
6 bulan menjelang pindah rumah baru, kami mulai window shopping di sekitar Serpong. Gak cuma window shopping liat furniture dan bahan bangunan aja … tapi sekolah anak-anak juga kami liat-liat karena ini jauh lebih penting.
Hasil survey sekolah dengan mencari informasi dari website, telepon juga datang ke sekolah … pendafataran sudah dibuka sejak Desember 2009. Tes masuk sudah dimulai Jan sampai Mar 2010 yang dibagi beberapa gelombang. Pembayaran uang masuk sekolah dimulai Mar 2010. Itu semua untuk tahun ajaran 2010-2011 yang baru akan dimulai bulan JULI.
Untuk Fayra yang akan masuk TK, mencari sekolahnya jauh lebih gampang. Sementara Rafa yang sekarang kelas 3SD, ada ditengah-tengah periode SD. Jadi kami fokus mencari sekolah SD yang bisa terima Rafa, kemudian Fayra akan mendaftar TK di sekolah yang sama.
5 sekolah yang kami datangi:
- Al Fath BSD
Tadinya kami berpikir urusan sekolah tidak akan menjadi sesuatu yang serius, karena sekolah Rafayra sekarang yaitu Al Fath Cirendeu memiliki cabang di BSD. Kami sempat bertanya jika pindah sekolah, tidak akan dikenakan biaya karena hanya pindah administrasi dan lokasi aja. Tetapi ketika kami datang ke kantor administrasi SD Al Fath BSD, kelas 3 disana sudah penuh dan hanya ada 1 kelas aja. Nama Rafa sudah masuk di waiting list nomor 3.
- Cikal Harapan
Setelah mengetahui kelas 3 SD Al Fath sudah penuh, kami mencari sekolah yang tidak jauh dari rumah nantinya. Kami menemukan Cikal Harapan yang haya berjarak 1km dari rumah. Staf administrasi mengatakan kelas 3 nya sekarang penuh. Kami diminta untuk menulis data anak di buku tamu, kalau nanti ada murid yang pindah mereka akan menginformasikan melalui telepon.
- Raudhah
Ketika kami kesana bulan Desember, kelas 3SD ada kursi kosong. Tapi awal Januari kami kesana lagi, kursi tsb sudah ada yang ambil. Anak tsb pindahan dari sekolah lain dimulai semester 2 di bulan Januari ini. Kami diminta menuliskan data di buku tamu lagi, urutan nomor 5 di waiting list kelas 4SD.
- Al Azhar
Siapa sih yang gak tau reputasi sekolah ini? Begitu melihat fasilitas dan mengetahui bahwa Al-Azhar sedang memproses ijin untuk menjadi intl school, kami langsung pergi ke ruang pendaftaran. Ternyata semua pendaftaran dilakukan online, setelah itu transfer pembayaran, kemudian konfirmasi online juga di web nya. Kami melakukannya untuk mendaftarkan Fayra.
Untuk anak pindahan seperti Rafa, prosedurnya manual ke ruang tata usaha. Seperti sekolah lain, kami diminta mengisi data di buku tamu. Nama Rafa berada di posisi 7 yang mengantri untuk masuk kelas 4 SD. Dan informasi ketersediaan bangku baru akan diumumkan bulan Juni. Kalau ada kursi kosong, semua anak di daftar waiting list akan ditest.
- Bina Nusantara (BINUS)
Tadinya kami tidak memasukan nama Binus dalam list sekolah untuk anak-anak. Binus adalah sekolah international dengan biaya bulanan yang tidak sedikit. Materi Binus menggunakan kurikulum Cambridge. Bahasa pengantar yang digunakan ada 3, Indonesia - English - Mandarin.
Akhirnya kami mendaftar di Binus karena mendengar Binus membuka kelas 4SD baru, masih ada 15 kursi yang kosong untuk anak dari luar Binus. Kami pun mendaftarkan Rafa dan Fayra ke Binus.
Phiiieewwhhh
Ternyata gak mudah mencari sekolah anak yah!
2 bulan terakhir (8x sabtu) kami pergi dari satu sekolah ke sekolah lain untuk mencari informasi tentang ketersediaan kursi kelas 4SD. Mulai dari ruang pendaftaran, ruang tata usaha, menemui kepala sekolah … semua jalan kami tempuh.
Berapa besar sih kemungkinan ada anak pindah sekolah? Udah gitu 1 kursi kosong pun diperebutkan 5-10 orang dalam daftar tunggu.
Dengan segala pertimbangan, Rafa dan Fayra menjalani tes di Binus Sabtu 6 Feb 2010.
Fayra hanya diminta membawa pensil warna. Soal tes hanya selembar kertas bergambar tanpa warna. Anak-anak diminta mewarnai gambar tsb. Pengawas melihat ketekunan anak dalam mewarnai, konsentrasi anak, juga bercakap-cakap dengan anak untuk melihat pengenalan anak terhadap beberapa warna.
Rafa diminta membawa alat tulis. Soal yang diberikan berupa tes tulis, matematika dan wawancara yang semuanya dilakukan dalam bahasa Inggris. Setelah tes, pengawas memanggil kami untuk menjelaskan kondisi Rafa selama mengerjakan soal dan menjawab pertanyaan wawancara.
“He did great. I’m amaze with his concentration. He can answer the questions and he can describe him self in english. I even told others to follow the way Rafa do the job.”
Papanya tanya “so what do you think about the possibility? Does Rafa have a chance to get in here?”
Dijawab oleh ibu guru tsb “I guarantee he will get it. I will be happy to have Rafa in this school”
Setelah itu gurunya ngajak ngomong Rafa: “If you want to get in this school, you have to practise your english. Don’t be shy. Just speak what’s on your mind. Don’t be afraid of making mistakes. You know what? even native speaker makes mistakes.”
Saya berbisik di telinga Rafa “kamu tau gak gurunya ngomong apa?”
Rafa dengan kesal menjawab dengan berbisik “iya ngerti ma. gak usah ditranslete aku tau kok. aku gak boleh takut ngomong bahasa inggris”
hehehe ya maap mas, kirain kamu angguk-angguk doang. Ternyata beneran ngerti.
Ketika meninggalkan Binus, Rafa bilang “tapi kan sekolah ini mahal ma?”
Saya pun mewek dan berjanji “Kalo kamu lulus tes dan diterima, kamu gak usah pikirin mas. Mama dan papa akan cari uangnya. Selama kamu terus belajar dan menikmati waktu-waktu di sekolah, apapun akan kami lakukan untuk kalian.”
Kemarin saya menerima telpon dari Binus “Rafa dan Fayra lulus tes dan diterima bu. Silahkan registrasi ulang sebelum tanggal 23 Feb 2010”
Alhamdulillah, we’re proud of you kids!
Recent Comments