<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Ordinary life</title>
	<atom:link href="http://www.masrafa.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.masrafa.org</link>
	<description>Just another ordinary blog</description>
	<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 04:19:54 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Wat Pho - Bangkok D2</title>
		<link>http://www.masrafa.org/2010/03/08/wat-pho-bangkok-d2/</link>
		<comments>http://www.masrafa.org/2010/03/08/wat-pho-bangkok-d2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 13:07:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>De</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Thailand]]></category>

		<category><![CDATA[Bangkok]]></category>

		<category><![CDATA[family vaca]]></category>

		<category><![CDATA[travelling]]></category>

		<category><![CDATA[Wat Pho]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masrafa.org/?p=923</guid>
		<description><![CDATA[Selasa, 23 Feb 2010
Setelah mengunjungi The Emerald Grand Palace, kami melanjutkan perjalanan untuk melihat Wat Pho atau yang lebih dikenal dengan nama The Temple of Reclining Budha atau Sleeping Budha.
Saat bertanya ke penjaga 7Eleven, mbak nya bilang kami bisa jalan kaki menuju Wat Pho. Letaknya gak jauh cuma harus menempuh jarak 5-10 menit jalan kaki [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Selasa, 23 Feb 2010</strong></p>
<p>Setelah mengunjungi <a href="http://www.masrafa.org/2010/03/08/grand-palace-bangkok-day-2/" target="_blank">The Emerald Grand Palace</a>, kami melanjutkan perjalanan untuk melihat Wat Pho atau yang lebih dikenal dengan nama The Temple of Reclining Budha atau Sleeping Budha.</p>
<p>Saat bertanya ke penjaga 7Eleven, mbak nya bilang kami bisa jalan kaki menuju Wat Pho. Letaknya gak jauh cuma harus menempuh jarak 5-10 menit jalan kaki kesana. Kami percaya aja dan mengikuti gerombolan wisatawan lain yang juga berjalanan kaki kesana.</p>
<p><a href="http://2.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S5TqQ95QR5I/AAAAAAAAAbM/rJ--aMt6vks/s1600-h/bkk17.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446235426611283858" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S5TqQ95QR5I/AAAAAAAAAbM/rJ--aMt6vks/s400/bkk17.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Ternyata lokasi Wat Pho ini ada di samping kiri belakang dari The Emerald Budha. Tepatnya di Chetuphon Road - Bangkok. Lihat kan peta dan kebayang luasnya komplek Emerald Budha &#8230; kami harus jalan kaki mengelilingi komplek untuk bisa sampai ke Wat Pho. Untuk Fayra sih nyantai, dia tinggal duduk di stroller &#8230; kasian Rafa yang harus jalan kaki mana perut udah mulai lapar.</p>
<p>Sampai disana kami langsung menuju tempat penjualan tiket dan membayar THB 50/orang (Fayra masih gratis) untuk bisa masuk ke dalam kuil dan melihat patung Budha dalam posisi tidur menyamping yang dikenal dengan nama Reclining/Sleeping Budha.<br />
<a href="http://1.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S5TqQayRbKI/AAAAAAAAAbE/RqIknbgx8EA/s1600-h/bkk18.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446235417186757794" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S5TqQayRbKI/AAAAAAAAAbE/RqIknbgx8EA/s400/bkk18.jpg" border="0" alt="" /></a>Patung Budha tersebut memenuhi bangunan candi. Patung ini berukuran panjang 45 meter dengan tinggi 15 meter. Keseluruhan badannya terbuat dari plat emas, sementara bola matanya bertahtakan mutiara. Telapak kakinya berhiaskan 108 buah lambang keberuntungan China dan India.</p>
<p><a href="http://4.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S5TqQAR9IfI/AAAAAAAAAa8/c-YxnxspXxg/s1600-h/bkk7.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446235410071888370" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 266px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S5TqQAR9IfI/AAAAAAAAAa8/c-YxnxspXxg/s400/bkk7.jpg" border="0" alt="" /></a>Bagian barat komplek Wat Pho ada sebuah kuil yang berisi patung Budha yang sedang duduk diatas ular. Patung ini disebut Pang Nak Prok, the Buddha under the Naga&#8217;s hood.<br />
<a href="http://1.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S5Tp9lbceHI/AAAAAAAAAa0/MPCo76IHS-g/s1600-h/bkk19.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446235093626288242" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S5Tp9lbceHI/AAAAAAAAAa0/MPCo76IHS-g/s400/bkk19.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Didalam komplek kuil Wat Pho yang luasnya 80,000 meter persegi ini terdapat lebih dari 1,000 patung Budha. Bangunan ini sudah mengalami beberapa renovasi dan renovasi yang paling lama membutuhkan waktu 16 tahun 7 bulan pada saat jaman King Rama III. Jajaran patung Budha pada foto diatas disebut Phra Rabieng, ini adalah beranda yang dikelilingi beragam patung Budha diseluruh temboknya dan menghubungkan 4 Vihara didalam komplek Wat Pho.<a href="http://1.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S5Tp9Z658FI/AAAAAAAAAas/2pzYQxdZa-A/s1600-h/bkk20.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446235090537017426" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S5Tp9Z658FI/AAAAAAAAAas/2pzYQxdZa-A/s400/bkk20.jpg" border="0" alt="" /></a>Hari itu banyak sekali rombongan dari sekolah-sekolah di Bangkok yang mengadakan field trip. Mereka dengan tekun mendengarkan penjelasan dari gurunya. Disinilah mereka mempelajari latar belakang dan sejarah agama Budha yang menjadi agama mayoritas di Thailand. Berbagai patung philisoper juga ada. Seperti patung yang diduduki Fayra di foto atas, ada makna yang terkandung dalam setiap detil bangunan. Sayang tidak ada brosur yang dibagikan seperti di The Emerald Budha. Jadi kami tidak bisa mendapatkan penjelasan secara detil dari keseluruhan bangunan.<br />
<a href="http://4.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S5Tp9HHB88I/AAAAAAAAAak/8Kr5hIYd6Hg/s1600-h/bkk21.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446235085487600578" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S5Tp9HHB88I/AAAAAAAAAak/8Kr5hIYd6Hg/s400/bkk21.jpg" border="0" alt="" /></a>Didalam komplek ini juga ada tempat untuk wisatawan yang ingin mencoba pijat ala Thai. Dibuka untuk umum dengan harga THB 250/jam. Komplek Wat Pho ini dibuka untuk umum dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore.</p>
<p><a href="http://2.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S5XMCYnhDXI/AAAAAAAAAbc/bp33WBSaz_I/s1600-h/bkk13.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446483665714482546" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 266px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S5XMCYnhDXI/AAAAAAAAAbc/bp33WBSaz_I/s400/bkk13.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p><a href="http://2.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S5Tp8--wwOI/AAAAAAAAAac/y843Bvtz6OI/s1600-h/bkk22.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446235083305435362" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 290px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S5Tp8--wwOI/AAAAAAAAAac/y843Bvtz6OI/s400/bkk22.jpg" border="0" alt="" /></a>Foto diatas adalah <strong>Phra Maha Chedi Dilok Dhammakaroknitarn</strong>, sebuah candi yang berhiaskan mozaik berbentuk bunga dari keramik putih melambangkan kejayaan jaman King Rama II. Candi ini dibangun oleh anaknya yaitu King Rama III. Beliau juga membangun pagoda dari mosaik kuning, <strong>Phra Maha Chedi Muni Batborikharn,</strong> untuk melambangkan kejayaan beliau dan bentuk penghargaan terhadap Buddha.</p>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S5T1HSWbyuI/AAAAAAAAAbU/_CIbMXzwVfs/s1600-h/bkk24.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446247354931596002" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S5T1HSWbyuI/AAAAAAAAAbU/_CIbMXzwVfs/s400/bkk24.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
Karena 2 objek wisata yang kami kunjungi dari pagi sampai siang ini luas-luas banget, kami memutuskan untuk naik taksi ke arah Siam Paragon. Jangan terjebak dengan taxi yang nongkrong di depan komplek Wat Pho, suka seenaknya aja ngasih harga sama wisatawan. Pertama kami tanya, supir taksi buka harga THB400. Padahal saat berangkat kami cuma membayar THB 100 aja sesuai angka di argometer.</p>
<p><a href="http://2.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S5Tp8Rkm3iI/AAAAAAAAAaU/1DCFYhq_4vw/s1600-h/bkk23.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446235071116140066" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S5Tp8Rkm3iI/AAAAAAAAAaU/1DCFYhq_4vw/s400/bkk23.jpg" border="0" alt="" /></a>Akhirnya kami jalan agak menjauh sedikit, dan menyetop taksi kosong yang kebetulan lewat. Taksi di Bangkok banyak merek dan aneka warna. Kali ini Fayra minta naik taksi warna pink yang alhamdulillah pas lewat didepan kami dalam kondisi kosong. Anak-anak pun langsung terlelap didalam taksi selama perjalanan menuju objek wisata selanjutnya, SIAM Ocean World.</p>
<p>Tunggu foto dan liputan tentang Siam Ocean World di postingan berikutnya!</p>
<p><em><strong>Tips ke Wat Pho:</strong></em></p>
<ul>
<li>Dari depan The Emerald Budha, mending naik tuk-tuk ke Wat Pho. Tawar aja sekitar THB 80-100, daripada jalan kaki mayan jauh.</li>
<li>Peraturan untuk masuk ke komplek Wat Pho sama seperti di The Emerald Budha, baju sopan dan tertutup. Kalo gak memenuhi syarat, terpaksa harus sewa baju/kain atau gak boleh masuk sama sekali</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masrafa.org/2010/03/08/wat-pho-bangkok-d2/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Grand Palace - Bangkok Day 2</title>
		<link>http://www.masrafa.org/2010/03/08/grand-palace-bangkok-day-2/</link>
		<comments>http://www.masrafa.org/2010/03/08/grand-palace-bangkok-day-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 11:34:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>De</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Thailand]]></category>

		<category><![CDATA[Bangkok]]></category>

		<category><![CDATA[Emerald Budha]]></category>

		<category><![CDATA[family vacation]]></category>

		<category><![CDATA[travelling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masrafa.org/?p=914</guid>
		<description><![CDATA[Selasa, 23 Feb 2010
Hari ini kami melakukan kunjungan wajib di Bangkok. Apalagi kalo bukan ke Grand Palace yang tersohor itu?
Saya sering mendengar pengalaman buruk wisatawan dengan taxi di bangkok. Ada yang tidak mau pakai argo, ada yang memanfaatkan keahlian bahasa inggrisnya untuk menipu wisatawan, juga ada yang suka bawa wisatawan keliling-keliling gak penting hingga argo [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: bold;">Selasa, 23 Feb 2010</span></p>
<p>Hari ini kami melakukan kunjungan wajib di Bangkok. Apalagi kalo bukan ke Grand Palace yang tersohor itu?</p>
<p>Saya sering mendengar pengalaman buruk wisatawan dengan taxi di bangkok. Ada yang tidak mau pakai argo, ada yang memanfaatkan keahlian bahasa inggrisnya untuk menipu wisatawan, juga ada yang suka bawa wisatawan keliling-keliling gak penting hingga argo semakin tinggi dan bikin pusing yang bayar. Karena itu setelah sarapan di hotel, kami langsung memesan taxi di resepsionis hotel.</p>
<p>Taxi yang diberhentikan petugas hotel, mau menggunakan argo meter sesuai dengan perintah. Saya sudah diberikan gambaran, bahwa tarif taxi dari Siam sampai Grand Palace area sekitar THB 100. Alhamdulillah supirnya benar, kami bayar gak jauh dari nilai itu.</p>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S4-a4NSNOuI/AAAAAAAAAYs/pFOC4y-7aAA/s1600-h/bkk4.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444740764943596258" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 389px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S4-a4NSNOuI/AAAAAAAAAYs/pFOC4y-7aAA/s400/bkk4.jpg" border="0" alt="" /></a>Di pintu masuk Grand Palace, kami diminta membayar tiket masuk senilai THB 350/org. Mayan mahal yah. Untuk wisatawan memang dikenakan biaya tsb, tapi untuk penduduk lokal gak dipungut biaya kok. Mereka bisa masuk secara gratis dengan bebas. Karena di dalam nya terdapat kuil untuk berdoa bagi umat Budha.</p>
<p>Untuk bisa masuk ke dalam komplek Grand Palace, kita diminta untuk berpakaian sopan. Tidak boleh pakai celana pendek, tidak boleh pakai baju tanpa lengan, tidak boleh pakai sendal juga tidak boleh pakai baju/celana ketat. Karena sudah diperingatkan dari Jakarta, kami datang hari ini berbaju sopan lengkap dengan sepatu/sendal tertutup. Yang penting jari kaki tidak terlihat. Jadilah keluarga sepatu karet ini menapakan kaki dan berfoto dulu bersama-sama:</p>
<p><a href="http://1.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S4-sFcHalvI/AAAAAAAAAZs/7yKyiMRkfo0/s1600-h/bkk11.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444759683960837874" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S4-sFcHalvI/AAAAAAAAAZs/7yKyiMRkfo0/s400/bkk11.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Matahari mulai meninggi saat kami sampai. Sinar matahari jam 10 pagi di Bangkok lumayan menyengat. Begitu melihat peta di pintu masuk, langsung kaget &#8230; whuaaaaa luas amat???? Kasian sama wisatawan dari negara barat sana, mereka kegerahan &#8230; tapi harus berpakaian ketutup. Kaya nya tersiksa banget. Ada seorang turis wanita yang lumayan cerdas. Dia pakai baju yukensi, tapi ditutup scarf lebar dan tipis yang diikat dipundak. Yang penting lengan tertutup, tapi gak gerah hehehe.</p>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S4-ccjI7zpI/AAAAAAAAAY8/YVYqQxYZX3E/s1600-h/bkk6.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444742488797204114" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 333px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S4-ccjI7zpI/AAAAAAAAAY8/YVYqQxYZX3E/s400/bkk6.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Sebelum kami masuk kedalam, kami sempat melihat pergantian para petugas keamanan. Dengan seragam dan senjata, mereka berbaris rapih memasuki kawasan istana dengan gagah. Rapih sekali. Sayangnya banyak wisatawan yang sibuk mengambil foto dari depan, sehingga menganggu langkah cepat mereka. Setelah mereka lewat, kami minta tolong seorang turis dari Jepang untuk foto. Kasian masguh yang tiap liburan cuma jadi tukang foto. Hampir tidak ada foto kami berempat. Makanya liburan kali ini kami gak malu untuk minta tolong orang lain motoin.</p>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S4-a3zJminI/AAAAAAAAAYk/znrX4l0sx4E/s1600-h/bkk3.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444740757928184434" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 311px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S4-a3zJminI/AAAAAAAAAYk/znrX4l0sx4E/s400/bkk3.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Seperti yang terlihat di peta, ada beberapa bangunan didalam komplek Grand Palace. Disini saya coba sharing bangunan apa saja yang ada disana dan apa fungsi juga sejarahnya. Jadi postingan ini akan banyak foto dan tulisannya agak panjang yah.</p>
<p>Grand Palace komplek dibangun tahun 1782 dan bukan hanya sebuah tempat tinggal kerajaan, tetapi berisi juga beberapa bangunan pemerintahan dan sebuah kuil/candi Emerald Budha. Luas komplek ini 218,000 meter persegi dan dikelilingi 4 buah tembok dengan total panjangnya 1,900 meter.<br />
<a href="http://2.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S4-jgi9ijkI/AAAAAAAAAZU/trlk4UDlwto/s1600-h/bkk8.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><br />
</a></p>
<p><a href="http://2.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S5TbykT9h4I/AAAAAAAAAaE/Vn-DAkLS0wU/s1600-h/bkk15.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446219511185115010" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S5TbykT9h4I/AAAAAAAAAaE/Vn-DAkLS0wU/s400/bkk15.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Bangunan pertama disebut The Royal Monastery of The Emerald Budha. Ketika masuk ke dalam, kita diminta untuk melepas topi dan alas kaki. Semua alas kaki diletakan di lemari didepan pintu masuk. Didalam bangunan tersebut kita tidak boleh mengabadikan dengan foto atau video. Kita juga tidak boleh berdiri terlalu lama disana. Karena banyak orang yang berdoa, jika kita ingin menikmati keindahan bangunan dalam &#8230; kita diminta duduk seperti orang lain yang sedang berdoa. Kita boleh mengabadikan foto/video hanya dipelataran atau bagian luar gedung tsb, seperti foto dibawah ini yang diambil di sisi kanan gedung:</p>
<p><a href="http://4.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S5Tbyazk24I/AAAAAAAAAZ8/oz0uwvUvxug/s1600-h/bkk14.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446219508633361282" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S5Tbyazk24I/AAAAAAAAAZ8/oz0uwvUvxug/s400/bkk14.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Patung Emerald Budha dipahat dari sebongkah batu permata hijau (green jade) dan pertama kali ditemukan tahun 1434 di dalam sebuah stupa di daerah Chiang Rai. Saat itu patung tersebut dilapisi gips dan dianggap sebagai patung Budha biasa. Tetapi ketika seorang kepala biara menemukan gips dibagian hidung Budha mengelupas dan dibaliknya ditemukan permata hijau. Kepala biara tsb menyadari bahwa batu tersebut adalah batu zamrud (emerald dalam bahasa Inggris) dan setelah itu legenda tentang The Emerald Budha berkembang.</p>
<p><a href="http://2.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S4-jgi9ijkI/AAAAAAAAAZU/trlk4UDlwto/s1600-h/bkk8.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444750254050283074" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 266px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S4-jgi9ijkI/AAAAAAAAAZU/trlk4UDlwto/s400/bkk8.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Patung ini sempat berada di Laos selama 226 tahun sebelum akhirnya Raja Rama I membawanya kembali ke Thailand tahun 1778. Saat Raja Rama I membangun kota Bangkok, ia mendirikan rumah khusus bagi patung Emerald Budha. Sampai sekarang, kuil ini tetap berfungsi sebagai tempat ibadah bagi masyarakat Budha di Thailand. Para wisatawan yang beragama Budha bahkan menyempatkan diri beribadah sejenak.</p>
<p>Saat ini patung Emerald Budha diabadikan dengan bentuk gaya duduk singasana trandisional Kerajaan Thai, patungnya terbuat dari warna emas, dilapisi 3 musim kostum (pakaian musim panas, musim hujan dan musim dingin). Kostum tsb diganti 3x setahun dalam sebuah upacara formal yang dilakukan oleh Kerajaan.</p>
<p>Bulan Februari memang bukan holiday peak season seperti juni-juli, tetapi entah mengapa hari itu banyak sekali wisatawan didalam komplek Grand Palace. Penuh banget ditambah matahari yang menyengat, bikin Fayra agak rewel. Mau ngambil foto dari sisi manapun ada gerombolan orang.</p>
<p><a href="http://1.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S4-jfxUsUUI/AAAAAAAAAZE/JuDTKfVLbOI/s1600-h/bkk5.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444750240725619010" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 315px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S4-jfxUsUUI/AAAAAAAAAZE/JuDTKfVLbOI/s400/bkk5.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p>4 monumen utama pada teras komplek Grand Palace adalah:</p>
<ol>
<li>Tempat penyimpan peninggalan kerajaan berupa Chedi (candi) atau pagoda yang terbuat dari emas.</li>
<li>The Mondop, gudang penyimpanan naskah daun lontar</li>
<li>Miniatur Angkor Wat yang dibangun atas perintah King Mongkut (Rama IV)</li>
<li>The Royal Pantheon, kuil yang dibangun atas perintah kekuasaan dynasty Chakri.</li>
</ol>
<p><a href="http://1.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S5TbyEhiFuI/AAAAAAAAAZ0/KuPq3-P8AJo/s1600-h/bkk12.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446219502652102370" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 282px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S5TbyEhiFuI/AAAAAAAAAZ0/KuPq3-P8AJo/s400/bkk12.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Bagunan di foto dibawah ini adalah The Chakri Maha Prasat selesai dibangun oleh Raja Chulalongkorn (King Rama V) pada tahun 1882, tahun yang sama ketika merayakan ulang tahun ke 100 kota Bangkok. Saat ini bagian gedung yang dibuka untuk umum hanya bagian depan (reception area). Gedung ini terdiri dari Central Throne Hall (singasana raja) dan 2 sayap gedung. Bagian Centrall Throne Hall digunakan untuk menyambut kunjungan kenegaraan dari duta besar negara lain.</p>
<p><a href="http://1.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S4-jg29IA0I/AAAAAAAAAZc/yeVU6j4wI3c/s1600-h/bkk9.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444750259417252674" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 266px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S4-jg29IA0I/AAAAAAAAAZc/yeVU6j4wI3c/s400/bkk9.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Bagunan pada foto dibawah ini disebut The Borom Phiman Mansion. Dibangun dengan gaya kebaratan pada tahun 1903 oleh King Rama V untuk Putra Mahkota, calon raja berikutnya yaitu King Rama VI. Gedung ini juga digunakan untuk beberapa acara kerajaan juga tempat tinggal bagi King Rama VII (1925 - 1935), King Rama VIII (1935-1946) sampai raja yang sekarang yaitu King Rama IX. Di gedung ini lah Raja Thai sekarang menerima kunjungan Kepala Negara juga aparat pemerintah lainnya. Karena masih digunakan untuk tempat tinggal Raja yang sekarang, gedung ini terlarang untuk wisatawan umum.</p>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S4-jhNMpLUI/AAAAAAAAAZk/2FKMyGj0iI0/s1600-h/bkk10.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444750265387920706" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 283px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S4-jhNMpLUI/AAAAAAAAAZk/2FKMyGj0iI0/s400/bkk10.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Tidak salah kalau Raja Thai memberikan nama Suvanarbhumi untuk Airport di Bangkok, karena Suvanarbhumi dalam bahasa Thai berarti TANAH EMAS. Rafa pun takjub melihat keseluruhan unsur emas di setiap bangunan atau patung Budha sambil berkomentar: &#8220;<span style="font-style: italic;">Thailand itu negaranya kaya banget ya ma, liat aja semua dari emas gini</span>&#8221;</p>
<p><a href="http://1.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S5TbzDYGOWI/AAAAAAAAAaM/9QvZg7-O6R4/s1600-h/bkk16.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446219519523961186" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S5TbzDYGOWI/AAAAAAAAAaM/9QvZg7-O6R4/s400/bkk16.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Karena udara makin panas kami jajan eskrim dulu di 7Eleven yang terletak di seberang komplek Emerald Budha, sambil bertanya jalan menuju  objek wisata yang gak jauh dari komplek Emerald Budha yaitu Wat Po. Nantikan cerita dan foto Wat Pho dipostingan berikutnya yah.</p>
<p><em><strong>Tips ke Emerald Budha:</strong></em></p>
<ul>
<li>Ta&#8217;ati peraturan untuk menggunakan pakaian sopan (berlengan, tidak ketat, bukan celana pendek, alas kaki tertutup).</li>
<li>Buka alas kaki dan topi saat masuk ke bangunan The Emerald Budha, jangan nunggu ditegur pertugas.</li>
<li>Letakan alas kaki dilemari yang sudah disediakan. Gak usah takut hilang, banyak petugas yang mengawasi diluar.</li>
<li>Tidak boleh mengabadikan The Emerald Budha dengan menggunakan foto/video. Kalau ketauan, siap-siap berurusan dengan petugas.</li>
<li>Sebaiknya pagi-pagi kesini karena makin siang makin panas, tempat yang bisa dilihat banyak banget dan area nya super duper luas.</li>
<li>Brosur yang diberikan saat beli tiket sangat informatif dan lengkap dengan peta. Kalau dirasa masih kurang, banyak orang yang menawarkan diri menjadi tour guide dengan biaya THB 300-600.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masrafa.org/2010/03/08/grand-palace-bangkok-day-2/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Day1 - Bangkok</title>
		<link>http://www.masrafa.org/2010/03/03/day1-bangkok/</link>
		<comments>http://www.masrafa.org/2010/03/03/day1-bangkok/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 12:00:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>De</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Thailand]]></category>

		<category><![CDATA[Bangkok]]></category>

		<category><![CDATA[family vacation]]></category>

		<category><![CDATA[Jalan-jalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masrafa.org/?p=912</guid>
		<description><![CDATA[Senin, 22 Feb 2010
Hari ini Rafa dan Fayra masih masuk sekolah. Kebetulan Rafa ada ulangan untuk pelajaran PPKN dan memang pesawat kami jadwalnya jam 16.20 WIB. Fayra yang sejak masuk sekolah minta dijemput sama mama, akhirnya hari ini kesampaian juga. Duh bahagia banget bisa liat mata Fayra berbinar-binar liat kami didepan pintu sekolahnya. Maaf harus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: bold;">Senin, 22 Feb 2010</span></p>
<p>Hari ini Rafa dan Fayra masih masuk sekolah. Kebetulan Rafa ada ulangan untuk pelajaran PPKN dan memang pesawat kami jadwalnya jam 16.20 WIB. Fayra yang sejak masuk sekolah minta dijemput sama mama, akhirnya hari ini kesampaian juga. Duh bahagia banget bisa liat mata Fayra berbinar-binar liat kami didepan pintu sekolahnya. Maaf harus menunggu 8 bulan sampai kejadian ya, Fay!</p>
<p>Setelah jemput Fay, kami pulang ke rumah. Memastikan embak2 dirumah paham apa yang harus dilakukan selama kami tinggal seminggu, mengganti baju Fayra, memasukan koper ke dalam mobil, dan langsung siap-siap menuju airport Soekarno Hatta.</p>
<p>Jam 12 kami berangkat dari rumah, menjemput Rafa di sekolah sekalian minta ijin ke gurunya kalo 3 hari ke depan gak masuk. Kebetulan Rabu-Kami ada perayaan maulid di Al Fath, jadi pas minggu ini gak belajar Rafa bisa diajak bolos untuk jalan-jalan hehehe.</p>
<p>Pesawat kami tiba di Suvarnabhumi Airport - Bangkok jam 19:40, tidak ada perbedaan waktu antara Jakarta dengan Bangkok. Alhamdulillah tidak ada delay dan benar-benar tepat waktu.</p>
<p><a href="http://4.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S45FnhN1HLI/AAAAAAAAAYU/8YAPM2_i564/s1600-h/bkk1.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444365544771099826" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 313px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S45FnhN1HLI/AAAAAAAAAYU/8YAPM2_i564/s400/bkk1.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
Di airport Rafa sudah tau tugasnya. Langsung mencari troli untuk koper, menjaga adiknya selama kami sibuk angkat koper dan langsung ke antrian passport control untuk foreigners.</p>
<p><a href="http://1.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S45Fn-ylpcI/AAAAAAAAAYc/DTqItClRG9g/s1600-h/bkk2.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444365552709903810" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 295px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S45Fn-ylpcI/AAAAAAAAAYc/DTqItClRG9g/s400/bkk2.jpg" border="0" alt="" /></a>Karena sudah cukup informasi dari internet dan pengalaman teman-teman yang pergi ke Bangkok, kami langsung mencari taxi. Tepat banget loh, kami diminta membayar THB 400 dari airport sampai hotel di kawasan Siam. Harga tsb sudah termasuk uang tol.</p>
<p>Sampai hotel, masguh keluar lagi untuk mencari makan malam. Gak tega bawa anak-anak jalan keluar malam, kasian mereka tadi pagi udah capek di sekolah ditambah perjalanan di pesawat 3 jam. Dipesawat kami membeli mie seduh dan hotdog (khusus untuk Fay yang doyan banget sosis).</p>
<p>Malam itu Masguh datang membawa seloyang pizza HUT + 2 botol besar air mineral Nestle. Alhamdulillah kenyang juga dimakan ber4. Abis itu mandi dan langsung tidur nyiapin tenaga untuk besok.</p>
<p><span style="font-weight: bold; font-style: italic;">Tips ke Bangkok hari ini:</span></p>
<ul>
<li>Kalo pergi sendiri, lebih baik naik airport express bus THB150/org.</li>
<li>Kalo lebih dari 2 orang, taxi akan lebih murah jatuhnya.</li>
<li>Untuk yang rombongan lebih dari 4 org pun ada maxicab, biasanya THB600-1,000 tergantung jarak.</li>
</ul>
<p><span style="font-weight: bold; font-style: italic;">Pengeluaran hari ini:</span></p>
<ul>
<li>Bensin Rp 150,000</li>
<li>Tol dalam kota Rp 6,500</li>
<li>Tol Bandara Rp 4,500</li>
<li>Airport tax Rp 150,000 x 4 org</li>
<li>Taxi ke hotel THB 400</li>
<li>Bellboy tip THB 20</li>
<li>Dinner D1 THB 450</li>
</ul>
<p>Total Rp 761,000 + THB 870</p>
<p>1THB = kurang lebih Rp 300</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masrafa.org/2010/03/03/day1-bangkok/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Family Trip 2010</title>
		<link>http://www.masrafa.org/2010/03/03/family-trip-2010/</link>
		<comments>http://www.masrafa.org/2010/03/03/family-trip-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 11:01:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>De</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Singapore]]></category>

		<category><![CDATA[Thailand]]></category>

		<category><![CDATA[Bangkok]]></category>

		<category><![CDATA[family vacation]]></category>

		<category><![CDATA[Jalan-jalan]]></category>

		<category><![CDATA[travelling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masrafa.org/?p=908</guid>
		<description><![CDATA[Yuhuuuu&#8230; kami baru saja kembali dari liburan keluarga tahun 2010 loh. Sejak liburan terpaksa ke Hongkong itu, kok jadi ketagihan jalan-jalan yah. Dan akhirnya kami bikin ritual tahunan dengan berburu tiket murah di AirAsia aja dengan fokus ke negara yang tidak membutuhkan visa. Kalau tahun lalu kami pergi ke Malaysia, tahun ini kami mengunjungi Thailand [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yuhuuuu&#8230; kami baru saja kembali dari liburan keluarga tahun 2010 loh. Sejak liburan terpaksa ke <a href="../../category/jalan-jalan/hongkong/">Hongkong</a> itu, kok jadi ketagihan jalan-jalan yah. Dan akhirnya kami bikin ritual tahunan dengan berburu tiket murah di <a href="http://www.airasia.com/">AirAsia</a> aja dengan fokus ke negara yang tidak membutuhkan visa. Kalau tahun lalu kami pergi ke <a href="../../category/jalan-jalan/malaysia/">Malaysia</a>, tahun ini kami mengunjungi Thailand dan Singapore.</p>
<div style="text-align: center;"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444327034790584578" src="http://3.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S44il8W_oQI/AAAAAAAAAYM/smjlAXRL9Os/s320/bkksin2.jpg" border="0" alt="" /></div>
<p>Kami pergi ber4 selama 6 hari 5 malam dengan membawa: 1 koper besar, 1 koper sedang, 1 ransel (untuk termos dan susu fay), 1 tas selempang (untuk pasport, voucher hotel, tiket pesawat dan dompet), juga 1 tas kamera D70. Gak banyak kan?</p>
<p><a href="http://4.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S44iluzRwkI/AAAAAAAAAYE/gj-_riYuaC0/s1600-h/bkksin1.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444327031151116866" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1P7Q2_MO-hQ/S44iluzRwkI/AAAAAAAAAYE/gj-_riYuaC0/s320/bkksin1.jpg" border="0" alt="" /></a>Alhamdulillah untuk perjalanan jkt-bkk-sin-jkt, kami hanya membayar tiket <a href="http://www.airasia.com/">AirAsia</a> total sejumlah Rp3jt untuk 4 orang (semua dihitung dewasa karena Fay sudah lebih dari 3 tahun dan mendapatkan kursi sendiri).</p>
<p>Sementara hotel di Bangkok, kami mendapatkan voucher Hotel All Season Siam dari <a href="http://www.agoda.web.id/">Agoda Travel</a> dengan harga Rp 1jt untuk 3 malam. Kalau hotel di Singapore, kami mendapatkan voucher Hotel Summerview dari Pasopati travel dengan harga SGD 250 untuk 2 malam.</p>
<p>Seperti perjalanan sebelumnya, tempat yang akan kami kunjungi harus sesuai dengan minat anak-anak supaya mereka bisa menikmatinya. Shopping? Maaf, belanja-belanji tidak ada di agenda dan budget kami &#8230; jadi kami tidak membawa oleh-oleh selain foto dan cerita di blog ini.</p>
<p>Cerita lengkap akan disajikan ke dalam beberapa posting. Ditunggu yah!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masrafa.org/2010/03/03/family-trip-2010/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mencari sekolah di Serpong</title>
		<link>http://www.masrafa.org/2010/02/16/mencari-sekolah-di-serpong/</link>
		<comments>http://www.masrafa.org/2010/02/16/mencari-sekolah-di-serpong/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 11:09:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>De</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Fayra]]></category>

		<category><![CDATA[Rafa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masrafa.org/?p=892</guid>
		<description><![CDATA[
6 bulan menjelang pindah rumah baru, kami mulai window shopping di sekitar Serpong. Gak cuma window shopping liat furniture dan bahan bangunan aja &#8230; tapi sekolah anak-anak juga kami liat-liat karena ini jauh lebih penting.
Hasil survey sekolah dengan mencari informasi dari website, telepon juga datang ke sekolah &#8230; pendafataran sudah dibuka sejak Desember 2009. Tes [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" title="Rafa-Fayra" src="/images/paspotorafayra.jpg" alt="" width="400" height="255" /></p>
<p>6 bulan menjelang pindah rumah baru, kami mulai window shopping di sekitar Serpong. Gak cuma window shopping liat furniture dan bahan bangunan aja &#8230; tapi sekolah anak-anak juga kami liat-liat karena ini jauh lebih penting.</p>
<p>Hasil survey sekolah dengan mencari informasi dari website, telepon juga datang ke sekolah &#8230; pendafataran sudah dibuka sejak Desember 2009. Tes masuk sudah dimulai Jan sampai Mar 2010 yang dibagi beberapa gelombang. Pembayaran uang masuk sekolah dimulai Mar 2010. Itu semua untuk tahun ajaran 2010-2011 yang baru akan dimulai bulan JULI.</p>
<p>Untuk Fayra yang akan masuk TK, mencari sekolahnya jauh lebih gampang. Sementara Rafa yang sekarang kelas 3SD, ada ditengah-tengah periode SD. Jadi kami fokus mencari sekolah SD yang bisa terima Rafa, kemudian Fayra akan mendaftar TK di sekolah yang sama.</p>
<p>5 sekolah yang kami datangi:</p>
<ol>
<li><a href="http://www.alfath.net/" target="_blank">Al Fath BSD</a></li>
<p>Tadinya kami berpikir urusan sekolah tidak akan menjadi sesuatu yang serius, karena sekolah Rafayra sekarang yaitu Al Fath Cirendeu memiliki cabang di BSD. Kami sempat bertanya jika pindah sekolah, tidak akan dikenakan biaya karena hanya pindah administrasi dan lokasi aja. Tetapi ketika kami datang ke kantor administrasi SD Al Fath BSD, kelas 3 disana sudah penuh dan hanya ada 1 kelas aja. Nama Rafa sudah masuk di waiting list nomor 3.</p>
<li><a href="http://cikalharapanbsd.com/" target="_blank">Cikal Harapan</a></li>
<p>Setelah mengetahui kelas 3 SD Al Fath sudah penuh, kami mencari sekolah yang tidak jauh dari rumah nantinya. Kami menemukan Cikal Harapan yang haya berjarak 1km dari rumah. Staf administrasi mengatakan kelas 3 nya sekarang penuh. Kami diminta untuk menulis data anak di buku tamu, kalau nanti ada murid yang pindah mereka akan menginformasikan melalui telepon.</p>
<li><a href="http://www.serpongkita.com/index.php?milih=kom&amp;ID=82" target="_blank">Raudhah</a></li>
<p>Ketika kami kesana bulan Desember, kelas 3SD ada kursi kosong. Tapi awal Januari kami kesana lagi, kursi tsb sudah ada yang ambil. Anak tsb pindahan dari sekolah lain dimulai semester 2 di bulan Januari ini. Kami diminta menuliskan data di buku tamu lagi, urutan nomor 5 di waiting list kelas 4SD.</p>
<li><a href="http://www.alazhar-bsd.sch.id/" target="_blank">Al Azhar</a></li>
<p>Siapa sih yang gak tau reputasi sekolah ini? Begitu melihat fasilitas dan mengetahui bahwa Al-Azhar sedang memproses ijin untuk menjadi intl school, kami langsung pergi ke ruang pendaftaran. Ternyata semua pendaftaran dilakukan online, setelah itu transfer pembayaran, kemudian konfirmasi online juga di web nya. Kami melakukannya untuk mendaftarkan Fayra.</p>
<p>Untuk anak pindahan seperti Rafa, prosedurnya manual ke ruang tata usaha. Seperti sekolah lain, kami diminta mengisi data di buku tamu. Nama Rafa berada di posisi 7 yang mengantri untuk masuk kelas 4 SD. Dan informasi ketersediaan bangku baru akan diumumkan bulan Juni. Kalau ada kursi kosong, semua anak di daftar waiting list akan ditest.</p>
<li><a href="http://serpong.binus-school.net/default.aspx" target="_blank">Bina Nusantara (BINUS)</a></li>
<p>Tadinya kami tidak memasukan nama Binus dalam list sekolah untuk anak-anak. Binus adalah sekolah international dengan biaya bulanan yang tidak sedikit. Materi Binus menggunakan kurikulum Cambridge. Bahasa pengantar yang digunakan ada 3, Indonesia - English - Mandarin.</p>
<p>Akhirnya kami mendaftar di Binus karena mendengar Binus membuka kelas 4SD baru, masih ada 15 kursi yang kosong untuk anak dari luar Binus. Kami pun mendaftarkan Rafa dan Fayra ke Binus.</ol>
<p>Phiiieewwhhh</p>
<p>Ternyata gak mudah mencari sekolah anak yah!</p>
<p>2 bulan terakhir (8x sabtu) kami pergi dari satu sekolah ke sekolah lain untuk mencari informasi tentang ketersediaan kursi kelas 4SD.  Mulai dari ruang pendaftaran, ruang tata usaha, menemui kepala sekolah &#8230; semua jalan kami tempuh.</p>
<p>Berapa besar sih kemungkinan ada anak pindah sekolah? Udah gitu 1 kursi kosong pun diperebutkan 5-10 orang dalam daftar tunggu.</p>
<p>Dengan segala pertimbangan, Rafa dan Fayra menjalani tes di Binus Sabtu 6 Feb 2010.</p>
<p>Fayra hanya diminta membawa pensil warna. Soal tes hanya selembar kertas bergambar tanpa warna. Anak-anak diminta mewarnai gambar tsb. Pengawas melihat ketekunan anak dalam mewarnai, konsentrasi anak, juga bercakap-cakap dengan anak untuk melihat pengenalan anak terhadap beberapa warna.</p>
<p>Rafa diminta membawa alat tulis. Soal yang diberikan berupa tes tulis, matematika dan wawancara yang semuanya dilakukan dalam bahasa Inggris. Setelah tes, pengawas memanggil kami untuk menjelaskan kondisi Rafa selama mengerjakan soal dan menjawab pertanyaan wawancara.</p>
<p>&#8220;<em><strong>He did great. I&#8217;m amaze with his concentration. He can answer the questions and he can describe him self in english. I even told others to follow the way Rafa do the job.</strong></em>&#8221;</p>
<p>Papanya tanya &#8220;<em>so what do you think about the possibility? Does Rafa have a chance to get in here?</em>&#8221;</p>
<p>Dijawab oleh ibu guru tsb &#8220;<em><strong>I guarantee he will get it. I will be happy to have Rafa in this school</strong></em>&#8221;</p>
<p>Setelah itu gurunya ngajak ngomong Rafa: &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>If you want to get in this school, you have to practise your english. Don&#8217;t be shy. Just speak what&#8217;s on your mind. Don&#8217;t be afraid of making mistakes. You know what? even native speaker makes mistakes.</em></span>&#8221;</p>
<p>Saya berbisik di telinga Rafa &#8220;<em>kamu tau gak gurunya ngomong apa?</em>&#8221;</p>
<p>Rafa dengan kesal menjawab dengan berbisik &#8220;<strong>iya ngerti ma. gak usah ditranslete aku tau kok. aku gak boleh takut ngomong bahasa inggris</strong>&#8221;</p>
<p>hehehe ya maap mas, kirain kamu angguk-angguk doang. Ternyata beneran ngerti.</p>
<p>Ketika meninggalkan Binus, Rafa bilang &#8220;tapi kan sekolah ini mahal ma?&#8221;</p>
<p>Saya pun mewek dan berjanji &#8220;<strong><em>Kalo kamu lulus tes dan diterima, kamu gak usah pikirin mas. Mama dan papa akan cari uangnya. Selama kamu terus belajar dan menikmati waktu-waktu di sekolah, apapun akan kami lakukan untuk kalian.</em></strong>&#8221;</p>
<p>Kemarin saya menerima telpon dari Binus &#8220;<em>Rafa dan Fayra lulus tes dan diterima bu. Silahkan registrasi ulang sebelum tanggal 23 Feb 2010</em>&#8221;</p>
<p>Alhamdulillah, we&#8217;re proud of you kids!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masrafa.org/2010/02/16/mencari-sekolah-di-serpong/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Senyum Barbie</title>
		<link>http://www.masrafa.org/2010/02/09/senyum-barbie/</link>
		<comments>http://www.masrafa.org/2010/02/09/senyum-barbie/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 07:15:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>De</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Fayra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masrafa.org/?p=893</guid>
		<description><![CDATA[Setiap di foto, gaya senyum fayra selalu standar:

Ketika ditanya papanya:
Masguh: Adek kalo difoto kok senyum nya selalu gitu sih?
Fayra: itu namanya senyum barbie. papa gak tau yah?

Huahahaha mama gak berani komentar ah, padahal semua gaya foto nya gak ada yang ngatur loh. Emang dasarnya centil aja nih anak!
Tentang mahkota:
Mahkota yang dipakai Fayra terbuat dari plastik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap di foto, gaya senyum fayra selalu standar:</p>
<p><img class="aligncenter" title="Princess Fayra" src="/images/princessfayra.jpg" alt="" width="300" height="377" /></p>
<p>Ketika ditanya papanya:<br />
Masguh: <span style="color: #008000;"><em>Adek kalo difoto kok senyum nya selalu gitu sih?</em></span><br />
Fayra: <span style="color: #000080;"><em>itu namanya senyum barbie. papa gak tau yah?</em></span></p>
<p><img class="aligncenter" title="Pinky Fayra" src="/images/pinkyfayra.jpg" alt="" width="300" height="400" /></p>
<p>Huahahaha mama gak berani komentar ah, padahal semua gaya foto nya gak ada yang ngatur loh. Emang dasarnya centil aja nih anak!</p>
<p><strong>Tentang mahkota:</strong></p>
<p><em>Mahkota yang dipakai Fayra terbuat dari plastik beli di ITC @Rp 5rb, sementara mahkota yang dipakai pinky kitty harganya Rp10rb dapat 3 biji. hehehe murmer yah</em></p>
<p><img class="aligncenter" title="Princess Fayra" src="/images/princessfayra2.jpg" alt="" width="300" height="337" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masrafa.org/2010/02/09/senyum-barbie/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kunjungan ke Jatiluhur</title>
		<link>http://www.masrafa.org/2010/01/19/kunjungan-ke-jatiluhur/</link>
		<comments>http://www.masrafa.org/2010/01/19/kunjungan-ke-jatiluhur/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 10:00:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>De</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Fayra]]></category>

		<category><![CDATA[Jalan-jalan]]></category>

		<category><![CDATA[Jatiluhur]]></category>

		<category><![CDATA[Rafa]]></category>

		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masrafa.org/?p=883</guid>
		<description><![CDATA[Waduk Jatiluhur - 2 Jan 2010
Semester 1 kelas 3 SD, Rafa mendapatkan pelajaran IPA yang menjelaskan tentang kenampakan alam dan buatan. Kata-kata tersebut agak kurang familiar di telinga, tapi setelah membaca bukunya lebih lanjut &#8230; ternyata artinya:

Kenampakan Alam = Pemandangan alam yang merupakan buatan Tuhan YME (mis: gunung, pantai, laut, dll)
Kenampakan Buatan =  Pemandangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Waduk Jatiluhur - 2 Jan 2010</strong></p>
<p>Semester 1 kelas 3 SD, Rafa mendapatkan pelajaran IPA yang menjelaskan tentang <em>kenampakan alam dan buatan</em>. Kata-kata tersebut agak kurang familiar di telinga, tapi setelah membaca bukunya lebih lanjut &#8230; ternyata artinya:</p>
<ul>
<li>Kenampakan Alam = Pemandangan alam yang merupakan buatan Tuhan YME (mis: gunung, pantai, laut, dll)</li>
<li>Kenampakan Buatan =  Pemandangan alam yang merupakan buatan manusia (mis: waduk, gedung bertingkat, airport, dll)</li>
</ul>
<p>Ketika melihat kata &#8216;waduk&#8217;, Rafa pun meminta penjelasan lebih lanjut tentang waduk. Walau sudah digambarkan dengan kata-kata, Rafa masih gak puas juga. Akhirnya saat libur setelah ambil raport, papa mengajak Rafa &amp; Fayra mengunjungi waduk jatiluhur.</p>
<p>Kami pergi berempat melewati tol Purbaleunyi (Purwakarta-Bandung-Cileunyi), keluar di gerbang tol Jatiluhur. Masguh yang kebetulan pernah tinggal selama 3 bulan selama masa pendidikan dari kantornya, hafal banget jalanan menuju waduk. Gak perlu lagi mencari papan petunjuk jalan ataupun bertanya ke orang di pinggir jalan.</p>
<p>Sampai dikawasan waduk kami harus membayar Rp 10,000/orang x 3 (Fayra gak dihitung) + Rp 15,000/mobil. Total kami membayar 45rb untuk bisa masuk.<br />
<img class="aligncenter" title="Rafa-Fayra ke Jatiluhur" src="/images/wadukjah1.jpg" alt="" width="400" height="249" /><br />
Waduk Jatiluhur terletak di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta (±9 km dari pusat Kota Purwakarta). Bendungan Jatiluhur adalah bendungan terbesar di Indonesia. Bendungan itu dinamakan oleh pemerintah: <strong>Waduk Ir. H. Juanda</strong>, dengan panorama danau yang luasnya 8.300 ha. Bendungan ini mulai dibangun sejak tahun 1957 oleh kontraktor asal Perancis, dengan potensi air yang tersedia sebesar 12,9 milyar m3 / tahun dan merupakan waduk serbaguna pertama di Indonesia.</p>
<p>Di dalam Waduk Jatiluhur, terpasang 6 unit turbin dengan daya terpasang 187 MW dengan produksi tenaga listrik rata-rata 1.000 juta kwh setiap tahun, dikelola oleh PT. PLN (Persero).</p>
<p>Selain dari itu Waduk Jatiluhur memiliki fungsi penyediaan air irigasi untuk 242.000 ha sawah (dua kali tanam setahun), air baku air minum, budi daya perikanan dan pengendali banjir yang dikelola oleh Perum Jasa Trita II.</p>
<p><img class="aligncenter" title="Rafa-Fayra ke Jailuhur" src="/images/wadukjah2.jpg" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p>Selain berfungsi sebagai PLTA dengan sistem limpasan terbesar di dunia, kawasan Jatiluhur memiliki banyak fasilitas rekreasi yang memadai, seperi hotel dan bungalow, bar dan restaurant, lapangan tenis, bilyard, perkemahan, kolam renang dengan water slide, ruang pertemuan, sarana rekreasi dan olahraga air, playground dan fasilitas lainnya. Sarana olahraga dan rekreasi air misalnya mendayung, selancar angin, kapal pesiar, ski air, boating dan lainnya.</p>
<p>Di perairan Danau Jatiluhur ini juga terdapat budidaya ikan keramba jaring apung, yang menjadi daya tarik tersendiri. Di waktu siang atau dalam keheningan malam kita dapat memancing penuh ketenangan sambil menikmati ikan bakar.<br />
<img class="aligncenter" title="Rafa-Fayra ke Jailuhur" src="/images/wadukjah3.jpg" alt="" width="400" height="300" /><br />
Kami menyewa sebuah perahu untuk berkeliling danau dan mendekati bangunan waduk. Orangnya menawarkan Rp 100,000 tetapi setelah diajak ngobrol dan tawar menawar, kami hanya membayar Rp 30,000 aja tuh. hehehe lumayan kan.</p>
<p>Walaupun cuaca agak mendung, gak menyurutkan ketertarikan Rafa dan Fayra. Mereka berdua sangat menikmati jalan-jalan ke kawasan waduk dan terus bertanya banyak hal. Setelah puas main air di pinggir danau, kami melanjutkan perjalanan ke arah atas untuk melihat bangunan waduk dari sisi yang lain.</p>
<p><strong>Stasiun Bumi Indosat Jatiluhur</strong></p>
<p>Karena sudah masuk waktu dzuhur, kami mampir ke <a href="http://wikimapia.org/717859/Jatiluhur-Earth-Station-IndoSat" target="_blank">Stasiun Bumi Indosat</a> untuk numpang sholat di musholanya. Alhamdulillah bisa masuk setelah ijin di pos satpam dengan menunjukan kartu karyawan masguh.</p>
<p><img class="aligncenter" title="Rafa-Fayra ke Jatiluhur" src="/images/wadukjah5.jpg" alt="" width="400" height="300" /><br />
Indosat baru saja meluncurkan Satelit PALAPA-D pada Q3 2009, untuk menggantikan Satelit PALAPA-C2 yang masa operasionalnya berakhir pada tahun 2011. Layanan dari satelit PALAPA-D yang disediakan Indosat antara lain adalah Transponder Lease untuk layanan broadcasting dan cellular backhaul sebagai basic service, VSAT service, DigiBouquet dan Telecast Service sebagai nilai tambah yang semuanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan korporasi dalam komunikasi data dan broadcasting.</p>
<p>Dikawasan Stasiun Bumi Indosat Jatiluhur ini baru diresmikan Gedung Satelit PALAPA untuk menjadi lokasi pengendali dan pengawas trafik Satelit PALAPA-D serta pemeliharaan (maintenance) perangkat satelit.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Rafa - Fayra ke Jatiluhur" src="/images/wadukjah7.jpg" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p>Gedung Satelit PALAPA seluas 2.500 m2 ini merupakan bangunan dua lantai yang terdiri dari berbagai ruang pengendali dan pengawas, seperti Ruang Control Communication, Ruang Control Satelit, Ruang Base Band &amp; Intermediate Frequency, Ruang Shelter, Ruang Workshop, Ruang Kerja Staf dan Ruang Istirahat.</p>
<p>Ruang Control Communication berfungsi sebagai ruang pengawas dan pengendali trafik, Ruang Control Satelit berfungsi sebagai ruang monitor dan pengendali Satelit PALAPA–D. Sementara itu Ruang Base Band &amp; Intermediate Frequency merupakan ruang pengendali seluruh perangkat kontrol satelit/trafik melalui komputer.</p>
<p><img class="aligncenter" title="Rafa-Fayra ke Jailuhur" src="/images/wadukjah4.jpg" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p>Papa sempat menunjukan kepada Rafa-Fayra sebuah mobil yang biasa digunakan untuk memancarkan siaran langsung televisi dari tempat liputan secara langsung ke televisi yang ada dirumah melalui Satelit. Sayangnya karena hari libur, papa tidak bisa menunjukan isi dalam mobilnya karena kami tidak bertemu petugas disana.</p>
<p>Karena awan semakin gelap, kami langsung bersiap-siap pulang. Sebelumnya mampir dulu ke pertigaan sebelum tol untuk makan siang yang udah telat 2 jam hehehe. Mama takjub juga melihat porsi makan Rafa siang itu:</p>
<ul>
<li>1 porsi nasi</li>
<li>2 ayam goreng</li>
<li>1/2 ekor ikan mas goreng</li>
<li>1 bakwan udang</li>
<li>1 perkedel</li>
<li>2 teh botol</li>
</ul>
<p>Hujan turun deras ketika kami makan. Tukang parkir sibuk memayungi kami sampai ke mobil. Sepanjang jalan, Rafa dan Fayra ramai banget di kursi belakang. Dari mulai suap-suapan cemilan, sampai jungkir balik dari kursi belakang ke tengah.<br />
<img class="aligncenter" title="Rafa-Fayra ke Jatiluhur" src="/images/wadukjah6.jpg" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p>Papa nyetir pelan-pelan karena jarak pandang yang terhambat derasnya hujan. Alhamdulillah kami sampai di Ciputat selamat. Hari ini pengetahuan Rafa bertambah lagi, setidaknya dia bisa menjelaskan tentang waduk dan satelit kalau ada yang bertanya.</p>
<p><strong>Note:</strong></p>
<ul>
<li><em>Informasi diatas kami dapatkan dari <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Waduk_Jatiluhur" target="_blank">sini</a> dan <a href="http://www.indosat.com/Public_Relations/Press_Release_Photo_Gallery/INDOSAT_RESMIKAN_GEDUNG_SATELIT_PALAPA_DI_JATILUHUR" target="_blank">situ</a>.</em></li>
<li><em>Semua foto diatas diambil dengan menggunakan kamera dari <a href="http://id.blackberry.com/devices/blackberrybold9700/" target="_blank">Onyx</a><br />
</em></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masrafa.org/2010/01/19/kunjungan-ke-jatiluhur/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Rafayra.com on KompasTV</title>
		<link>http://www.masrafa.org/2010/01/18/rafayracom-on-kompastv/</link>
		<comments>http://www.masrafa.org/2010/01/18/rafayracom-on-kompastv/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 11:46:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>De</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[Masuk Majalah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masrafa.org/?p=879</guid>
		<description><![CDATA[Liputan Rafayra.com di KompasTV bisa dilihat disini:

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Liputan Rafayra.com di KompasTV bisa dilihat di<a href="http://vod.kompas.com/read/2009/12/18/113733/Renang.Pakai.Jilbab.Kenapa.Tidak" target="_blank">sini:</a></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Rafayra.com for KompasTV" src="/images/kompastv4.jpg" alt="" width="400" height="407" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masrafa.org/2010/01/18/rafayracom-on-kompastv/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Raport Rafayra akhir 2009</title>
		<link>http://www.masrafa.org/2010/01/04/raport-rafayra-akhir-2009/</link>
		<comments>http://www.masrafa.org/2010/01/04/raport-rafayra-akhir-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 04:59:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>De</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Fayra]]></category>

		<category><![CDATA[Rafa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masrafa.org/?p=871</guid>
		<description><![CDATA[Setelah Evaluasi hasil belajar (EHB) alias ulangan umum semester 1 selesai dilaksanakan, masa menunggu nilai keluar diisi dengan berbagai lomba olahraga. Rafa mewakili kelasnya mengikuti lomba renang dan mini soccer. Alhamdulillah tepat di hari ibu, Rafa mempersembahkan dua medali ini sebagai hadiah hari ibu yang paling manis yang pernah saya terima:

Rafa mendapatkan juara 1 lomba [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah Evaluasi hasil belajar (EHB) alias ulangan umum semester 1 selesai dilaksanakan, masa menunggu nilai keluar diisi dengan berbagai lomba olahraga. Rafa mewakili kelasnya mengikuti lomba renang dan mini soccer. Alhamdulillah tepat di hari ibu, Rafa mempersembahkan dua medali ini sebagai hadiah hari ibu yang paling manis yang pernah saya terima:</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="medali rafa" src="/images/medalirafa.jpg" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p>Rafa mendapatkan juara 1 lomba mini soccer dan juara 2 lomba renang gaya punggung. Alhamdulillah, I&#8217;m so proud of you mas!</p>
<p><strong>Raport Fayra</strong></p>
<p>Tanggal 24 Desember 2009, saya datang ke sekolah Fayra. Alhamdulillah hasil raport Fayra memuaskan. Tidak ada nilai disana, cuma ada:</p>
<ul>
<li>O = outstanding</li>
<li>G = good</li>
<li>F = fair</li>
<li>N = need attention</li>
</ul>
<p>Ada beberapa item yang Fayra mendapat F:</p>
<ul>
<li>Nama-nama benda disekitar, dalam Bahasa Inggris</li>
<li>Nama-nama teman di sekolah</li>
</ul>
<p>itu aja kok. Selebihnya O dan G. Alhamdulillah</p>
<p>Fayra sudah hafal beberapa doa harian, sudah bisa melakukan beberapa gerakan sholat, sudah bisa menyusun kalimat sebab akibat, kemampuan motoriknya pun bagus, aktif dikelas, berani mengajukan pertanyaan. Untuk bahasa inggris, Fayra sudah mengetahui angka dan warna. Permintaan dengan bahasa sopan pun Fayra tau.</p>
<p>&#8220;<em>Mama, open de do piiisss</em>&#8221; &#8211;&gt; Open the door, please</p>
<p>&#8220;<em>Miss, pepe piisss</em>&#8221; &#8211;&gt; Paper, please</p>
<p>Cuma mungkin karena kami tidak banyak menggunakan bahasa inggris dirumah sebagai percakapan sehari-hari, pengenalan Fayra terhadap nama-nama benda disekitar sangat minim. Tapi ini menjadi acuan kami untuk terus mengenalkan bahasa inggris ke anak-anak dirumah.</p>
<p>Fayra termasuk orang yang cuek. Kalau udah asyik, dia bisa menciptakan dunianya sendiri dan tidak peduli dengan sekitarnya. Dia mau berbagi dengan orang lain, tapi dia tidak peduli siapa orang itu. Bahkan dia tidak peduli nama orang lain. Kacaw deh.</p>
<p>Setiap ditanya &#8220;<em>Fayra tadi main sama siapa?</em>&#8221; , dijawab dengan cuek &#8220;<em>gak tau namanya</em>&#8221;</p>
<p>Kalau ditanya &#8220;<em>emang tadi gak kenalan dulu, dia gak sebut namanya?</em>&#8221; , dijawab santai &#8220;<em>udah tapi aku lupa</em>&#8221;</p>
<p>Sekali lagi, ini menjadi pecutan untuk kami selaku orang tuanya. Sekarang saya lebih berhati-hati dan terus membantu Fayra mengingat nama orang. Setidaknya saya berusaha mengulang nama teman-teman main disekitar rumah maupun nama teman-temannya di kelas.</p>
<p>Dari sekolah Fayra, kami lanjut ke gedung SD yang letaknya beberapa ratus meter dari bangunan PG - TK. Alhamdulillah karena masih sepi, saya bisa langsung masuk ke dalam kelas sementara papanya sibuk cari parkir mobil.</p>
<p><strong>Raport Rafa</strong></p>
<p>Sebenarnya saat melihat hasil EHB Rafa semester ini, saya sudah membayangkan nilai yang akan tertera di raport Rafa. Ada beberapa mata pelajaran yang tertera nilai 7 koma sekian. Padahal biasanya nilai 8 aja sangat jarang Rafa dapatkan. Saya paham kalo materinya pun semakin sulit.</p>
<p>Walikelas rafa menjelaskan bahwa memang semua murid kelas 3 di SD Al-Fath menurun nilainya. Pertama karena mereka masih kaget dengan perubahan jam belajar, karena mulai kelas 3 ini mereka pulang lebih sore daripada kelas 1 dan 2.</p>
<p>Kedua karena materi yang diberikan sendiri memang lebih banyak dan lebih sulit. Ada beberapa kosakata yang sangat jarang dipakai dan Rafa sendiri bingung dengan pengertiannya. Seperti: melerai - kenampakan alam - dll.</p>
<p>Nilai Rafa yang 7 koma sekian ada di pelajaran:</p>
<ul>
<li>Seni musik (sementara seni lukis/art nya dapat nilai 91)</li>
<li>Iqra (sementara agama nya dapat nilai 95)</li>
</ul>
<p>Nilai nya tidak turun terlalu banyak, tapi tidak mencukupi untuk mendapatkan beasiswa tahun depan. Nilai rata-rata Rafa semester ini hanya 84,5 sementara syarat untuk dapat beasiswa min 85. Beda tipis banget yah &#8230; cuma 0,5 bikin gemes aja deh. hehehe</p>
<p>Tapi kami sudah cukup bangga dengan apa yang diraih Rafa. Kami tau tidak mudah untuk Rafa. Lagipula Rafa sudah berhasil menunjukan prestasinya dibilang lain kan? itu medali yang diatas &#8230; saat kami ambil raport, ternyata ada piala besarnya di kelas. Jadi yang dibawa pulang cuma medalinya aja, sementara piala disimpan dikelas.</p>
<p>Kami gak akan yg segitunya nge-push Rafa untuk dapat nilai bagus atau juara. Selama kami melihat Rafa melakukan yang terbaik yang dia mampu, itu sudah lebih dari cukup untuk kami.</p>
<p>Semoga Rafa - Fayra bisa menjadi manusia yang lebih baik dari kami, orang tuanya. Amin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masrafa.org/2010/01/04/raport-rafayra-akhir-2009/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Rafayra.com on Sekar Magazine</title>
		<link>http://www.masrafa.org/2009/12/28/rafayracom-on-sekar-magazine/</link>
		<comments>http://www.masrafa.org/2009/12/28/rafayracom-on-sekar-magazine/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 08:20:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>De</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[Masuk Majalah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masrafa.org/?p=834</guid>
		<description><![CDATA[Tawaran untuk diliput kali ini datang dari Majalah Sekar. Mungkin banyak yang belum tau tentang majalah terbitan Kompas-Gramedia ini, karena saya pun begitu.
Ketika menghubungi saya, mas Rangga sang jurnalisnya pun menjelaskan dengan sabar latar belakang majalah Sekar. Dan ketika mengetahui informasi mengenai majalah ini secara lengkap, saya sangat tertarik dan bersedia untuk diliput.
Majalah Sekar menempatkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tawaran untuk diliput kali ini datang dari Majalah Sekar. Mungkin banyak yang belum tau tentang majalah terbitan Kompas-Gramedia ini, karena saya pun begitu.</p>
<p>Ketika menghubungi saya, mas Rangga sang jurnalisnya pun menjelaskan dengan sabar latar belakang majalah Sekar. Dan ketika mengetahui informasi mengenai majalah ini secara lengkap, saya sangat tertarik dan bersedia untuk diliput.</p>
<p>Majalah Sekar menempatkan diri sebagai majalah wanita dewasa dengan target ekonomi masyarakat B-C alias menengah kebawah. Lebih mengkhususkan kepada wanita yang fokus menjadi ibu rumah tangga. Sapaan yang digunakan untuk pembacanya pun: IBU. Berbeda dengan segment majalah Femina yang lebih fokus kepada wanita modern - dinamis - career oriented.</p>
<p>Bahasan rubrik dalam majalah ini berkisar tentang:</p>
<ul>
<li>public figur (profile dari cover)</li>
<li>kesehatan keluarga</li>
<li>masalah rumah tangga</li>
<li>resep masakan</li>
<li>kecantikan</li>
<li>fashion dengan budget &lt;500rb</li>
</ul>
<p>Profile <a href="http://www.rafayra.com" target="_blank">Rafayra.com</a> ditulis dalam rubrik &#8216;AKU BISA&#8217;. Yang membahas tentang bisnis kecil-kecilan seorang wanita. Syaratnya memiliki usaha yang dijalani sendiri dengan model kecil (tidak sampai puluhan juta rupiah) dan kira nya bisa diikuti atau dipelajari oleh wanita lain. Tidak ada liputan tentang wanita kerja kantoran, semua tulisan di majalah ini meng-<em>encourage</em> wanita untuk bisa mencari uang tambahan dengan usaha sendiri dari rumah.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Rafayra.com on Sekar Magazine" src="/images/sekar1.jpg" alt="" width="300" height="400" /></p>
<p>Liputan tentang Rafayra.com dimuat pada edisi 05/09 (20 Mei - 3 Juni 2009) halaman 72 - 73. Enak baca tulisan mas Rangga. Bahasanya sederhana dan mudah dicerna. Membuat siapapun yang baca jadi gak takut untuk mencoba.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Rafayra.com on Sekar Magazine" src="/images/sekar2.jpg" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p>Yang pasti &#8230; pencapaian Rafayra.com tidak lepas dari dukungan keluarga yang tak pernah putus, sepertinya foto dibawah ini bisa menggambarkan lebih jelas:</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Rafayra.com behind the scene" src="/images/behindthescene.jpg" alt="" width="300" height="400" /></p>
<p>Itulah masguh &#8230; suami, investor, advisor merangkap supir dan kuli angkut hehehehe. Disebelahnya Fayra &#8230; yang selalu menemani mamanya dan menjadi foto model andalan.</p>
<p>Semoga aja liputan tsb bermanfaat dan menginspirasi untuk pembaca majalah Sekar. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini kalau kita mau berusaha. Insya Allah&#8230;</p>
<p>Manjada Wajada!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masrafa.org/2009/12/28/rafayracom-on-sekar-magazine/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
