<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Ordinary life</title>
	<atom:link href="http://www.masrafa.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.masrafa.org</link>
	<description>Just another ordinary blog</description>
	<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 05:36:50 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Pendidikan untuk anak</title>
		<link>http://www.masrafa.org/2010/08/24/pendidikan-untuk-anak/</link>
		<comments>http://www.masrafa.org/2010/08/24/pendidikan-untuk-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Aug 2010 03:18:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>De</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Family]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masrafa.org/?p=1315</guid>
		<description><![CDATA[Karena bertugas menjadi panitia acara buka puasa bersama alumni STM Telkom angkt.2, saya bersama teman-teman melakukan survey ke 5 panti dalam 1 hari Sabtu kemarin. Di mobil terjadi diskusi seru yang menyatukan kami semua, apalagi kalo bukan ANAK. Mulai dari kicauan anak-anak kami, kelakuan mereka yang menggemaskan, perkembangannya, sekolah dan segala kegiatan yang diikuti anak-anak.
Lokasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Karena bertugas menjadi panitia acara buka puasa bersama alumni STM Telkom angkt.2, saya bersama teman-teman melakukan survey ke 5 panti dalam 1 hari Sabtu kemarin. Di mobil terjadi diskusi seru yang menyatukan kami semua, apalagi kalo bukan ANAK. Mulai dari kicauan anak-anak kami, kelakuan mereka yang menggemaskan, perkembangannya, sekolah dan segala kegiatan yang diikuti anak-anak.</p>
<p>Lokasi yang terakhir kami kunjungi adalah Pesantren Daarul Quran Mulia di daerah Gunung Sindur. Mayan jauh yah dari lokasi pertama dan kedua di sekitar TMII, lanjut ke lokasi ke 3 ke daerah Jati Asih, sementara lokasi ke 4 di Cibubur arah Kelapa Dua. Terakhir kami langsung masuk tol keluar BSD untuk menuju arah Parung.</p>
<p>Kebetulan salah seorang teman saya kenal dengan pendiri pesantren tsb. Bahkan karena sudah begitu dekat, teman saya mendapatkan waktu khusus setiap selasa malam untuk berdiskusi di rumah pak Ustadz. Begitu mendengar beliau berada di pesantren malam ini, kami langsung kesana dan menyampaikan maksud mencari tempat untuk reuni + berbuka puasa + menyantuni anak yatim &amp; dhuafa.</p>
<p>Alhamdulillah beliau bersedia memfasilitasi dari menyediakan mesjid untuk sholat magrib berjamaah, lantai 2 untuk digunakan makan bersama, mencari 100 dhuafa di sekitar panti dan 22 anak yatim yang tinggal di pesantren, sampai membuatkan 100 paket sembako dan nasi box untuk konsumsi acara. Alhamdulillah, kami tinggal bawa diri dan keluarga kesana.</p>
<p>Saat diskusi, pak ustadz menyampaikan program pendidikan di pesantrennya. Sekolah yang didirikannya mulai dari TK - SD - SMP sampai SMA. Jam belajar TK sampai dzuhur, SD sampai ashar, sementara SMP dan SMA menginap di pesantren (boarding school).</p>
<p>Kemudian teman saya bertanya: &#8220;<em>apakah sih poin yang harus kita cari dalam sebuah sekolah pak?</em>&#8221;</p>
<p>Yah maklum lah, kami semua kan orang tua baru. Anak-anak kami baru memasuki usia sekolah. Jadi diskusi ini mulai menarik karena berharap ada masukan untuk kami yang masih harus belajar banyak tentang KELUARGA.</p>
<p>Pak ustadz menjawab: &#8220;<em><strong>sekolah yang mengutamakan dan mengajarkan juga mengimplementasikan pendidikan akhlak dan ibadah. Selain itu sekolah juga harus bisa memberikan materi untuk membuka wawasan anak terhadap lingkungan sekitarnya</strong>.&#8221;</em></p>
<p>Saya tergelitik untuk bertanya: &#8220;<em>tapi ada yang berpendapat kalo pesantren hanya mengutamakan pendidikan agama dan kurang dalam membuka wawasan anak terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pak</em>&#8221;</p>
<p>Pak ustadz menjawab:&#8221;<em>tidak benar pendapat itu. Pesantren disini mengikuti kurikumlum pendidikan nasional, menambahkan materi ttg agama, dan memberikan fasilitas komputer supaya anak-anak tidak ketinggalan teknologi informasi. Bahkan beberapa pengajar disini pun doktor dari PUSPITEK</em>&#8221;</p>
<p>Teman saya ngeledek: &#8220;<em>jadi kira-kira mana yang harus dipilih pak, sekolah umum atau sekolah islam terpadu atau sekolah internasional. Soalnya 2 teman saya ini menyekolahkan anaknya di sekolah internasional. Apa benar itu yang paling bagus untuk anak, pak?</em>&#8221;</p>
<p>Jiaaahhh dia gak tau aja tuh, kalo saya memasukan anak-anak ke sekolah internasional bukan karena gaya. Tapi karena kebetulan Rafa gak dapat bangku di 8 sekolah lain. Waiting list gak jelas, daripada gak sekolah &#8230; ya dimasukin ke sekolah yang ada aja toh.</p>
<p>Pak ustadz tersenyum sambil menjawab: &#8220;<em>emang kalian nyari apa di sekolah internasional? pingin anak bisa bahasa asing? di pesantren ini anak-anak bisa bahasa inggris dan arab. Kalaupun skrg saya panggil mereka untuk berpidato, kalian tinggal tunjuk mau anak yang mana dan disampaikan dalam bahasa apa. Insya Allah mereka semua siap. Anak-anak disini juga pernah ikut pertandingan cerdas cermat untuk propinsi jawa barat, dan mereka mendapat juara ke 2. Gak kalah kan secara pengetahuan umum?</em>&#8221;</p>
<p>Saya lanjut bertanya: &#8220;<em>tapi kenapa harus menginap sih pak? Memang gak cukup sekolah sampai sore aja?</em>&#8221;</p>
<p>Pak ustadz menjawab: &#8220;<em>kami memberikan pendidikan 6 tahun disini dan berharap anak bisa menghafal, memahami dan mengamalkan Al Quran. Target kami, anak-anak bisa menghafal 5 juz pertahun atau 4 halaman per hari. Kalau mereka pulang ke rumah, pendidikan dirumah tidak akan bisa sedisiplin di sekolah. Biar orangt tuanya seorang guru yang sangat tegas di sebuah sekolah, tapi belum tentu bisa menerapkan disiplin ke anak kandungnya dirumah. Lagipula rasa rindu anak dan orang tua, ketika mereka bertemu akan menimbulkan rasa cinta yang luar biasa</em>&#8220;.</p>
<p>Saya melanjutkan pertanyaan: &#8220;<em>tapi pak, saya kan seorang ibu. Rasanya kok berat yah &#8216;menitipkan&#8217; anak diusia 12 tahun. Gimana caranya supaya saya siap mental jika anak saya masuk boarding school. Selain itu juga bagaimana menyiapkan sang anak itu sendiri, supaya mau tinggal jauh dari orang tua?</em>&#8221;</p>
<p>Pak ustadz kembali tersenyum: &#8220;<em>wajar kok. semua orang tua merasakan yang sama. Orang tua harus ikhlas dan yakin kalo anak mereka dititipkan ke tangan yang tepat. Sementara si anak sendiri harus dilatih untuk berada jauh dari orang tua, mulai dari menginap di rumah saudara atau mengikuti pesantren kilat yang hanya semalam atau beberapa hari</em>&#8221;</p>
<p>Diskusi terus bergulir sampai menjelang Isya. Memang tak lebih dari 30 menit, tapi kami mendapat banyak pelajaran dari beliau.</p>
<p>Pulang dari sana otak dan hati saya terus bergejolak. Banyak pertanyaan yang memenuhi kepala saya, dan membutuhkan pemikiran yang dalam untuk menjawabnya.</p>
<p>Apakah kami sudah menerapkan pendidikan yang baik untuk anak-anak dirumah?</p>
<p>Apakah kami sudah mengajarkan akhlak dan penerapan ibadah serta menjadi contoh nyata bagi anak-anak?</p>
<p>Apakah anak-anak sudah mengenal dan mencintai Tuhan serta mengamalkan kitabNYA?</p>
<p>Apakah kami sudah memberikan sekolah yang tepat untuk anak-anak?</p>
<p>Apakah kami sudah memberikan fasilitas yang benar bagi anak-anak supaya wawasan mereka terbuka akan perkembangan jaman?</p>
<p>Sampai kapan kami akan terus ada untuk anak-anak?</p>
<p>Apakah anak-anak bisa mandiri tanpa kami nanti?</p>
<p>Dan masih banyak lagi pertanyaan lain yang bermunculan dan membuat saya gagu dan terus menunduk lebih dalam.</p>
<p>Anak adalah amanah atau titipanNYA yang harus kita jaga.</p>
<p>Pendidikan anak adalah kewajiban kami.</p>
<p>Membuat anak sehat, cerdas dan beriman, itulah tugas dan tanggung jawab kami sebagai orangtuanya.</p>
<p>Tidak mudah, tapi bukan tidak mungkin!</p>
<p>Semoga kita bisa menjadi orang tua yang baik untuk anak-anak. Amin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masrafa.org/2010/08/24/pendidikan-untuk-anak/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Fayra 4 Tahun</title>
		<link>http://www.masrafa.org/2010/08/20/fayra-4-tahun/</link>
		<comments>http://www.masrafa.org/2010/08/20/fayra-4-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Aug 2010 11:15:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>De</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Fayra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masrafa.org/?p=1302</guid>
		<description><![CDATA[Fayra baru merayakan ulang tahunnya yang ke 4 tanggal 18 Agustus kemarin. Tahun ini seperti tahun sebelumnya, mas Rafa sakit 2 hari menjelang ultah Fay. Kalo mas Rafa udah demam, bisa sampai 39 derajat celcius. Bikin bingung dan takut, karena papanya ada riwayat kejang waktu kecil. Dokter udah pernah ngingetin kalau itu bisa menurun ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Fayra baru merayakan ulang tahunnya yang ke 4 tanggal 18 Agustus kemarin. Tahun ini seperti tahun sebelumnya, mas Rafa sakit 2 hari menjelang ultah Fay. Kalo mas Rafa udah demam, bisa sampai 39 derajat celcius. Bikin bingung dan takut, karena papanya ada riwayat kejang waktu kecil. Dokter udah pernah ngingetin kalau itu bisa menurun ke anak lelakinya.</p>
<p>Permintaan Fayra akan kue pink berhiaskan princess gak bisa dilaksanakan mama. Padahal semua bahan kue sampai lilin bentuk love warna pink juga udah disiapkan dari beberapa waktu sebelumnya.  Tanggal 16 kami di RS sampai jam 11 malam, sementara tanggal 17 Agustus mama udah kaya zombie &#8230; tidur mulu seharian karena kecapekan dan kurang tidur sebelumnya.</p>
<p>Akhirnya ultah Fayra tahun ini cuma diruang keluarga dengan beberapa balon besar + kado dari mbak-mbaknya +kue seadanya bikinan mama. Tidak ada perayaan di sekolah, tidak ada pembagian goodie bag, tidak ada kado &#8216;besar&#8217; dari mama papa. Alhamdulillah Fayra tetap senang dan sampai sekarang kuenya belum dipotong. Masih disimpan di kulkas karena tiap hari minta tiup lilin. hehehe</p>
<p>DIbawah ini foto perkembangan Fayra dari dalam kandungan sampai umur 4 tahun. Enjoy!!!!</p>
<p><a href="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/painul1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1303" title="painul1" src="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/painul1.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a></p>
<p><a href="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/painul2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1304" title="painul2" src="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/painul2.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a></p>
<p><a href="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/painul3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1305" title="painul3" src="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/painul3.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a></p>
<p><a href="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/painul4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1306" title="painul4" src="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/painul4.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a></p>
<p><a href="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/painul5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1307" title="painul5" src="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/painul5.jpg" alt="" width="300" height="400" /></a></p>
<p><a href="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/painul6.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1308" title="painul6" src="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/painul6.jpg" alt="" width="300" height="400" /></a></p>
<p><a href="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/painul7.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1309" title="painul7" src="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/painul7.jpg" alt="" width="300" height="400" /></a></p>
<p><a href="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/painul8.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1310" title="painul8" src="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/painul8.jpg" alt="" width="300" height="451" /></a></p>
<p><a href="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/painul11.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1311" title="painul11" src="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/painul11.jpg" alt="" width="300" height="400" /></a></p>
<p><a href="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/painul13.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1312" title="painul13" src="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/painul13.jpg" alt="" width="300" height="400" /></a></p>
<p><a href="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/painul12.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1313" title="painul12" src="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/painul12.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masrafa.org/2010/08/20/fayra-4-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Cah Bagus</title>
		<link>http://www.masrafa.org/2010/08/12/cah-bagus/</link>
		<comments>http://www.masrafa.org/2010/08/12/cah-bagus/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Aug 2010 05:54:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>De</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Rafa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masrafa.org/?p=1294</guid>
		<description><![CDATA[
Rafa udah gede banget yah! Udah setengah jalan menuju SMP. Ukuran sepatu udah hampir sama ama mamanya, tinggi nya aja udah sedagu mama.
Yang membanggakan darinya, Rafa udah 3x dapat beasiswa dari kantor papanya. Dengan mempertahankan nilai rata-rata pertahun diatas 85, Rafa berhak mendapat Rp 1,5jt setiap tahun. Pertama terima uang tsb, Rafa minta dibelikan sepeda. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/bigboy.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1295" title="bigboy" src="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/bigboy.jpg" alt="" width="367" height="300" /></a></p>
<p>Rafa udah gede banget yah! Udah setengah jalan menuju SMP. Ukuran sepatu udah hampir sama ama mamanya, tinggi nya aja udah sedagu mama.</p>
<p>Yang membanggakan darinya, Rafa udah 3x dapat beasiswa dari kantor papanya. Dengan mempertahankan nilai rata-rata pertahun diatas 85, Rafa berhak mendapat Rp 1,5jt setiap tahun. Pertama terima uang tsb, Rafa minta dibelikan sepeda. Kedua kalinya Rafa minta diberikan PS2. Kali ketiga targetnya PSP, tapi beberapa hari ini keinginannya berubah.</p>
<p>&#8220;<em>Aku minta netbook aja deh ma. Di sekolah baru banyak PR yang harus di ketik dan print. Aku lebih butuh komputer, tapi yang kecil dan bisa dibawa-bawa. Kalo komputer kan bisa aku pake untuk main game juga, bisa lihat video, juga bisa akses ke website natgeo</em>&#8221;</p>
<p>Ah tambah berasa makin besarnya cah bagus ku ini!</p>
<p>Dia sudah bisa menentukan prioritas kebutuhannya. Walau memang harga PSP dan netbook gak sebanding &#8230; harga netbook kan 2x nya PSP hehehe.</p>
<p>Di sekolah barunya Rafa sudah banyak PR yang harus dikerjakan dalam microsoft office. Membuat profile (data diri) dalam word, membuat table dalam excel, juga presentasi dalam slides. Selama ini kalo ada PR, Rafa harus menunggu papa pulang kerja supaya bisa pinjam laptopnya. Saat Rafa sibuk ngetik dan ngeprint sendiri, papanya nungguin disebelahnya sambil tiduran. hihihi capek yah pa, kasian.</p>
<p>Kadang Rafa mengeluh tentang sekolah barunya, pastinya kesulitan dia beradaptasi dengan bahasa. Cuma materi agama, sosial, PPKN dan bahasa Indonesia yang disampaikan dalam bahasa Indonesia. Selebihnya disampaikan guru dalam bahasa Inggris. Gak cuma itu, teman-temannya pun dalam ngobrol biasa menggunakan bahasa inggris. Baik didalam kelas maupun dikantin saat istirahat. Jadinya awal-awal Rafa hanya berkumpul dengan 6 murid baru yang sama-sama lagi adaptasi, hingga mereka bebas berbahasa indonesia. Tapi akhir-akhir ini Rafa mulai berani berbahasa inggris dengan saya dirumah. Semoga di sekolah dia gak terlalu pendiam cuma karena takut salah ngomong dalam bahasa inggris.</p>
<p>Ada kebiasan yang diterapkan disekolah ini yang sangat bagus menurut saya. Setiap murid dari Playgroup sampai SMA diberikan buku Reading Log. Jadi setiap anak diminta untuk membaca buku apapun, menuliskan judul dan halaman yang dibaca, kemudian orang tua harus paraf disebelahnya. Sekolah memberikan penghargaan untuk murid yang paling banyak membaca buku. Kami pernah kehabisan bahan bacaan dan Rafa protes &#8220;<em>smua buku udah dibaca dan pernah ditulis judulnya. ayo beli buku lagi ma</em>&#8220;. Untungnya gak wajib baca buku, boleh bacaan jenis lain. Murid bisa membaca koran atau majalah. Yang penting kebiasaan murid untuk membaca sudah ditanamkan dari kecil.</p>
<p>Untuk pelajaran agama, sekolah menyediakan guru agama Islam, Kristen, Budha, Hindu di sekolah. Jam pelajaran pun serentak untuk 1 angkatan. Jadi misalnya hari kamis jam 9 pelajaran agama, nah seluruh kelas 4 yang beragama Islam berkumpul di sebuah kelas, begitu juga dengan agama lain berkumpul di ruangan kelas lain.</p>
<p>Ramadhan tahun ini pertama kalinya Rafa menjalankan puasa di tengah lingkungan non-muslim. Hari pertama kemarin sukses dilalui. Saat jam makan siang teman-teman non muslim makan dikantin, Rafa memilih sholat dzuhur berjamaah di mushola bersama teman muslim lain. Minggu depan pihak sekolah mengadakan pesantren Ramadhan yang dilaksanakan selama 2 minggu pada jam istirahat. Jadi semua murid muslim akan dikumpulkan didalam aula kemudian sholat dzuhur berjamaah dan setelah itu diberikan kegiatan keagamaan. Ada belajar mendendangkan nasyid, ada cerita islami, ada pembuatan art bernuansa Islam (kartu lebaran, spanduk, poster) dan masih banyak kegiatan lain. Lumayan mengisi waktu jam istirahat dengan kegiatan yang bermanfaat, dari pada cuma tidur-tiduran di mushola. Kegiatan olahraga untuk yang muslim juga diberikan keringanan, selama orang tua murid memberikan surat pernyataan bahwa anaknya menjalankan puasa. Alhamdulillah, insya Allah Rafa tidak mengalami kendala dalam menjalankan puasa.</p>
<p>Kegiatan ekstra kulikulernya banyak banget. Dari mulai renang, basket, dancing, acting, robotik, tarian daerah, bahasa inggris, pembuatan comic (menggambar), pembuatan anime flash (pakai komputer) dll. Tetapi untuk semester ini Rafa tidak bisa ikut kegiatan selain bahasa inggris. Jadi sekolah memberikan pelajaran bahasa inggris tambahan diluar jam sekolah untuk murid-murid yang dirasa masih membutuhkan genjotan supaya kemampuannya bisa setara dengan murid lainnya. Semua kegiatan tsb diberikan secara gratis.</p>
<p>Yang masih jadi kendala untuk Rafa adalah Bahasa Mandarin. Kayanya gak cuma Rafa yang butuh tambahan pelajaran, mama nya juga musti kursus nih. Kasian kalo Rafa didikte gurunya dan harus menuliskan dalam huruf mandarin. Mamanya gak bisa ngajarin pula di rumah.</p>
<p>Ah nyesal deh waktu dulu alm.bapak maksa saya menghafal 10 kata setiap hari, tapi saya bandel gak nurutin. Jadi ingat nasehat beliau:</p>
<p style="padding-left: 30px;">kalau kamu bisa bahasa inggris kamu bisa menguasai 1/3 dunia<br />
kalau kamu bisa bahasa inggris dan mandarin, kamu bisa menguasai 2/3 dunia<br />
sementara kalau kamu bisa bahasa inggris, mandarin dan arabic, kamu bisa menguasai seluruh dunia.</p>
<p>Yah semoga Rafa bisa seperti beliau, yang bisa menguasai ketiga bahasa tersebut. Amin</p>
<p>Begitulah kemajuan Rafa di usia 9 tahun nya. Alhamdulillah tambah besar, tambah pinter, dan makin ganteng *<em>eh anak gw sendiri kan, tserah dong kalo mo bilang ganteng hihihihi</em>*</p>
<p>Belum berani ngebayangin nanti dia SMP, kaya apa yah?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masrafa.org/2010/08/12/cah-bagus/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>H1 Ramadhan 2010</title>
		<link>http://www.masrafa.org/2010/08/11/h1-ramadhan-2010/</link>
		<comments>http://www.masrafa.org/2010/08/11/h1-ramadhan-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Aug 2010 09:13:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>De</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Fayra]]></category>

		<category><![CDATA[Rafa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masrafa.org/?p=1289</guid>
		<description><![CDATA[
Nelpon Rafa yang masih dalam perjalanan pulang sekolah (di mobil jemputan katanya)
Mama: Hi boy, are you still fasting?
Rafa: Iya lah, I don&#8217;t  have a reason to stop
Wowww &#8230; i&#8217;m proud of you, son!
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;
Nelpon Fayra yang udah pulang sekolah di rumah
Mama: Dek Fay hari ini jadi puasa gak?

Fayra: Iya aku puasa ma. Nanti aku makan nasinya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/rafayra_bigger.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1290" title="rafayra_bigger" src="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/rafayra_bigger.jpg" alt="" width="395" height="300" /></a></p>
<p>Nelpon Rafa yang masih dalam perjalanan pulang sekolah (di mobil jemputan katanya)</p>
<p>Mama: <em>Hi boy, are you still fasting?</em></p>
<p>Rafa: <strong><span style="color: #0000ff;">Iya lah, I don&#8217;t  have a reason to stop</span></strong></p>
<p>Wowww &#8230; i&#8217;m proud of you, son!</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Nelpon Fayra yang udah pulang sekolah di rumah</p>
<p>Mama: <em>Dek Fay hari ini jadi puasa gak?<br />
</em></p>
<p>Fayra: <strong><span style="color: #0000ff;">Iya aku puasa ma. Nanti aku makan nasinya kalo udah adzan magrib. Sekarang aku makan jeruk dulu<br />
</span></strong></p>
<p>whuahahahahahahaha</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masrafa.org/2010/08/11/h1-ramadhan-2010/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Beginning of new life</title>
		<link>http://www.masrafa.org/2010/07/22/beginning-of-new-life/</link>
		<comments>http://www.masrafa.org/2010/07/22/beginning-of-new-life/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 01:12:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>De</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Family]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masrafa.org/?p=1258</guid>
		<description><![CDATA[Sudah 3 minggu kami beradaptasi hidup di rumah baru, sekolah baru dan kantor baru. Masih mencoba mengenal tetangga-teman-lingkungan baru. Nyoba aktif di milis komplek juga. 3 bulan pertama mungkin agak berat untuk kami ber4, tapi kami yakin pasti bisa melaluinya dan menikmati keindahannya.
Rumah
Alhamdulillah rumah sekarang sudah mengakomodasi kebutuhan kami untuk saat ini. Rafa dan Fayra [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah 3 minggu kami beradaptasi hidup di rumah baru, sekolah baru dan kantor baru. Masih mencoba mengenal tetangga-teman-lingkungan baru. Nyoba aktif di milis komplek juga. 3 bulan pertama mungkin agak berat untuk kami ber4, tapi kami yakin pasti bisa melaluinya dan menikmati keindahannya.</p>
<p><strong>Rumah</strong></p>
<p>Alhamdulillah rumah sekarang sudah mengakomodasi kebutuhan kami untuk saat ini. Rafa dan Fayra yang semakin besar, membutuhkan ruangan untuk kebebasan pribadi mereka. Sekarang mereka sudah punya kamar sendiri-sendiri yang letaknya bersebelahan. Mereka berbagi pendingin ruangan yang sama, dan kamar mereka terhubung oleh sebuah pintu geser yang bagian kuncinya berada di kamar Rafa (anak yang lebih gede, berhak mengatur privacy-nya hihihi).</p>
<p><a href="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/sevil_house1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1259" title="sevil_house1" src="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/sevil_house1.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a></p>
<p>Pemilihan warna diserahkan ke Rafa dan Fayra. Mereka yang menentukan tema, warna dan pernak pernik yang ada didalamnya. Pengaturan ruangan diserahkan ke mama tentunya.</p>
<p><strong>Kamar Fayra</strong></p>
<p>Warna yang dipilih Fayra adalah MERAH MUDA. Seperti anak perempuan lain seumurnya, <em>Fayra loves every little pink</em>! Tapi ada kecelakaan yang disebabkan kecacatan mata mama, yang harusnya kamar Fayra berwarna Shocking Pink + Soft Pink &#8230; eh malah yang dipilih catnya shocking pink + soft purple. Agak khawatir pas liat isi kaleng cat, tapi ternyata setelah dipoles ke tembok &#8230; lumayan juga.</p>
<p><a href="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/sevil_house2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1260" title="sevil_house2" src="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/sevil_house2.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a></p>
<p>Setiap ada orang yang ke rumah, pasti digeret Fayra &#8220;<strong>mo liat kamar aku yang kaya istana gak?</strong>&#8221; hihihihi *<em>norak deh anak gw</em>*. Cuma karena kelambu diujung tempat tidurnya dan sticker dinding bergambar castle dan putri dalam kereta kuda.</p>
<p><a href="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/sevil_house4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1261" title="sevil_house4" src="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/sevil_house4.jpg" alt="" width="300" height="400" /></a></p>
<p>Dibagian ujung kaki tempat tidur ada sebuah meja kecil yang berisi perabotan lenong yang Fayra bilang &#8220;<strong>ini mekap aku</strong>&#8220;. Semua produk kecantikan dijejer dimeja itu mulai dari sisir, bedak, minyak telon, tisu, cutton bud, lotion sampai thermometer juga ada. Mama menyebutnya sebagai <strong>pojok dandan</strong> *halah ganjen amat*. Di dinding sampingnya terdapat rak gantung yang berisi aneka boneka Fayra.</p>
<p>Pokoknya kamar Fayra ini girly banget deh!</p>
<p><strong>Kamar Rafa</strong></p>
<p>Warna yang dipilih Rafa adalah BIRU. Kombinasi dari biru cerah dan biru lembut yang mendekati warna awan.</p>
<p><a href="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/crib_rafayra.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1271" title="crib_rafayra" src="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/crib_rafayra.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a></p>
<p>Furniture kami masih yang lama, tempat tidur pun masih menggunakan seperti foto diatas cuma dilakukan pengecatan ulang saja. Bagian atas tempat tidur tingkat yang tadinya menyerupai box bayi mulai dipereteli (dicopot-copot). Kebetulan design furniture dari awal memang sudah bongkar pasang dan diharapkan bisa digunakan untuk jangka panjang.</p>
<p><a href="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/sevil_house3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1263" title="sevil_house3" src="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/sevil_house3.jpg" alt="" width="300" height="400" /></a></p>
<p>Bagian pagar tempat tidur sudah tidak digunakan. Tempat tidur atas digunakan di kamar Fayra. Sementara tempat tidur bawah digunakan dikamar Rafa. Bagian ujung kaki tempat tidur atas (foot board), ditaruh diujung atas tempat tidur Rafa. Cuma digeletakin aja dilantai, supaya terlihat sebagai head board tempat tidur Rafa.</p>
<p><a href="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/sevil_house5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1262" title="sevil_house5" src="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/sevil_house5.jpg" alt="" width="300" height="400" /></a></p>
<p>Rafa minta ditambah ambalan kayu di dinding bagian atas tempat tidurnya untuk meletakan aneka lego hasil rakitannya. Ditambah 1 ambalan kayu untuk meletakan buku-buku bacaan koleksi Rafa. Pajangan dinding berupa gambar dunia, dipasang untuk membangkitkan semangat Rafa menjelajah dunia. Sebenarnya itu hanya kertas kado, cuma dibawa mama ke tukang bingkai trus dilapisi plastik dan dialasi triplek tipis aja.</p>
<p>Alhamdulillah pelan-pelan penumpukan kardus sudah mulai berkurang. Sebagian besar barang sudah menempati posisinya. Hanya tumpukan koper yang berisi baju mama-papa aja dipojokan kamar karena memang belum punya lemari pakaian dikamar tidur utama. hehehe napas dulu ah, nanti abis lebaran kalo ada rejeki baru nambah perabotan lain. Amin</p>
<p><strong>Sekolah Rafa-Fayra</strong></p>
<p>Selama ini Rafa-Fayra menikmati pendidikan sekolah Islam. Begitu masuk ke sekolah umum, terjadi lah shock culture. Yah namanya proses adaptasi. Ketika saya datang ke acara &#8216;parents orientation day&#8217; dan mencoba mengelilingi lingkungan skolah, sampailah saya ke kantin yang letaknya di depan kolam renang. Waktu itu yang buka hanya 1 tempat makan dengan judul &#8216;Nasi Campur&#8217;. Benar saja, ketika saya lihat menu makanannya &#8230; saya menemukan 1 porsi nasi lengkap dengan sayur dan irisan tipis daging babi. Dari mana saya tahu? karena lingkungan kerja saya banyak yang non-muslim, dan menu tsb sering mereka makan di foodcourt Mall Ambasador. hehehehe</p>
<p>Kemudian saya ingatkan anak-anak untuk berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan. Mulai tahun ini Rafa tidak akan ikut ketring di sekolah, tetapi membawa makanan dari rumah. Konsekuensinya adalah Rafa harus membawa beberapa kotak makanan. 1 botol minum + 1 kotak berisi cemilan + 1 kotak berisi nasi-lauk + 1 kotak berisi sayur + 1 kotak berisi buah. Yah harus selengkap itu karena kelas 4 SD ini Rafa pulang lebih sore dan memang lebih banyak kegiatan. Jadi supaya tetap bertenaga harus didukung dengan makanan yang kumplit. Itu pun diluar susu, 1x sebelum berangkat sekolah + 1x sore saat pulang sekolah + 1x saat mau tidur. Badan Rafa? tetap cungkring hihihihi</p>
<p>Ketika diingatkan untuk tidak sembarangan bertukar makanan, Rafa langsung menjawab &#8220;<em>iya aku boleh tuker makanan dengan sesama muslim kan? kalo aku kasih makanan ke orang lain gpp, tapi aku harus hati-hati menerima makanan dari orang lain. ngerti kok ma</em>&#8221; waaaahhh my big boy has grown up!</p>
<p>Disekolahnya sekarang Rafa bertemu dengan beragam anak dari berbagai agama - suku - juga warga negara. Ada temannya yang baru pindah dari China, komunikasi dilakukan dalam bahasa inggris karena bahasa mandarin Rafa baru dalam tahap permulaan. Disekolah ini pun Rafa jadi mengetahui bahwa di dunia ini ada berbagai macam kepercayaan atau agama.</p>
<p>&#8220;<em>ma &#8230; teman aku ada yang agamanya Budha loh. Ternyata ada ya agama Budha di Indonesia. Aku pikir cuma di luar negeri aja</em>&#8221;</p>
<p>hihihihi</p>
<p>Mungkin Rafa teringat saat jalan-jalan ke <a href="http://www.masrafa.org/category/jalan-jalan/thailand/" target="_blank">Bangkok</a> beberapa waktu lalu. Karena disana kami mengunjungi beberapa temple dan melihat penganut agama Budha sedang menjalankan kegiatan keagamaan. Sementara Rafa belum pernah melihat kegiatan serupa di Jakarta.</p>
<p>Lucunya lagi sekarang Rafa jadi suka mengajukan pertanyaan ke teman yang baru dikenalnya &#8220;<em>agama kamu apa?</em>&#8221; Dan kaget saat teman satu mobil jemputannya ada yang menjawab &#8220;<em>aku sih terserah mama-papa aja, kadang aku Kristen tapi kadang aku Budha</em>&#8221;</p>
<p>Wah mulai berat nih</p>
<p>Kami harus membekali pengetahuan agama yang lebih intensif ke anak-anak. Supaya benteng iman mereka menjadi lebih kokoh.</p>
<p>Disatu sisi kami memang sedikit khawatir, tapi di sisi lain kami merasa ada baiknya juga anak-anak mengenal perbedaan sedari dini. Supaya mereka paham bahwa Islam bukan satu-satunya agama yang ada di dunia. Supaya mereka bisa menghargai kepercayaan yang dianut orang lain. Semoga mereka bisa menikmati indahnya perbedaan dan bukan malah mempeributkannya.</p>
<p>Seperti yang ditulis @lucywiryono dalam timeline twitternya: &#8220;<em>kenapa kita menaikan dagu saat berbicara mengenai Tuhan masing-masing. pdhl saat kita berbicara dan memohon kepadaNYA, kita menundukan kepala</em>&#8221;</p>
<p>Komunikasi masih menjadi kendala bagi Rafa dan Fayra di sekolahnya. Karena kami tidak mengajarkan bahasa lain sampai mereka bisa menyusun kalimat dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Untuk Rafa yang sudah diperkenalkan dengan bahasa Inggris dari umur 5 tahun saja masih agak susah. Rafa mengerti tulisan dan ucapan orang lain, tapi masih agak kesulitan menyampaikan isi pikirannya secara lisan dalam bahasa Inggris. Gimana Fayra yang hanya mengenal beberapa kosakata dalam bahasa Inggris. Tapi kami yakin mereka akan cepat belajar dan mengejar ketertinggalannya. Semoga 3 bulan kedepan mereka sudah bisa lancar berkomunikasi.</p>
<p>Alhamdulillah beasiswa Rafa sudah disetujui oleh kantor papanya untuk yang ketiga kalinya. We&#8217;re proud of you, son!</p>
<p>Untuk tahun ini, kami tidak memasang set yang terlalu tinggi untuk Rafa. Karena kami mengerti setahun pertama Rafa masih harus beradaptasi dengan lingkungan barunya, dengan bahasa inggris dan mandarinnya, dengan kurikulum sekolahnya, juga makin beratnya materi pelajaran dikelas yang lebih tinggi. Yang penting anak-anak bisa menikmati hari-harinya disekolah tanpa merasa terbebani.</p>
<p>Ah&#8230;sebentar lagi Rafa akan masuk SMP dan Fayra masuk SD. Cepat banget rasanya *<em>belum siap mental punya anak remaja</em>*</p>
<p>Semoga perjuangan kami tidak sia-sia. Semoga mereka menjadi individu yang lebih baik dari kami. Semoga Rafa dan Fayra bisa menjadi orang yang sehat, cerdas dan beriman. Amin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masrafa.org/2010/07/22/beginning-of-new-life/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Curhat TBC</title>
		<link>http://www.masrafa.org/2010/06/25/curhat-tbc/</link>
		<comments>http://www.masrafa.org/2010/06/25/curhat-tbc/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jun 2010 02:29:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>De</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[TBC tulang]]></category>

		<category><![CDATA[TBC]]></category>

		<category><![CDATA[TBC Tulang Belakang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masrafa.org/?p=1252</guid>
		<description><![CDATA[Mengukuhkan diri sebagai penyuluh TBC, berarti harus menyiapkan diri menjadi pendengar para pasien lain. Saya tahu itu dan sadar ketika menulis cerita pengalaman pribadi dalam menghadapi kuman TBC disini, tapi tidak menyangka efeknya sampai sedemikian rupa.
Awalnya memang hanya komen-komen di blog, yang sampai hari ini jumlahnya sudah  melewati angka 100. Diluar itu ada juga yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengukuhkan diri sebagai penyuluh TBC, berarti harus menyiapkan diri menjadi pendengar para pasien lain. Saya tahu itu dan sadar ketika menulis cerita pengalaman pribadi dalam menghadapi kuman TBC di<a href="http://www.masrafa.org/2008/09/03/tbc-tulang/" target="_blank">sini</a>, tapi tidak menyangka efeknya sampai sedemikian rupa.</p>
<p>Awalnya memang hanya komen-komen di blog, yang sampai hari ini jumlahnya sudah  melewati angka 100. Diluar itu ada juga yang email dan minta nomor telpon. Biasanya mereka menceritakan penyakit yang diderita dan apa yang dirasakan, kadang bertanya apakah yang dialaminya benar TBC atau bukan, atau sekedar tanya referensi dokter dan RS yang bagus atau murah.</p>
<p>Mulai beberapa bulan lalu, saya mencoba menyempatkan waktu untuk bertemu mereka. Datang ke RS untuk mengunjungi pasien yang mau operasi. Atau bertemu pasien yang sudah operasi di mall. Pernah juga janjian kontrol bareng ke klinik bersama 2 pasien lain. Maaf kalau saat ini saya baru bisa menjangkau wilayah Jabodetabek dan Bandung.</p>
<p>Beberapa waktu lalu ada sebuah email dari salah satu anak pengusaha besar di Jakarta. Dia minta bertemu saya di sebuah coffee shop dan mengenalkan pacarnya yang tahun lalu sudah operasi tulang belakang. Disana mereka cerita tentang masalah lain yang kebetulan timbul karena efek sakit TBC. Orang tuanya tidak menyetujui hubungan mereka untuk kearah yang lebih serius, cuma karena pacarnya PERNAH sakit TBC tulang. Mereka minta bantuan saya untuk ngomong ke keluarga hanya karena saya pernah sakit yang sama.</p>
<p>Saya paham kekhawatiran orang tuanya. Karena anak ini merupakan anak laki satu-satunya yang diharapkan bisa meneruskan bisnis keluarga, jadi orangtua sangat selektif dalam memilih calon menantunya.</p>
<p>Disisi lain saya juga mengerti perasaan anak ini, dia sangat sayang sama pacarnya dan gak mau menggantikannya dengan wanita lain. Dia sudah paham konsekuensi yang akan dihadapi dan dia yakin pacarnya bisa hidup normal.</p>
<p>Mereka sudah mencoba bicara baik-baik ke keluarga. Sudah ngeprint tulisan di blog ini. Sampai mereka bawa surat pengantar dari dokter yang menyatakan bahwa pacarnya sudah dinyatakan sembuh dan penyakit yang pernah dideritanya itu tidak menular. Tapi orangtuanya tetap bilang TIDAK, dan mereka mulai putus asa.</p>
<p>Nah apa yang bisa saya lakukan coba? Gak mungkin kan saya tiba-tiba datang ke keluarganya dan ceramah tentang TBC *<em>gak brani juga kali saya ketemu bapak yang terhormat itu hehehe</em>*. Saya kan cuma orang luar yang gak ada sangkut pautnya dengan urusan keluarga mereka. Bingung gak tau gimana cara bantu mereka, selain menyarankan mereka untuk minta bantuan keluarga dekat yang sekiranya lebih &#8220;didengar&#8221; oleh orang tua nya.</p>
<p>Beberapa hari berikutnya saya menerima telpon dari seorang ibu yang memiliki 2 orang anak. Kebetulan ia seorang single parent. Anak terbesar usia 10 tahun, anak keduanya berusia 18 bulan. Ibu ini sudah selesai operasi dengan menghabiskan biaya 95jt.</p>
<p>Asuransi kesehatan dari kantornya, hanya mengcover 50jt. Sementara itu perusahaan malah memecat beliau dengan menawarkan pesangon 45jt yang diharapkan bisa menutupi kekurangan biaya RS. Alasan bos memecat karena dikhawatirkan si ibu tidak bisa bekerja normal lagi (kinerja menurun) setelah operasi.</p>
<p>Beliau telpon saya sambil menangis. Gimana nasib anaknya kalo ia tidak bekerja lagi? Ibu ini sudah tidak punya orang tua, tidak punya suami, dan sekarang harus kehilangan pekerjaan juga. Saya gagu, tidak bisa bicara sama sekali. Saya terdiam &#8230; cukup lama.</p>
<p>Kemudian ibu itu melanjutkan &#8220;<em>maaf ya mbak de kalo saya jadi cerita seperti ini. Saya gak akan minta bantuan ekonomi ke mbak de. Saya cuma butuh teman untuk mendengarkan cerita saya aja. Saya masih akan berjuang untuk bisa sembuh, untuk bisa bekerja, untuk bisa menghidupi keluarga, dan untuk bisa menemani anak-anak saya sampai mereka dewasa</em>&#8221;</p>
<p>Masya Allah&#8230;</p>
<p>Ternyata apa yang saya alami tidak seperih mereka diluar sana. Dan saya sangat bersyukur kepadaNYA.</p>
<p>Alhamdulillah mereka telah membuka mata saya dan memberikan pelajaran yang berharga. Semangat mereka dalam menghadapi cobaan hidup sangat luar biasa. Semoga saya bisa menjadi teman dan penyemangat yang tidak pernah putus asa. Amin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masrafa.org/2010/06/25/curhat-tbc/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pindahan babak 1</title>
		<link>http://www.masrafa.org/2010/06/21/pindahan-babak-1/</link>
		<comments>http://www.masrafa.org/2010/06/21/pindahan-babak-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jun 2010 08:00:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>De</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masrafa.org/?p=1248</guid>
		<description><![CDATA[Tidak seperti 4 pindah rumah sebelumnya (dalam waktu 10 tahun!), pindahan kali ini dibuat bertahap. Alasannya karena rumahnya juga belum siap 100%, anak-anak harus masuk sekolah minggu ke 2 Juli, sementara saya belum boleh cuti atau ijin dikantor baru.
Ngepak-ngepakin barang pun udah dicicil dari bulan April. Lumayan lah 1-2 dus per minggu. Semua dikumpulin di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak seperti 4 pindah rumah sebelumnya (dalam waktu 10 tahun!), pindahan kali ini dibuat bertahap. Alasannya karena rumahnya juga belum siap 100%, anak-anak harus masuk sekolah minggu ke 2 Juli, sementara saya belum boleh cuti atau ijin dikantor baru.</p>
<p>Ngepak-ngepakin barang pun udah dicicil dari bulan April. Lumayan lah 1-2 dus per minggu. Semua dikumpulin di ruang tamu. Jadi 3 bulan terakhir rumah kami udah kaya kapal pecah, berantakan banget deh. Begitu masuk rumah isinya tumpukan barang-barang yang menggunung.</p>
<p><a href="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/pindah1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1249" title="pindah1" src="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/pindah1.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a><br />
Repotnya kalo Rafa dan Fayra mulai iseng kaya foto diatas. Peralatan baking udah dikardusin, eh malah dibongkar dipake untuk mainan. Tapi kadang mereka juga ikut bantuin beres-beres. Paling enggak mereka milahin mainan yang sekiranya bisa dimasukin kardus untuk dibawa ke rumah baru.<br />
Rafa bikin garage sale mainan yang dia udah gak pake. Awalnya sih mainan-mainan itu dimasukan ke dalam kantong kresek dan dibawa ke sekolah. Dijual dengan harga 1-5rb per piece nya. Eh ternyata laku keras sampai ada guru yang borong juga. Trus Rafa bikin lagi di garasi rumah, lumayan dompet Rafa makin menebal hehehe. Semua itu dilakukan saat mama kerja, jadi pulang kantor udah denger cerita aja pendapatan hari itu berapa. Rafa selalu minta approval mainan mana yang boleh dijual dan berapa perkiraan harga jual yang pantas.</p>
<p><a href="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/pindah2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1250" title="pindah2" src="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/pindah2-499x341.jpg" alt="" width="499" height="341" /></a><br />
Wiken kemarin kami sudah mulai membawa sebagian barang ke rumah baru. Alhamdulillah 2x jalan pakai mobil sendiri, berhasil mengangkut 80% dari dus-dus yang ada di ruang tamu. Target kami tanggal 3 Juli harus udah mulai menetap disana.</p>
<p>Doakan lancar yah!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masrafa.org/2010/06/21/pindahan-babak-1/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Eniperseri</title>
		<link>http://www.masrafa.org/2010/06/17/eniperseri/</link>
		<comments>http://www.masrafa.org/2010/06/17/eniperseri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jun 2010 09:31:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>De</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masrafa.org/?p=1173</guid>
		<description><![CDATA[Setiap tahun kami selalu ribet dengan tanggal ulang tahun pernikahan. Sepertinya saya sudah sering kali menulisnya. Ada tulisan satu, dua, tiga, empat &#8230; ditambah tulisan sekarang.
Secara resmi menurut buku nikah, hari ini tepat 10 tahun usia pernikahan kami.
Tapi kalo secara agama, tahun ini genap 11 tahun.
Dan sekarang lagi suka lagu &#8220;My Girl, My Woman, My [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap tahun kami selalu ribet dengan tanggal ulang tahun <a href="http://www.masrafa.org/2007/11/29/8-tahun-bersama/" target="_blank"></a>pernikahan. Sepertinya saya sudah sering kali menulisnya. Ada tulisan <a href="http://www.masrafa.org/2004/02/11/nikah/" target="_blank">satu</a>, <a href="http://www.masrafa.org/2007/06/26/7-tahun-sudah/" target="_blank">dua</a>, <a href="http://www.masrafa.org/2007/11/29/8-tahun-bersama/" target="_blank">tiga</a>, <a href="http://www.masrafa.org/2008/11/29/9-tahun-bersama/" target="_blank">empat</a> &#8230; ditambah tulisan sekarang.</p>
<p>Secara resmi menurut buku nikah, hari ini tepat 10 tahun usia pernikahan kami.</p>
<p>Tapi kalo secara agama, tahun ini genap 11 tahun.</p>
<p>Dan sekarang lagi suka lagu &#8220;<strong>My Girl, My Woman, My Friend</strong>&#8221; yang awalnya ditulis dan dinyanyikan oleh Jose Mari Chan. Kemudian dinyanyikan lagi sama Cristian Bautista. Sebagian liriknya:</p>
<p style="padding-left: 90px;"><em><span style="color: #800080;">You&#8217;re my man and I&#8217;m at the prime of my life<br />
To you i give myself, all my heart<br />
All of what i am at the prime of my life<br />
I&#8217;ll never let a thing come to break us apart</span></em></p>
<p style="padding-left: 90px;"><em><span style="color: #800080;">&#8217;cause i&#8217;m your girl, your woman, your friend<br />
And that&#8217;s how it&#8217;s gonna be till the end.<br />
Loving you is what i live for<br />
And i can&#8217;t ask for anything more<br />
Than to be your woman, your girl, and your friend.</span></em></p>
<p style="padding-left: 90px;"><em><span style="color: #800080;">Being with you, my love, just makes my day complete<br />
Holding you close my love, creates a wondrous treat.<br />
No need to say the words<br />
No fancy places for me.<br />
Love is anywhere<br />
As long as you are there with me.<br />
We&#8217;ll be free.<br />
Our love will make us free to be you and me.</span></em></p>
<p>Alhamdulillah telah berhasil melalui 10 tahun dengan penuh suka cita - getir pahit. Setidaknya semua itu kami hadapi bersama. Bukan hanya saya, bukan hanya dia. Tapi KAMI.</p>
<p>Semoga kami masih bisa terus kompak menghadapi tahun-tahun berikutnya. Amin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masrafa.org/2010/06/17/eniperseri/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Future Gadget</title>
		<link>http://www.masrafa.org/2010/06/15/future-gadget/</link>
		<comments>http://www.masrafa.org/2010/06/15/future-gadget/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jun 2010 08:33:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>De</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kerjaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masrafa.org/?p=1159</guid>
		<description><![CDATA[Kepergian saya ke Taipei beberapa waktu lalu, salah satunya untuk menyaksikan pameran gadget terbesar se-Asia Pacific *katanya*.  Disana saya terpukau dengan kecanggihan teknologi yang semakin diluar imajinasi. Banyak banget barang-barang canggih bertebaran di tempat yang luasnya seperti JHCC-Jakarta tetapi tingginya 4 lantai. Hari pertama saya masih niat pake sendal wedges ke pameran, karena hari itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepergian saya ke Taipei beberapa waktu lalu, salah satunya untuk menyaksikan pameran gadget terbesar se-Asia Pacific *katanya*.  Disana saya terpukau dengan kecanggihan teknologi yang semakin diluar imajinasi. Banyak banget barang-barang canggih bertebaran di tempat yang luasnya seperti JHCC-Jakarta tetapi tingginya 4 lantai. Hari pertama saya masih niat pake sendal wedges ke pameran, karena hari itu kami dibawa oleh host bersama peserta lain dari beberapa operator telekom Asia Pacific. Hari kedua saya pake sendal tali yang tebelnya cuma 1cm. Itu pun tetap berasa betis kaya pake konde aja, berat banget dipakai untuk jalan. Kebanyakan jalan saking luasnya area pameran *phiewwhh*.</p>
<p><a href="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/oleh2_taipei81.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1161" title="oleh2_taipei81" src="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/oleh2_taipei81.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a></p>
<p>Disini saya mau sharing beberapa penemuan yang menurut saya luar biasa:</p>
<ul>
<li>VoIP Phone</li>
<p><a href="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/oleh2_taipei1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1162" title="oleh2_taipei1" src="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/oleh2_taipei1.jpg" alt="" width="300" height="400" /></a></p>
<p>Bentuknya seperti telepon rumah, tetapi tombol-tombolnya dibuat dengan layar sentuh berukuran 5-7&#8243;. Selain bisa digunakan untuk telpon dan SMS, perangkat ini juga dilengkapi dengan beberapa fitur tambahan diantaranya: address book, instant messaging, browsing dunia maya, ada icon untuk langsung konek ke facebook - flickr - youtube, alarm/clock, music player (MP3 file), bahkan bisa berfungsi sebagai digital photo frame juga.</p>
<p><a href="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/oleh2_taipei2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1163" title="oleh2_taipei2" src="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/oleh2_taipei2.jpg" alt="" width="300" height="400" /></a><br />
Keren yah. Tapi kalo dirumah pake ini, yang bahaya adalah pembantu dirumah sibuk main Facebook, chatting dan browsing sementara pekerjaan utama terlantar hehehe.</p>
<li>Digital Signage</li>
<p>Tentunya kita gak asing lagi dengan iklan-iklan yang bertebaran dipinggir jalan. Baik dalam bentuk umbul-umbul, spanduk, atau pun billboard. Nah ini lah tampilan iklan di masa datang yaitu DIGITAL SIGNAGE.</p>
<p><a href="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/oleh2_taipei9.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1169" title="oleh2_taipei9" src="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/oleh2_taipei9.jpg" alt="" width="300" height="400" /></a><br />
Papan dengan layar sentuh ini menampilkan berbagai iklan dalam 1 tempat. Kita tinggal masukin SD card yang berisi semua materi iklan ke dalam alat ini, trus kita atur deh mau jeda berapa lama antara 1 iklan ke iklan yang lain. Katanya alat ini sudah banyak digunakan di Jepang. Maaf karena saya belum pernah kesana, jadi di pameran inilah pertama kali saya melihatnya.</p>
<p>Alat ini dilengkapi dengan kamera dan sensor untuk mengenali orang yang lalu lalang didepan nya berjenis kelamin apa. Iklan akan diputar berbeda untuk perempuan dan laki-laki. Kalau alat ini ditaruh di dept.store, dan kita tertarik dengan barang yang ada pada iklan &#8230; kita bisa menyentuh layar untuk mencari tahu berapa harga barang tsb.</p>
<p>Misalnya ditampilkan celana jeans, saat perempuan lewat &#8230; maka yang tampil dilayar hanya iklan celana jeans untuk perempuan aja. Trus kalo saya tertarik dengan model tsb, saya sentuh layar untuk lihat harga. Selain itu saya bisa memilih barang lain apa yang ada di Dept.Store tsb yang sekiranya cocok dengan celana jeans tadi. Kalau sudah ok, klik tombol &#8216;beli&#8217; &#8230; trus ke kasir untuk bayar dan ambil barangnya. Mantab kan? Kekurangannya kita gak bisa nyoba deh *<em>dasar cewek</em>*</p>
<li>Vending Machine</li>
<p>Sebagian dari kita udah pernah liat vending machine kan? Itu loh perangkat untuk membeli makanan/minuman yang bentuknya lemari pendingin, kalau kita masukin koin maka minuman atau makanan akan keluar dari mesin.</p>
<p>Waktu saya kerja di pabrik panci tahun 2002, perusahaan meluncurkan layanan vending machine yang bisa menjual minuman melalui SMS. Didepan mesin akan ditampilkan nomor telpon, kita tinggal sms aja ke nomor tsb dengan perintah yang tertulis dibadan mesin. Pulsa kita akan terpotong seharga minuman yang kita beli. Saat itu jumlah mesinnya ada 6 buah, diletakan di Walk In Center di beberapa kota. Kaya nya sih sekarang udah gak ada lagi tuh mesinnya. Sayang deh.</p>
<p><a href="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/oleh2_taipei3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1164" title="oleh2_taipei3" src="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/oleh2_taipei3.jpg" alt="" width="300" height="400" /></a></p>
<p>Nah mesin yang ini adalah mesin yang sama cuma tampilannya lebih futuristik. Permukaan mesinnya terbuat dari layar sentuh. Jadi tinggal pencat pencet dilayar aja. Kalau dalam keadaan idle, mesin ini berfungsi sebagai digital signage atau tempat ngiklan.</p>
<p><a href="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/oleh2_taipei4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1165" title="oleh2_taipei4" src="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/oleh2_taipei4.jpg" alt="" width="300" height="400" /></a><br />
Mesin ini juga dilengkapi kamera dan sensor yang bisa mengenali pembeli berjenis kelamin perempuan atau laki-laki. Penjual akan bisa mengakses mesin ini dengan memasukan kata sandi (username dan pswd), kemudian bisa melihat statistik penjualan. Berapa kaleng yang terjual hari/minggu/bulan, jenis minuman apa yang paling banyak dibeli, jenis kelamin pembeli sampai ke perkiraan umur pembeli juga. Hebat yaaaaa</p>
<li>Casino Machine</li>
<p>Udah pernah ke kasino dan melihat mesin permainannya? Saya baru sampai di pintu masuknya aja waktu ke <a href="http://www.masrafa.org/category/jalan-jalan/malaysia/" target="_blank">Genting</a> tahun lalu hehehehe. Kalau saya lihat difilm *<em>iyaaaa cuma liat dalemnya kasino dari pilem holiwut doang, kasian gak sih hahaha</em>*, mesin permainannya punya tuas disamping yang kalau kita tarik ke bawah maka angka2 atau gambar-gambar dilayar akan berputar.</p>
<p><a href="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/oleh2_taipei5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1166" title="oleh2_taipei5" src="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/oleh2_taipei5.jpg" alt="" width="300" height="400" /></a><br />
Mesin yang ini lebih canggih. Seperti mesin lain di masa depan, mesin ini dilengkapi dengan layar sentuh juga. Selain itu dari mesin ini kita bisa melakukan chatting dengan orang yang ada di mesin lain. Trus kita juga bisa order makanan ke restoran didalam kasino hanya dengan menekan icon dilayar, nanti pelayanan akan mengantar makanan langsung sesuai dengan nomor mesin yang kita gunakan. Beneran gak usah kemana-mana deh, cukup bediri di depan mesin ini kita sudah bisa melakukan banyak hal. Akibatnya bisa-bisa uang kita ludes karena keasikan main hehehe.</p>
<li>WiFi Radio</li>
<p><a href="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/oleh2_taipei6.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1167" title="oleh2_taipei6" src="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/oleh2_taipei6.jpg" alt="" width="300" height="400" /></a></p>
<p>Bentuknya seperti FM radio biasa, seukuran walkman atau segenggam tangan. Ukurannya cukup untuk bisa masuk kantong celana. Warnanya macem-macem. Bedanya dengan radio biasa, radio ini selain menggunakan frekuensi FM juga dilengkapi dengan koneksi ke WiFi. Jadi kita bisa mendengarkan 12,000 stasiun radio yang terdapat di internet. Untuk ngisi batre, kita tinggal menghubungkan radio ke komputer dengan USB connection. Ada-ada aja yah.</p>
<li>TV</li>
<p>TV sudah berevolusi bentuknya menjadi semakin tipis. Selain badannya yang semakin langsing, tampilan gambarnya pun makin jernih. Dipameran saya melihat berbagai merek dan bentuk TV yang makin canggih. Gak cuma itu aksesoris pendukungnya pun makin beragam. Ada TV box, yang memungkinkan TV kita bisa terhubung ke internet. Ada VCD/DVD/Blueray player yang makin kecil dan tipis juga ukurannya.</p>
<p><a href="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/oleh2_taipei7.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1168" title="oleh2_taipei7" src="http://www.masrafa.org/wordpress/wp-content/uploads/oleh2_taipei7.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a><br />
Untuk melihat acara apa yang ada di channel lain,kita gak perlu menekan remote atas bawah. Cukup menekan 1 tombol &#8216;<em>channel list</em>&#8216; dan pilih bentuk tampilan yang diinginkan. Dalam foto diatas, channel list ditampilkan dalam bentuk seperti tabung. Kita bisa lihat secara visual dan pilih yang mana yang mau ditonton, trus klik deh.</ul>
<p>Pokoknya banyak banget hal lain yang bikin saya takjub *<em>gak sampe nganga lebar sih</em>*. Rasanya gambaran dalam film Star Trek semakin nyata aja didepan mata. Maaf saya gak sempat foto-in satu persatu.</p>
<p>Pameran besar ini ditujukan untuk para penyelenggara jasa dan penjual perangkat. Jadi gak ada satupun barang yang ditampilkan disini untuk dijual langsung saat pameran. Kita cuma bisa minta brosur, katalog, atau spesifikasi produk. Kebanyakan barang-barang ini masih prototype atau engineering product. Hanya sample untuk pameran dan belum diproduksi massal. Kalaupun kita bertanya harga, pasti mereka balik bertanya &#8220;<em>mau quantity berapa banyak?</em>&#8221; Angkanya pun gak tanggung-tanggung, minimal pembelian 1,000 unit. hehehehe</p>
<p>Alhamdulillah saya diberikan kesempatan untuk melihat pameran Computex yang tahun ini mencapai umur 30 tahun. Wuiihh tua-an saya dikit hihihihi. Pameran ini benar-benar membuka mata saya akan dinamisnya dunia teknologi dan menunjukan kepada kita bahwa semua itu mungkin kalau kita mau berpikir bagaimana membuatnya menjadi nyata.</p>
<p>Pameran ini selain menambah jumlah koleksi kartu nama vendor, juga sangat menambah wawasan saya. Tinggal PR nya adalah bagaimana saya bisa membawa alat-alat canggih ini ke Indonesia, membuatnya jalan dengan layanan dari kantor saya dan yang paling penting bagaimana menjualnya hehehe.</p>
<p>Mhmmm&#8230;saya harus berpikir keras. Gak mudah sih, tapi bukan tidak mungkin juga kan?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masrafa.org/2010/06/15/future-gadget/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Anak sekolahan</title>
		<link>http://www.masrafa.org/2010/06/14/anak-sekolahan/</link>
		<comments>http://www.masrafa.org/2010/06/14/anak-sekolahan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jun 2010 05:12:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>De</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Rafa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masrafa.org/?p=1155</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Rafa itu bukan tipe anak sekolahan. Udah lah gak usah dimasukin ke sekolah mahal-mahal. Ikutin kursus seni aja (musik, gambar, dll) diluar sekolah. Kasian kalo dipaksa belajar ini itu di sekolah formal.&#8221;
Seperti hendak membuktikan diri bahwa komentar tsb tidak sepenuhnya benar, siang itu Rafa menelpon saya dikantor &#8220;ma, hasil exam udah dibagiin. Aku sebutin yah&#8221;
English [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;<em><span style="color: #008000;">Rafa itu bukan tipe anak sekolahan. Udah lah gak usah dimasukin ke sekolah mahal-mahal. Ikutin kursus seni aja (musik, gambar, dll) diluar sekolah. Kasian kalo dipaksa belajar ini itu di sekolah formal</span></em>.&#8221;</p>
<p>Seperti hendak membuktikan diri bahwa komentar tsb tidak sepenuhnya benar, siang itu Rafa menelpon saya dikantor &#8220;<em>ma, hasil exam udah dibagiin. Aku sebutin yah</em>&#8221;</p>
<p style="padding-left: 60px;">English = 98</p>
<p style="padding-left: 60px;">Iqro = 97</p>
<p style="padding-left: 60px;">Religion = 95</p>
<p style="padding-left: 60px;">Art = 95</p>
<p style="padding-left: 60px;">Science = 91</p>
<p style="padding-left: 60px;">Bahasa Indonesia = 90</p>
<p style="padding-left: 60px;">Social = 87</p>
<p style="padding-left: 60px;">PPKN = 86</p>
<p style="padding-left: 60px;">Math = 84</p>
<p>Saya terharu.</p>
<p>Kami tidak pernah menuntut anak-anak untuk selalu mendapat nilai bagus. Selama mereka mengerjakan tugas dengan segala kemampuannya, apapun hasilnya tetap membuat kami bangga.</p>
<p>Seperti yang orang lain lihat dari diri Rafa, kami juga menyadari potensi anak sulung kami. Kecintaannya pada lukisan, semangatnya dalam menuangkan warna, kelihaiannya memainkan pianika. Herannya sekali mendengar sebuah lagu, Rafa akan dengan mudah memaikan pianika dengan nada yang persis sama!</p>
<p>Tetapi apakah karena jiwa seninya begitu menonjol maka Rafa tidak pantas berada di sekolah formal?</p>
<p>Bagi kami pemikirian tsb tidak adil untuk Rafa. Kami ingin Rafa tetap menikmati hari-harinya di sekolah, menyerap pelajaran yang diberikan juga bersosialisasi dengan teman sekolahnya. Dan kami sebagai orang tuanya akan selalu berusaha untuk memberikan fasilitas semampu kami. Bahkan kalau bisa anak-anak kami menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi dari orang tuanya.</p>
<p>Raport Rafa sudah kami terima. Semester ini Rafa mendapat nilai rata-rata 87,9 meningkat tajam dari semester lalu 84,5. Sepertinya Rafa ingin membuktikan kepada kami, bahwa dia masih bisa mendapat beasiswa dari kantor papanya seperti tahun sebelumnya (sudah 2x berturut-turut). Dan Rafa sudah mengerti syarat beasiswa tsb harus mencapai nilai rata-rata minimal 85 dalam setahun. Alhamdulillah kesadaran itu sudah ada didalam diri Rafa *sebenarnya dia ngincer nilai Rp1,5jt dari beasiswa itu &#8230; kali ini targetnya PSP hehehe*</p>
<p>Terimakasih ya nak, telah membuat kami bangga memiliki anak secerdas kamu.</p>
<p>Mau jadi apapun nantinya kamu saat dewasa, kami akan tetap mendukung kamu penuh cinta!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masrafa.org/2010/06/14/anak-sekolahan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
