Rose Garden – Bangkok D3

Rabu, 23 Feb 2010

Postingan terakhir untuk liburan Bangkok, saya tulis 2 objek wisata sekaligus.

Rose Garden Riverside Resort

Sebenarnya ini belum objek wisata terakhir yang kami kunjungi. Jadi beneran deh ikut paket tour gak rugi. karena kalo ditotal ada 8 objek wisata yang kita lihat selama ikut tour sehari penuh. Setelah melihat Elephant and Crocodile Show, kami melanjutkan perjalanan sekitar 30 menit ke Rose Garden Riverside Resort.

Biasanya disebut Rose Garden aja, letaknya sekitar 30KM dari kota Bangkok tepatnya di propinsi Nakhon Pathom. Resort ini berada dipinggiran sungai  Ta-Chine dan memiliki 193 kamar dalam bentuk tempat tinggal khas Thailand. Luas resort ini 20 hektar, terdiri dari tempat penginapan – restoran – Thai Cultural Village – taman bunga mawar dan anggrek.

Karena sudah sore, kami cuma masuk ke Thai Culture Village. Ada sebuah arena yang berlatar belakang panggung dan dikelilingi oleh undakan kursi-kursi kayu. Saat masuk dan naik tangga ke atas, kita akan disambut oleh petugas yang memberikan handuk basah wangi. Lumayan untuk ngelap muka karena udara di Thai panas banget kaya Jakarta. Di dalam ada pertunjukan beberapa kesenian Thai.

Pertunjukan seni Thailand yang ditampilkan disini:

  • Sepak Takraw
  • Beberapa tarian daerah Thai
  • Thai Boxing
  • Seni beladiri (semacam silat tapi menggunakan alat: pedang – tongkat – dll)
  • Upacara pernikahan ala Thai

Setelah selesai, kami lanjut ke arah Bangkok. Sebelumnya kami singgah di pembuatan batu permata terbesar di Thailand. Ditempat tour guide akan memberi tahu asal negara wisatawan, kemudian kita akan dipandu oleh sales staff yang bisa berbicara dengan bahasa wisatawan (kami dapat embak2 yang fasih berbahasa indonesia). Kami dimasukan ke dalam studio untuk melihat film dokumenter dalam bahasa indonesia tentang bebatuan di Thailand dan pengolahannya hingga menjadi aksesoris. Kemudian diajak ke tempat finishing batu yang kemudian ditempel ke cincin gelang atau kalung. Terakhir kami dimasukan ke dalam sebuah ruang showroom dengan aksesoris penuh batu berbagai warna. Karena emang saya gak suka perhiasan, jadi gak beli apa-apa disana. Kasian embaknya yang udah ngasih liat aksesoris termurah (cincin perak dengan batu rubi seharga 1jt rupiah), sampe aksesoris termahal (kalung emas dengan batu diamond berharga puluhan juta rupiah). Tapi saya terus geleng-geleng bilang “maaf saya tidak berniat beli perhiasan“.

Sebelum berhenti ditempat itu, saya udah bilang gak usah kesana. Tapi Tour Guide bilang ini bagian dari paket tour. Kantornya udah info bahwa hari ini akan bawa tour, pastinya harus mampir kesana. Yah mereka sudah kerjasama untuk mendatangkan wisatawan ke toko, kalo ada yang belanja pasti mereka pun dapat tip dari toko. Tempat ini adalah objek wisata terakhir. Harusnya kami diantar balik ke hotel, tapi kami minta di turunkan di Suan Lum Bazar aja. Dari situ kami akan naik taksi pulang ke hotel.

Suan Lum Night Bazar

Ini adalah pasar malam terbesar di Bangkok. Ada banyak toko yang menjual souvenir khas Thailand juga beberapa restoran.

Karena katanya disini lah tempat cari oleh-oleh dengan harga murah, maka kami langsung fokus mencari toko souvenir. Beli oleh-oleh untuk walikelas Rafa dan Fayra, karena mereka bolos sekolah 3 hari hehehe. Rafa juga minta oleh-oleh untuk teman satu kelasnya. Beli gantungan kunci yang murah meriah untuk 24 anak. Sementara Fayra bersikeras minta tas kecil warna pink untuk gurunya kesayangannya Miss Umroh dan Miss Sonah.

Kebetulan di toko yang sama ada 2 orang dari kota Malang yang lagi cari oleh-oleh juga. Mereka ke Bangkok dalam rangka ikut seminar entah apa. Jadi masing-masing kami pilih barang yang mo dibeli, trus nawar harganya sekalian biar lebih murah. hehehe

Kemudian kami cari kaos dengan gambar khas Thailand, gajah dan floating market untuk wali kelas Fayra yang cowok (Mr. Aan). Yah gitu deh kalo PlayGroup, 1 kelas 20 anak tapi gurunya 3 orang. Jadi harus adil kasih oleh-olehnya. Gak enaknya kalo liburan tapi bolos sekolah, jadi kaya ngerasa ngutang gini … musti nyogok. Gak diminta sih, tapi gak enak sendiri hahaha

Sebenarnya banyak toko yang menjual barang lain. Baju-baju model terkini dengan harga murah-murah (dress lucu cuma 30-75rb aja), tas dan dompet KW, alat elektronik, Thai massage, sampe toko serba pink seperti foto diatas yang bikin Fay kalap. Itu foto diambil dari 2 toko yang berbeda. Sama-sama jual barang serba hellokitty. Tapi saking bingungnya, Fay gak beli apa-apa xixixixi.

Langsung cari tempat makan dan pesan makanan yang bebas pork. Nasi goreng seafood, es teh plus udang bakar. Duh nunggu makanan datang gak sabar banget karena udah kelaperan ditambah harumnya masakan meja tetangga yang bikin perut keroncongan.

Setelah kenyang langsung cari taksi untuk menuju hotel. Capek banget hari ini, sampe hotel pun langsung packing dan tidur. Nyiapin tenaga untuk besok pindah tempat liburan ke Singapore.

Tips liburan ke Bangkok:

  • Coba bandingkan biaya tour sendiri menggunakan kendaraan umum dengan ikut travel agent
  • Tanya ke resepsionis hotel, paket tour apa aja yang tersedia. Biaya paket tour tergantung jarak tempat dan jumlah objek wisata yang kita kunjungi
  • Kalau tour dalam kota, mending pergi sendiri dengan panduan peta yang kita dapatkan di airport (gratis peta di airport, di toko buku mahal loh)
  • Kalau tour luar kota kita harus sewa mobil plus supir, kecuali kita udah tau lokasinya dan jalan menuju kesana
  • Cari taksi yang mau pakai argo meter. Kalo supir taksi ngotot gak mau pake argo meter, mending turun aja daripada kena 3x harga normal.
  • Standar tip untuk tour guide = USD 3/orang, sementara untuk supir USD 2/orang. Jadi untuk keluarga saya 4 orang, kami berikan tip untuk tour guide = USD 12, sementara untuk supir = USD 8. Diberikan dalam mata uang setempat sih, total THB 600-700 lah (1USD = THB 33 = Rp 10,000).
  • Jangan ragu untuk nawar harga ditempat belanja souvenir. Agak ngotot aja gakpapa, soalnya mereka buka harga juga bisa 2x nya.

Semua posting tentang Bangkok bisa dilihat disini