.makasih ya mba.

    wasalam.

    Wa’alaikumsalam Mbak Heny,
    Coba cari pendapat dokter lain. Saya dulu pun sampai mencari lebih dari 4 dokter untuk memastikan dibutuhkan operasi atau tidak. Kesimpulannya HARUS OPERASI, untuk membuang cairan/nanah yg terdapat dalam tulang (abses) karena disebabkan oleh TBC.

    Minum obat akan membunuh kuman TBC, tapi tidak membuang cairan (abses) yang ada di dalam tulang L4 L5 tsb. Kalau tulang masih bagus, berarti tidak diperlukan pemasangan pen atau cangkok tulang seperti saya. Operasi dilakukan hanya untuk membersihkan abses.

    Wassalam

    101. ade, 28 March 2010 at 9:29 pm

    asmkm, mbak bleh mnt no telpny gak soalny skrg spupu sy lg terbaring d RS fatmawati krn abs operasi TBC tulang & skrg stgh badan dr pinggang k bwh mati rasa / lumpuh. spupu sy ingin ngobrol & konsul lngsung sm mbak, klau bs krm no ny k no ni aja. makasih y mbak. wss

    Halo Ade,
    Saya udah telp kamu tadi yah. Silahkan berikan notelp saya ke sepupu kamu kalo emang mo ngobrol lsg dengan saya. Notelp kamu disini sengaja saya hapus, utk menghindari hal2 yang tidak diinginkan

    102. nata, 29 March 2010 at 8:56 pm

    assalamualaikum mbak de,aku adeknya joelendy nih mw nanya no hp nya mbak de buat shering,coz bang endy pasca operasi bagian badan sampe kaki lumpuh, gak bisa gerak .mohon bantuanya ya mbak de,
    makasih ya mbak wasalam.

    Hi Nata,
    De kirim email berisi notelp de. Coba di cek inbox yahoo nya.

    103. dha, 9 April 2010 at 12:31 pm

    wuiihh..
    ttap smangat yy..

    dsini mku mndoakhan smoga cpt sembuh ky semula..

    aminn..

    allah pzt memberi kmudahan bagi setiap kita yang berusaha

    104. icha, 10 April 2010 at 10:39 pm

    waaaahhhh..inspiring bgt ceritanya mba.

    Doain saya juga yah. hasil biopsi saya nunjukin kalo saya ada TB kelenjar di leher kanan. insya Allah besok mulai minum obat. saya khawatir bayi saya 2 bln knapa2 karena minum asi, sementara saya sedang berobat.

    menurut mba?

    atau ada teman lain yg bisa sharing masalah ini?

    saya udah konsul dokter anak dan bilangnya gpp. tapi masih aja ada ketakutan anak saya kena efek negatif dari obat rimstarnya.

    butuh opini banget nih. makasih sebelumnya..

    Icha,
    makasih udah baca tulisan ini. Smoga cepat sembuh yah.

    kalo dokter anak udah bilang gpp, ya dilanjut aja minum obatnya. Jangan pernah putus obat TBCnya, biar kuman gak balik lagi.

    105. Felix, 16 April 2010 at 9:27 pm

    Mba De,aku mau tanya temen aku kena penyakit seperti bisul tapi besar sekali dan sakit sekali ampe meriang panas dingin, sudah ke dokter bedah dan diangkat bisulnya dan dokter mengatakan TBC otot di kasih obat minum selama 20 hari dan sebenarnya bisul yang lainnya masih ada tapi dilihat dulu setelah minum obt ini, tapi belum menghilang masih membesar, dan di tangan kanan nya seperti mau timbul bisul lagi & jari2nya membengkak jd sulit untuk mengangkat benda contohnya gayung. Yang saya mau tanyakan harus ke dokter mana ya kalau sakit TBC Otot .Sekalian minta hp Mba De. Kalau Dokter LG hanya untuk TBC tulang saja? atau bisa seperti TBC Otot.Soalnya temen saya di luar kota .Terima kasih.

    Mbak,
    Dokter LG spesialis tulang, otot, syaraf skitar tulang. Dicoba aja ke beliau supaya dapat analisa lebih lengkap. Smoga cepat ditanggulangi sebelum terlambat. No HP nanti de kirim via email yah

    106. ANDY MAYLIANTO, 20 April 2010 at 11:09 pm

    Jawaban de tgl 13 september 2009// apa yg dikatakan mba de benar saya mengalamai tbc.

    Mempuyai 2 kelenjar 2 di leher. Dokter Joy di Tanjung Sanyang melihat ga perlu rongten langsung vonis saya terkena paru. Diberi obat 2 mgg berturut selama 6 bln.. tapi dokter menyarankan untuk meringankan beban biaya obat disarankan ke PPTI di Sentiong di kontrak 6 bln. Kalau obat TBC tidak diminum, petugas akan datang atau saya dikenakan denda. sekarang saya kontrak baru 4 bulan. karena saya terkena lebih berat maka kontrak di perpanjang mba de.

    karena saya takut tulang saya kropos oleh tbc, saya terus minum obat ini mba.

    saya berbagi buat teman2x yang terkena tbc, coba datang ke klinik PPTI sentiong. Walau ramai, tapi para pasien bisa tertolong jika tidak mampu untuk beli obat mahal.

    sekian mba de

    Halo Mas Andy,
    Terima kasih udah berbagi yah. Jangan pernah bosan minum obatnya. Gak mau penyakitnya datang lagi kan? Semoga kita semua diberikan kesembuhan yang sempurna. Jangan sampe kambuh lagi. Amin

    107. dinna, 27 April 2010 at 1:53 am

    Mba,
    saya bener2 putus asa dengan keadaan saya sekarang

    3tahun yang lalu saya terkena TB paru, sampai2 cairannya harus disedot oleh dokter karna cairan tersebut menutupi 3/4 paru kanan saya..

    sekarang saya harus menerima kenyataan klo saya terkena TB tulang

    pertama gejala yang sering saya dapat adalah sakit perut lalu lama2 badan *seringnya tangan* juga berasa mengkerut

    setelah tadi di USG ternyata ada kelenjar di perut kiri saya dan meskipun dokter belum mendiagnosis secara pasti dan tulisan dokter itu ga jelas, setidaknya saya bisa baca sedikit kesimpulan di hasil USG tersebut klo dokter itu mendiagnosis TB..

    meski takut, rasa penasaran saya menggelitik saya untuk browsing dan meskipun sebenernya saya tidak mau pesimis tapi gejala2 TB tulang benar2 saya rasakan

    sumpah saya bener2 sedih, bukan hanya karna keadaan saya tapi orang2 di sekitar saya *saya takut sudah menularkan mereka*

    maaf jika ada nada pesimis di dalam tulisan saya tapi itu bener2 saya rasakan sekarang, saya hanya mau mencurahkan isi hati saya karna saya sekarang dalam keadaan yang takut sekali akan masa depan saya..

    Hai Dinna,
    TBC bisa sembuh kok. Asal kamu MAU UNTUK SEMBUH dulu. Coba konsultasikan ke dokter hasil rekam medis nya. Minta solusi dari dokter, terapi apa yang bisa dilakukan untuk penyembuhan TBCnya. Kita sebagai Pasien berhak menerima informasi dari dokter.

    kalau sudah terima obatnya, diminum secara teratur … jangan bosen … jangan putus. Sampai dinyatakan benar-benar sembuh dari TBC.

    Ayo semangat dong! kalo de aja yang nyaris lumpuh ini bisa sembuh, kamu juga pasti bisa!

    108. zakiah, 29 April 2010 at 2:35 pm

    Assalmualaikum
    mau share mba.

    ibu saya berumur 75 tahun lebih. dinyatakan oleh dokter positif TBC Tulang. setelah berobat ke dokter kurang lebih 5 bulan belum ketahuan penyakitnya. Bahkan sampe ke singapura.

    oleh dokter singapura, dicheck up hasilnya baik-baik semua. tdk ada penyakit, akhirnya sekeluarga kami terus berusaha dokter yang lain. Dan dokter tulang menyatakan bahwa ada masalah di tulang belakangnya, namun belum pada suatu kesimpulan tsb.

    Lambat laun ibu ku semakin hari semakin memprihatinkan penyakitnya, jangankan berdiri, duduk pun sangat kesakitan,kakinya bengkak, bicara tdk jelas. Akhirnya ibu check up ulang di rumah sakit wahidin makassar. Mulai MRI sampai pemerikaan air liur dan ludah, di situlah kami ketahuan penyakit sebenarnya.

    Akhirnya ketahuan ternyata TBC Tulang. Namun dokter mengatakan belum bisa dioperasi karena kondisi fisiknya belum memungkinkan untuk dioperasi. obat-obatan yang diberikan dokter tidak cocok untuk livernya. muka dan sekujur tubuhnya membengkak sehingga kondisinya sangat menkhawatirkan. kami sekeluarga sangat prihatin melihat kondisinya.

    saya sangat trima kasih sama mba mau mendengar curhat ku.

    Mudah-mudahan diberikan oleh Allah keringanan atas segala penyakit ibu kami,dan diberikan kesembuhan. Amien

    Mbak Zakiah,
    Terima kasih atas sharenya. Saya sarankan cari pendapat dari dokter kedua. Minta penjelasan dokter atas kondisi penyakit yg mungkin di derita dan minta solusi langkah apa yang harus ditempuh untuk proses penyembuhan. PASIEN BERHAK menerima penjelasan menyeluruh dari dokter. Jadi jangan ragu untuk bertanya ke dokter.

    Semoga ibunda diberikan kesembuhan yang sempurna. Jangan patah semangat ya

    109. ibtissam, 11 May 2010 at 4:17 am

    asslamualaikum…
    Pkbr mba de’

    Saya juga pernah mengalami tbc tulang, sekitar thn 2004.
    Alhamdulillah saya tidak di operasi, walaupun 4 dokter menyarankan operasi dgn memasang pen yg sama dgn pen 1 mba de. 14 cm.
    Saya hanya menggunakan alat yg sama persis dgn yg mba de gunakan, selama kurang lebih 2 thn.

    gejala awal, saya sering merasa pegal2. tanpa saya sadari ada benjolan di atas tengah2 dada saya.
    Saya rontgen.. Bawa ke dokter spes. Tumor… (he said, ini bukan tumor).
    Lalu ke dokter spes. Paru…. Dia bingung… Akhirnya di rujuk ke persahabatan untuk di biopsi… Nihil juga…

    Lalu saya ke dokter jose rizal. Spes tulang.
    rontgen lagi dan mantug. Hasil setelah 2 atau 3 hr negative…
    Hr ke 4 tanda merah makin melebar keluar dr lingkaran, akhirnya saya kembali lg ke dr.
    Saya positive tb tulang.
    Cek ke dokter lain dengan kondisi makin parah( saya sangat kesakitan dan pakai kursi roda, krn kaki kanan saya sudah tidak bisa di gerakan)… Semua bilang operasi…
    Lalu balik ke dr. Jose, beliau menyarankan MRI. Ternyata tulang saya sudah keropos dan menjepit saraf kaki kanan saya.

    Lalu saya di buatkan alat tersebut, dan saya tidur di kasur dengan ber alaskan papan setebal kurang lebih 5 atau 8cm (agak lupa).
    Saya hanya melepas alat tersebut waktu mandi..
    Selama beberapa bulan saya menggunakan kursi roda. (sidang skripsi menggunakan alat tsb dan kursi roda).

    semakin di minumin obat setiap malam saya kesakitan.
    Tp ALHAMDULILLAH..ALLAH MEMBERIKAN JALAN. Saya sabar berkat semua keluarga, teman. Mereka mendukung saya.

    alhamdulillah skarang saya sehat, cuma kadang2 suka merasakan pegel dan agak nyeri di tempat tulangnya.

    Jadi saran saya… apabila anda ter kena tb tulang, jgn ke 1 dokter. Coba beberapa dokter, pasti semua ada jalannya.

    Oh ya mba de’…. Mau tanya, sampai sekarang masih menggunakan pen?
    melahirkan secara cesar ya?

    mmm.. Dr. Jose rizal prakter di rs. Siaga raya dan rs. Budi asih.

    Mba.. Minta no tlp boleh ya.

    Kalau ada yg mau tanya kirim email ke : ita_jaidi@yahoo.com

    Thx.

    110. tri, 11 May 2010 at 9:48 am

    sebelumnya makasih baget ya atas informasinya tentang tbc.
    ibu aku pernah mengalami benjolan di bagian punggung dan sudah di operasi di rumah sakit dan sudah selesai penyembuhan selama kurang lebih 9 bulan minum obat secara rutin. sekarang kok ada lagi benjolan di tangan ya? adakah kemungkinan itu tbc lagi ya? tolong kasih penjelasan dong? terimakasih.

    Tri,
    sebaiknya ke dokter lagi deh untuk periksa benjolannya. Biar dapat penjelasan apakah itu btc atau bukan. Sampai saat ini, walau sudah 6 tahun lalu operasi, saya masih rutin periksa kondisi saya ke dokter. Saya lakukan setiap ulang tahun. Biar ingat umur hehehe

    111. yd, 21 May 2010 at 3:49 am

    mbak aq kan udah di fons tb paru am dokter sekitar 5 bulan lalu, dan terus minum obat. nah 3 hari yang lalu ke 2 pergelangan engkel saya sakit jika di pake untuk jalan. tapi gak sakit klo cuma di gerakin doang. apakah aq kena tb tulang jg ni?
    trus bisa ga ni tb paru jadi tb tulang?

    112. dewy, 23 May 2010 at 8:46 am

    askum mb de,
    buat pnderita tb tulang yg g mmpu da cra ato wadah buat bantu mreka g?saya da temen penderute tb tulang yang br mo dioperasi.stlh saya bca blog mb de’,mkin tmn saya g mampu klo hrus operasi lbih 1X dan tes darah ato xray scr rutin………..mkasih mb de’

    113. evi, 3 June 2010 at 11:41 am

    askum mba de
    setelah melahirkan 18 bl yll say difonis tb paru tp mba oat yg diberikan dokter ( ada 5Dr ) mebuat badan sy demam mpe 40 C bengkak merah dan gatal2. ga ada solusi dari dokter2 yg sy datengin lalu sy berobat ke alternatif. banyak tempat saya datengin sampe ke klinik dr tiongkok yg profesornya ga bs bhs indonesia, semua ga ada hasil sampai LED sy makin naik dari 40 jd 90. akhirnya sy ketemu dokter yg ngasih terapi spy oat bs masuk. Alhamd setelah 16bl mencari pengobatan ini adalah bl ke 2 sy minum oat dan batuk sy sdh byk berkurang. ternyata perjuangan sy tdk seberat mba de tp astagfirullah kok sy sempat hampir putus asa..

    114. khoirul ahkam, 11 June 2010 at 9:01 am

    Saya tinggal di lampung. Mau tanya . Rumah sakit mana di jakarta yg sudah ada fasilitas RMI. sebab dokter menyarankan harus segera. Yg saya alami sekarang saya sudah tidak bisa berjalan. kata dokter ada dua kemungkinan kalau gak tumor di tulang belakang atau tbc tulang sebab ada benjolan di tulang belakang. makasih

    Maksudnya MRI kali yah? Udah banyak kok RS yang ada fasilitas MRInya. Sebagian besar RS swasta udah punya. Bisa dicoba ke RS Pondok Indah, RS Mitra (Jatinegara, Kemayoran, Kelapa Gading, Bekasi), RS Husada, RS Cipto, dll.

    115. Juli, 11 June 2010 at 11:39 am

    Mbak… sekitar bulan oktober 2009 saya divonis menderita TB paru, tapi sebelum intu saya mengalami gangguan di telapak kaki, sehingga sulit berjalan setelah menjalani 2 bulan masa pengobatan, tulang di dengkul saya terasa kaku, dan kembali normal setelah 2 minggu, 1 bulan yg lalu saya telah dinyatakan sembuh, karena paru2 say telah bersih,tapi saya harus tetap minum obat selama 3 bulan ke depan. Tapi hanya satu minggu sejak saya dinyatakan sembuh, saya merasakan kesemutan di sekitar kaki sampai paha, kemudian saya mendatangi dokter saya dan akhirnya saya dirujuk untuk MRI,hasilnya ternyata TB tersebut telah menginfeksi tulang belakang saya, dan harus segera dioperasi untuk mencegah penyebaran infeksinya.
    Mbak.. bisa minta referensinya kalo di jakarta oprasinya menelan biaya berapa ya? karena di Medan, taksiran biayanya itu sekitar 40 juta-an

    Mbak,
    Biaya operasi tentunya tergantung dari RS dan kelas kamar yang diambil. Selain itu juga tergantung obat dan alat yg dipakai (misal PEN)

    Kalau saya dulu di RS Mitra Kemayoran kelas 2 thn 2004 total abis 75jt (nginep di RS 29 hari). Sementara belum lama ini ada pasien operasi di RS Fatmawati Jkt thn 2009 total abis 36jt sudah termasuk PEN.

    116. khoirul ahkam, 15 June 2010 at 11:51 am

    mbak, saya sudah di fonis tbc tulang belakang dari hasil mri. saya binggung karena terbentur biaya. jadi saya minta bantuan info rs mana yg agak murah. sekalian minta nmr ponsel mbak untuk tukar informasi. o ya mbak untuk mencabut pen dulu mbak habis brapa. mksh sekali ya,,, mbak.

    RS yang murah? coba ke RS negeri deh. Kalau di jakarta bisa coba ke RS Fatmawati. Untuk cabut pen, dilakukan operasi … maka biaya nya sama seperti biaya yang dibutuhkan untuk tindakan operasi. Tergantung RS, kelas kamar inap dan obat/alat yang digunakan. Btw notelp saya email yah

    117. tyo, 15 June 2010 at 2:58 pm

    saya mau nannya dong kira2,,…biaya pengobatan untuk penyakit ini berapa ya..?
    truss…apa klo udah di lakukan operasi bisa pulih seperti semula…
    karena ibu saya mengalami hal yg demikian..dia kena di tulang ekor…,,
    terimakasih,,,..
    mohon di jawab iaa..

    biaya pengobatan? tergantung terapi yang dilakukan.

    Kalo cuma obat minum aja, bisa didapat di puskemas. Harga obat TBC utk sebulan bisa dibeli di puskesmas dengan harga 50-100rb.

    Kalo harus operasi, tergantung RS, kelas kamar inap dan alat tambahan apa yang digunakan. Harga PEN untuk tulang belakang tahun 2010 ini berkisar 15-30jt tergantung materialnya.

    Setelah operasi bisa pulih semula? ibaratnya mobil, kalo udah turun mesin apa bisa fit seperti saat baru?

    Tergantung bagaimana kita menjaga tubuh kita, asupan makanan dan olahraga yang kita lakukan.

    118. juli, 15 June 2010 at 7:22 pm

    mbak… menurut pengalaman mbak ato orang2 yg pernah share ke mbak, lebih baik mana ya, pakai pen atau langsung pakai tulang iga saja, karena dokter saya menyarankan langsung memakai tulang iga saja.
    trus kondisi kita setelah diambil tulang iganya gimana ya mbak, apa ada efek samping yg lain yg dirasakan?
    terus terang mbak, saya masih belum berani untuk dioperasi, selain masalah biaya juga.
    Thanks ya mbak

    lebih baik mana? tergantung kebutuhan badan kita. saya udah ngerasain 2-2nya. di badan saya gak ada bedanya. Coba konsultasi ke dokter aja. Efek samping? gak ada tuh. Alhamdulillah sehat aja sampe skrg

    119. Ade, 24 June 2010 at 4:37 pm

    Assalamualaikum mba…

    Saya juga salah satu penderita TBC tulang belakang, akan tetapi untung saja belum sampai pada tahap yang parah (dipasang pen) walaupun 2 ruas tulang belakang saya mengecil. Sekarang, pasca operasi, saya juga diharuskan memakai sabuk kulit di badan. Lalu, apa rasanya yang akan terjadi setelah operasi mbak???nyeri, ngilu, ato apa mbak???
    terima kasih

    Wassalamualaikum…

    120. khoirul ahkam, 25 June 2010 at 10:37 am

    mbak,,,,,,, kalok kasusnya tbc tulang sebaiknya ke dokter spesialis bedah ortophedi apa ke saraf. kalok mbak sendiri dahulu di tangani spesialis apa. mksh.

    121. felan, 27 June 2010 at 11:41 am

    salam hangat untuk De,,
    saya (24 thun) baru baca sekilas tentang tbc tulang di blog Anda,saya tertarik dengan tulisan Anda,,
    namun ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan perihal tbc tulang, karena saya adalah penderita Coxitie 5 tahun silam..

    1. apakah tbc tulang bisa mengakibatkan penurunan kadar kalsium dalam tulang??? karena saya pernah mendatangi posko pemeriksaan tulang milik produk produk susu di mall,, hasilnya kadar kalsium tulang saya rendah padahal saya masih mengkonsumsi susu high kalsium..
    2. saya sudah divonis sembuh setelah menjalani beberapa medical checkup,, namun akhir-akhir ini saya mengeluhkan rasa sakit di lutut,,, apakah mungkin bakteri TBC dalam tubuh saya aktif kembali dan menyerang bagian-bagian tubuh yang lain???

    mohon penjelasannnya De,,
    terima kasih..

    122. Selti, 20 July 2010 at 5:28 pm

    Asslkm.De mksh bgt y infonya.sekarang aku terbaring kena tb tlg punggung.mulai ad benjolan kecil dan ga bs jalan.boleh minta email lutvi yg comment tg3 desember 2009.ak ingin tau bgmn hsl operasi,dr. yg menangani dan biayanya krn sama dijogja jg.saat ni aku msh blum mampu memutuskn untuk operasi dan masih mnm obt herbal.thanks b4

    123. aan, 11 August 2010 at 7:20 am

    Saya lusa operasi pertama..untuk pmbuangan abses dan pmasangn pen..saya takut..saya mohon doakan ksmbuhan saya ya.terima kasih

    Goodluck ya! semangat terus untuk sembuh. Jangan lupa rutin minum obatnya!

    124. iwat, 12 August 2010 at 11:20 am

    insyaallah saya akan mendoakan, saya sudah operasi tbc tulang (pemasangan pen dan pembuangan abses) bulan april 2010 kemaren

    125. troy manuputty, 13 August 2010 at 8:35 pm

    mba Dee, sya troy usia 41 th. 2 tahun yang lalu dibawah dengkul saya muncul benjolan yang makin lama membesar yang terasa nyeri sekali bila berdiri. dokter mendiaknosis saya dg bisul mata seribu. 3 kali sy diberi suntikan hingga akhirnya bisul itupun pecah yang mengeluarkan darah bercampur nanah yang keluar terus-menerus. setelahnya saya cm diberi obat minum dan pembersih luka. selama 2 tahun sy tdk pernah kembali ke dokter dan selama itu pula sy hanya mengganti kapas dan verban karna nanah. saudara saya yang bekerja di RS.Permata Hj mengatakan bahwa kemungkinan sy terkena TBC kulit. saya mohon saran dari Mba, apa yg harus sy lakukan melihat kemampuan keuangan sy yg juga tdk besar. Terima kasih sebelumnya.

    Hi Troy,
    Sebaiknya ke dokter spesialis kulit aja dan lakukan test secara menyeluruh untuk melihat kemungkinan TBC atau tidaknya. Serangkaian test harus dilakukan dari test darah - urine - mantoux.

    Kalau memang positif, harus minum obat secara teratur (min 6 bulan non-stop). Obat TBC gak mahal kok, bisa diperoleh di Puskesmas.

    126. benny afrianto, 17 August 2010 at 3:50 pm

    mbak..bisa diberi tahu dimana RS untuk operasinya, karna istri saya bawa periksa ke melaka malaysia, dokternya bilang biaya 75 juta..,uang kami tak sebanyak itu, boleh minta no tel mbak gak untuk komunikasi lebih lanjut…terima kasih ya mbak

    127. dini, 18 August 2010 at 10:42 am

    Ass Wr Wb..
    maaf klo boleh tau dokter SpOT yg bagus di RS mana yaa? punya no telpnya?kebetulan saya lagi pegang Program JAngan MEnyerah Trans7 tayang setiap Kamis pukul10.00 WIB selama ramadhan.. kebetulan orang yang pernah kita bantu itu penyakitnya TBC Tulang belakang… dan saya kesulitan mendapatkan keterangan dari dokter mengenai masalah tersebut..
    terimakasih sebelumnya atas bantuannya…

    Leave a Reply